Badut Tampan Itu Milikku

Badut Tampan Itu Milikku
Eps. 17


__ADS_3

"Vera apa yang sudah kamu lakukan hmm?" tanya papi Vero menghampiri Vera.


Susi yang melihat itupun tersenyum kemenangan, dia berfikir pasti tuan Vero akan segera memberikan hukuman kepada Vera, bahkan lebih besarnya lagi Vera akan segera di pecat dari perusahaan ini.


"Mana Vera tahu Pi, dia saja yang nuduh nuduh Vera gak jelas," balas Vera yang malah menyambut kedatangan papinya dengan memeluk lengan papinya.


"Apa tadi Pi, jangan bilang kalau Vera itu adalah veranika Alamanda, anaknya tuan Vero," gumam salah satu karyawan yang mengetahui nama anak tuan Vero.


"Astaga berarti kita tadi udah kena omongan si Susi," balas yang lainnya yang tadi ikut ikutan menghina Vera.


"Maksudnya ini mana tuan?" tanya Susi memastikan.


"Ya seperti yang kamu lihat, Vera ini adalah anak tunggal saya dan pewaris tunggal perusahaan ini," jawab tuan Vero.


"Dengar ya untuk kalian semua, mumpung kalian sedang berkumpul di sini saya akan mengumumkan siapa Vera sebenarnya, Vera ini adalah anak tunggal saya sekaligus pewaris tunggal perusahaan ini," lanjut tuan Vero memperjelas siapa Vera sebenarnya.


"Astaga berarti kedekatan mereka selama ini karena mereka adalah orang tua dan anak," komentar para karyawan yang ada di sana.


"Jadi sudah jelaskan kenapa saya sangat dekat dengan dia, silahkan kalian kembali kepada tempat kerja kalian, dan untuk kamu mulai detik ini kamu saya pecat," lanjut tuan Vero menyuruh karyawannya agar kembali kerja dan mengumumkan pemecatan kepada Susi.


"Maafkan saya tuan, saya janji tidak akan mengulanginya lagi, tolong jangan pecat saya,"


"Vera aku minta maaf sama kamu, tolong maafkan aku dan jangan pecat aku," mohon Susi yang tak ingin kehilangan pekerjaan ini.


"Sudah tahukan sekarang siapa yang di pecat, ternyata bukan aku," balas Vera dengan senyum mengejek.


"Ayo pi kita naik, masih ada banyak kerjaan yang harus kita urus," ajak Vera mengabaikan Susi yang memohon kepadanya.


"Tuan tolong jangan pecat saya tuan saya mohon," mohon Susi berusaha mengejar tuan Vero dan juga Vera, tapi mereka berdua mengabaikan adanya Susi yang mengejar mereka hingga mereka masuki lift barulah susi tidak bisa lagi mengikuti mereka.


"Ahh...." teriak Susi frustasi akibat pemecatan tidak terhormat yang dia dapatkan.


"Makanya lain kali kalau mau nyebar gosip tuh di teliti dulu itu benar apa tidak, tahu sendiri kan akibatnya gimana sekarang," cibir karyawan yang tidak merasa kasian kepada Susi.


"Diam kamu," bentak Susi dan membuat karyawan itu segera pergi meninggalkan Susi.

__ADS_1


Susi pun sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi sekarang, dia segera pergi ke tempat kerjanya untuk membereskan barang barang miliknya di sana.


...**...


Sementara itu, di tempat Roman dia sudah mulai masa training, saking sibuknya dia sampai lupa dengan Vera, bahkan dia tidak membuka handphonenya meskipun hanya sebentar.


"Bagaimana sudah bisa belum?" tanya tuan Rahman menghampiri Roman setelah tadi dia tinggal karena ada suatu urusan.


"Hehehe lumayan bisa tuan," jawab Roman.


"Jangan menyerah, ini masih hari pertama nanti lama kelamaan kamu pasti juga akan bisa," balas tuan Rahman memberikan semangat buat Roman.


"Iya tuan, saya akan berusaha sebaik mungkin," balas Roman.


"Bagus, saya suka dengan tanggapan kamu," balas tuan Rahman.


