
Alea kecil berusia 8 tahun baru pulang dari sekolahnya. Dan akan menjadi kebiasaannya setelah pulang dia akan mencari sang ibu untuk memberitahu kepada sang ibu apa saja yang iya lakukan selama di sekolah.
"ibu, ibu ada dimana?" Kecil mulai memanggil sang ibu,namun tidak ada jawaban. Sampai akhirnya ia menemukan sang ibu sudah tak bernyawa tergeletak d dapur.
"ibuuuu.....!" teriak Alea. Alea kecil sangat ketakutan karena melihat ada pisau d perut sang ibu. Ia melihat di sekitar ruangan sudah berantakan dengan banyaknya pecahan beling di ruangan itu. Jiwa Alea sangat terguncang melihat semua itu. iya menangis tanpa suara sambil terduduk di dekat di mana ibunya tergeletak karena sangat syok menerima semua.
" non Alea kenapa teri... astaga non Alea...!" suara pak Andreas syok melihat mayat ibu Alea tergeletak, dan di samping itu ada Alea dengan tatapan kosongnya sambil mengeluarkan air mata. Tanpa membuang waktu pak Andreas mengangkat mengecek detak jantung dan nadi ibu Alea. Ternyata sudah tidak ada harapan.
Pak Andreas menghubungi tuannya, terdengar suara sambungan telepon.
" Halo tuan Juan, nyonya tuan nyonya..!" suara pak Andreas panik.
" Ada apa pak Juan ?" jawab Juan di telfon, dengan nada was was.
" Tuan segera pulang, nyonya tewas dan saya melihat ada pisau yg menancap d perut nyonya..!" jelas pak Andreas
"apaaaa...!" tuan Juan amat terkejut mendengar penjelasan Andreas. Tanpa buang waktu Juan langsung mematikan telfon dari Andreas dan cepat cepat berlari ke parkiran dimana mobilnya terparkir untuk pulang dari kantornya.
Juan mengendarai mobilnya melebihi batas maksimal, namun tiba tiba ia panik karena rem blong.
__ADS_1
" braaakkk" kecelakaan tidak dapat d hindari .Mobil yang d kendarai Juan menabrak sebuah bus.
"Cel...lin Aa..lea" suara Juan terbata bata menyebut nama istri dan anaknya. Sebelum akhirnya dia menutup mata.
##
Sementara itu di rumah Alea, pak Andreas meminta pertolongan warga sekitar untuk membantu. Tampak ada beberapa polisi juga yang menyelidiki kasus itu karena adanya laporan dari ketua RT setempat.
"Alea.." suara paman Alea khawatir melihat Alea.
Ia buru buru datang setelah mendengar kabar dari Andreas tentang kejadian yang menimpa kakaknya. Dengan lembut dia membawa keponakannya ke dekapannya.
"Maaf pak Cristian kami akan membawa jenazah nyonya Celine ke rumah sakit untuk di otopsi, dan kami meminta izin dari pihak keluarga untuk itu."
Suara sirine ambulan terdengar nyaring mengantar jenazah ibu Alea.
##
Sementara di rumah sakit berbeda dokter tengah melakukan penanganan kepada korban kecelakaan yang tak lain adalah ayah Alea. Namun sayangnya nyawa ayah Alea tak tertolong di karenakan luka yang sangat parah.
__ADS_1
" Suster, apa kamu sudah menghubungi pihak keluarganya." tanya dokter yang menangani ayah Alea.
" Kami sedang berusaha menghubungi keluarganya dok." jawab suster.
" baiklah." jawab sang dokter.
##
Sementara di rumah Alea, sang paman mencoba menemani sang keponakan sambil menunggu kepulangan ayah Alea. Karena ia tidak mungkin meninggalkan keponakannya dengan keadaan seperti ini. Tak sengaja ia melihat handphone sang Kakak terus bergetar. Bergegas iya mengambilnya. Tertera nama Abang iparnya. Lalu ia mengangkat panggilan tersebut.
" Halo bang, kenapa lama sekali sampai rumah." suara Cristian terdengar panik.
"Maaf apa ini benar dari keluarga dari bapak Juan." tanya suara di sebrang telepon.
" ya benar." jawab paman Alea heran.
" Bapak Juan mengalami kecelakaan dan mengakibatkan nyawanya tak tertolong, kami mengharapkan kehadiran dari keluarga untuk bisa datang ke RS xxx ." jelas yang penelepon.
Mendengar kabar tersebut Cristian amat sangat syok, bagaimana dalam satu hari ia bisa kehilangan dua anggota keluarga sekaligus.
__ADS_1
" Baiklah, saya akan kesana." jawab paman Alea.
Ia pun mau tidak mau menitipkan Alea kepada Andreas supir dari keluarga kakaknya. Karna ia tidak mungkin membawa Alea mengingat kondisi Alea saat ini tidak memungkinkan.