Badut Tampan Itu Milikku

Badut Tampan Itu Milikku
Eps. 07


__ADS_3

Vera yang sudah berada di dalam mobilnya pun langsung memukul stir mobil untuk meluapkan kekesalannya.


"Ah dasar badut ngeselin, nyesel aku bela belain datang ke sini cuma buat cari dia, ehh taunya malah dia ngeselin," gerutu Vera kesal.


"Gak akan aku ulangi lagi mencari dia, buang buang waktu aja," lanjutnya.


Vera pun mulai menghidupkan mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya menuju perusahaan kembali.


Sampai di perusahaan pun wajah Vera di tekuk, membuat karyawan yang melihat kedatangan Vera merasa heran.


"Ehh dia kenapa sih kok wajahnya di tekuk gitu?" tanya salah satu karyawan kepada temannya.


"Iya aneh deh, mana sudah dua hari ini dia kembali setelah makan siang telat lagi, kalau aku yang melakukan itu pasti aku langsung kena SP satu, beda lagi kalau dia yang di berikan ampunan," balas yang lainnya yang merasa iri dengan Vera karena bebas kembali ke kantor kapan pun.


"Ehh bener juga ya, aku kok baru sadar kalau dia sering telat waktu kembali habis makan siang," setuju ya lainnya.


"Tuh kan, curiga gak sih kalau dia ada main belakang sama pak bos,"


"Ehh jangan fitnah seperti itu, kalau pak bos atau asistennya dengar kita bisa habis nanti,"


""Iya benar, mending kita bubar aja sebelum ada yang lihat," ajak salah satu dari mereka untuk bubar.


"Iya ayo kita kembali kerja saja," balas mereka, dan merekapun membubarkan diri untuk kembali kerja lagi.


"Kamu udah kembali sayang, kenapa wajahnya di tekuk gitu?" tanya papi Vero kepada Vera saat Vera memasuki ruangannya.


"Tau ah aku lagi gak mood," balas Vera yang main nyelonong begitu saja memasuki kamar pribadi papi Vero.


"Dasar anak muda," ucap papi Vero sambil menggelengkan kepalanya.


Papi Vero pun kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda karena kehadiran putri yang datang datang dengan keadaan wajah yang di tekuk.


...**...


Hari pun sudah sore, Roman sudah berada di parkiran sekolah Erika untuk menunggu Erika keluar dari sekolah.


Saat melihat kedatangan Erika, Roman segera keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu mobil untuk Erika masuk.


"Terimakasih kak," balas Erika karena Roman membukakan pintu untuk dirinya.

__ADS_1


"Sudah menjadi tugas saya non," balas Roman.


Roman pun mulai menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah Erika.


"Kamu pasti capek banget ya," ucap Roman memperhatikan Erika dari kaca spion.


"Kok kak Roman bisa tahu, emang kelihatan banget ya?" balas Erika.


"Iya, itu wajah kamu kelihatan kalau sedang lelah," balas Roman.


"Iya kak aku lelah banget, ada satu tugas yang menurut aku itu sangat susah banget, dan itu harus selesai besok," jelas Erika, Erika menjelaskan kenapa wajahnya terlihat sangat lelah begitu.


"Emang tugas apa?" tanya Roman.


"Ini ada materi tentang menajemen bisnis kak, sebenarnya sih pasti mudah kalau minta bantuan papa, tapi kan hari ini papa lagi keluar kota, kalau mau minta ajarin mama mana bisa, mama kan hanya bisa merancang pakaian saja," jawab Erika.


"Bagaimana kalau nanti kak Roman bantu, sepertinya kak Roman bisa sedikit sedikit," usul Roman.


"Wah beneran kak, ya sudah nanti kak Roman bantu Erika aja habis ini, biar nanti Erika bilang sama mama untuk menaikkan gaji kak Roman karena sudah membantu Erika mengerjakan tugas sekolah," balas Erika senang karena akhirnya ada yang bisa membantu dirinya.