"Ya sudah kamu lanjut lagi, nanti kalau waktunya makan siang tiba kamu langsung pergi ke kantin aja di bawah nanti saya yang bayar,"


"Baik tuan terimakasih," balas Roman senang karena dia tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang untuk dia makan hari ini.


Tuan Rahman pun pergi karena dia harus meeting dengan tuan Vero yang di temani oleh Vera, perusahaan tuan Rahman tengah menjalani kerja sama besar dengan tuan Vero sehingga mungkin nanti akan lebih sering lagi mereka bertemu.


...**...


Malam hari pun tiba, Roman sudah kembali dari perusahaan sejak sore tadi, dan sekarang dia tengah sibuk memilih outfit untuk dia berkencan dengan Vera.


Tadi Vera mengirimkan pesan mengajak dia pergi jalan jalan dan katanya dia juga ingin membicarakan sesuatu.


Vera juga marah karena Roman mengabaikan pesannya dari semalam, dan Roman yang menyadari itupun merasa bersalah dan meminta maaf kepada Vera, dan Alhamdulillah nya Vera memaafkan kesalahan Roman.


Mereka berdua janjian di taman yang waktu itu mereka tidak sengaja bertemu saat Roman mengantar Tante Nina ke acara arisan bersama teman temannya.


Roman sudah sampai di sana, dan tak berapa lama setelah itu Vera juga sampai di sana dengan memakai dress pendek dengan motif bunga bunga yang membuat Vera terlihat semakin cantik.


"Hai, kamu nunggu aku lama ya," ucap Vera saat baru sampai.

__ADS_1


"Ehh kamu udah datang,ayo sini duduk dulu, enggak kok aku juga baru sampai beberapa menit yang lalu," balas Roman menyuruh Vera duduk.


"Aku minta maaf ya karena sudah mengabaikan pesan kamu dari kemaren malam," ucap Roman meminta maaf lagi.


"Iya udah aku maafin kok, tapi lain kali jangan di ulangi lagi ya, aku nungguin lama loh sampai ketiduran," balas Vera memaafkan Roman.


"Iya aku janji gak akan ngilangin lagi, kemaren malam itu aku benar benar banyak pikiran makanya aku sampai lupa buka hp," balas Roman.


"Oh iya katanya kamu mau mengatakan sesuatu, mau bilang apa emangnya?" lanjut Roman bertanya.


"Emm... gimana ya ngomongnya, sebenarnya aku malu buat bilang ini, tapi aku harus bilang agar ada kejelasan di hubungan kita," jawab Vera.


"Emang mau bilang apa kok sampai sampai ada hubungannya dengan hubungan kita?" tanya Roman lagi ya tidak mengerti.


"Emm... sebenarnya itu aku suka sama kamu sejak pertama kali lihat kamu di taman ini, kamu mau gak jadi pacar aku," setelah mengatakan itu Vera langsung menutup wajahnya karena malu.


Roman tidak menyangka kalau dia akan di tembak duluan oleh cewek, padahal Roman sendiri sedang mencari waktu yang pas untuk menyatakan perasaannya yang sama kepada Vera.


"Enggak aku gak mau," jawab Roman membuat Vera langsung membuka tangannya yang menutupi wajahnya.


"Oh gitu, ya sudah abaikan yang aku ucapkan tadi ya, anggap saja tadi aku tidak mengatakan apa apa, aku masih ada urusan aku pergi dulu." Vera berdiri dari duduknya dan akan segera pergi dari sana.


"Tunggu," Roman memegang tangan Vera sehingga membuat langkah Vera terhenti.


"Kenapa kamu pergi, padahal kita belum selesai bicara?" tanya Roman menatap Vera.


"Aku malu, aku malu karena sudah menyatakan perasaan ku sama kamu, kamu pasti mengganggap aku wanita murahan kan, apalagi mu juga tidak menyukai aku," balas Vera.


"Kenapa harus malu, dan siapa bilang kalau kamu wanita murahan?" tanya Roman membuat Vera menggelengkan kepalanya.


"Aku itu juga suka sama kamu, tapi tidak mungkin kan aku membiarkan kamu menembak aku duluan, jadi biarkan aku yang menembak kamu," lanjut Roman.


"Maksud kamu?" tak mengerti Vera.


...***...

__ADS_1


__ADS_2