"Kamu bisa aja, kak Roman ikhlas kok bantu kamu tanpa di gaji sekalipun, malah kak Roman senang kalau membantu kamu mengerjakan tugas, itu artinya ilmu kak Roman bisa berguna buat orang lain," balas Roman.


"Iya deh terserah kamu saja," balas Roman menyerah.


Emang kalau adu debat dengan wanita itu pasti dirinya akan kalah nantinya.


Sampai di rumah, Erika langsung membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum nanti Roman akan membantu dia mengerjakan tugas.


Erika juga sudah bilang kepada mama Nina kalau Roman akan membantunya, dan tanggapan mama Nina di luar dugaan Roman, Tante Nina malah menyuruh Roman untuk menjadi guru les privat Erika juga setelah mengantar jemput Erika sekolah.


Roman pun dengan senangnya hati menerima tawaran itu, toh kalau malam dia juga gak ngapa-ngapain, lumayan kan penghasilannya jadi bertambah.


"Roman nanti setelah selesai membantu Erika Tante minta kamu anterin Tante pergi ke acara arisan Tante ya, Tante takut kalau pergi sendirian lagi kalau malam," pinta Tante Nina.


"Oke tan siap," balas Roman.


"Wah jadwal kak Roman makin padat aja nih ceritanya, bentar lagi jadi orang kaya dong," sahut Erika.


"Apaan sih kamu ini," malu Roman.

__ADS_1


"Ehh tapi yang di bilang Erika benar loh, dengan kamu lebih banyak kerja gini penghasilan kamu jadi bertambah banyak, dengan begitu nanti kamu akan semakin cepat mengumpulkan uang buat buka usaha," setuju Tante Nina dengan apa yang di katakan anaknya.


"Tuh dengar apa kata mama kak," balas Erika.


"Iya Tan Alhamdulillah, mungkin ini buah dari kesabaran Roman," balas Roman bersyukur.


"Kalau gitu saya siap siap dulu ya, biar nanti kamu tinggal antar saya saja gak perlu menunggu lama,"


"Iya tan nanti kalau tugas Erika sudah selesai Roman akan bilang," balas Roman.


Tante Nina pun pergi ke kamarnya, sedangkan Roman kembali mengajari Erika dan membantu Erika mengerjakan tugas.


Dengan penjelasan yang Roman berikan, menurut Erika itu sangat mudah di mengerti karena penjelasan Roman sangat beda dari yang ada di sekolah yang malah membuat dia pusing.


"Yeee selesai," senang Erika karena berhasil mengerjakan tugas.


"Kak Roman kok pintar banget sih, pasti dulu kak Roman sering jadi bintang kelas ya," tebak Erika karena melihat kecerdasan Roman.


"Bukan hanya bintang kelas non, tapi kak Roman dulu itu sering menjadi bintang pelajar," balas Roman yang memang benar adanya.


"Hah beneran, terus kenapa kak Roman gak kuliah aja, padahalkan kak Roman bisa mencari beasiswa?" tanya Erika.


"Kak Roman udah lulus kuliah kok," balas Roman lagi ya semakin membuat Erika kaget.


"Hah beneran, berarti kak Roman sudah sarjana dong?"


"Iya Alhamdulillah kak Roman sudah mempunyai gelar sarjana satu tahun yang lalu," balas Roman.


"Wih kak Roman hebat, tapi kenapa kak Roman tidak mencari pekerjaan kantoran aja, kenapa kak Roman malah menjadi badut?" heran Erika.


Ya, semua kelurga Erika tahu kalau setelah menggantarkan Erika sekolah Roman juga menjadi seorang badut taman.


"Ceritanya panjang dan hingga akhirnya kak Roman memilih untuk menjadi badut taman saja," balas Roman.


"Erika salut deh sama kak Roman, kak Roman orang yang hebat," puji Erika.


"Kamu juga hebat kok," balas Roman.


...***...

__ADS_1


__ADS_2