
Beberapa hari setelah itu bi Sumi mengajak Alea untuk bermain di taman bersama Karin kesepupu Alea. Karena bi Sumi tidak tega melihat Alea yang selalu murung. Nenek Alea tidak bisa menemani bermain karena tidak enak badan, jadilah mereka di sini sedang bermain ayunan.
Karin berusia 13 tahun, lima tahun lebih tua dari Alea. Karin adalah anak pertama paman Johan dan Tante Sovia. Alea sangat menyayangi Karin di bandingkan dengan Tiara anak kedua dari paman Johan . Karin mengajak Alea bercanda sesekali walaupun Alea menanggapinya dengan tidak semangat.
"Kak Karin, kenapa kakak bermain dengan anak dari seorang yang suka selingkuh." kata Tiara tiba tiba datang.Tiara anak yang berusia 12 tahun namun dia sudah mengerti tentang perselingkuhan. Entah dari mana ia bisa tahu semua itu. Karena keluarga Mexander menutup rapat mulutnya agar tidak ada yang membahas itu apa lagi di depan Alea.
"Kak Karin selingkuh itu apa, kenapa kak Tiara bilang Alea anak dari tukang selingkuh." tanya Tiara bersedih.
" Karin jangan dengarkan kakak Tiara ya, kak Tiara asal berbicara." jawab Karin menenangkan Alea.
Merasa tidak terima dengan yang di ucapkan Karin, Tiara pun mendekati Alea.
" Kamu tidak tahu apa itu selingkuh, Ayah kamu itu punya wanita lain selain ibumu, sampai sampai ibumu meninggal bunuh diri." jawab Tiara sarkas.
" Ti...tidak ayah Alea tidak mungkin begitu, ayah Alea sangat sayang dengan Alea dan ibu. Ayah tidak mungkin." teriak Alea sambil menutup telinganya, karena iya tidak mau mendengar apapun lagi yang d ucapkan Tiara sambil menangis tersedu-sedu.
" non Alea jangan di dengarkan apa kata non Tiara. Non Tiara hanya berbohong." kata bi Sumi mencoba menghibur Alea.
__ADS_1
" Benar kata bi Sumi Alea, Tiara itu berbohong." Kata Karin lagi membenarkan apa yang di katakan bi Sumi.
" Tiara tidak berbohong Tiara dengar sendiri ada orang yg berkata begitu." kata Tiara lagi
" Tidak... Ayah Alea tidak mungkin begitu, ayah Alea adalah orang baik-baik." teriak Alea. Tiba tiba Alea berlari ke arah jalan, tanpa melihat kanan dan kiri Alea menyebrang begitu saja.
"braaakkk." tiba-tiba tubuh Alea terpental kearah pembatas jalan dan kepalanya sempat terbentur. Darah mengalir dari hidung dan kepala Alea. Mobil yang menabrak langsung pergi begitu saja.
" Alea.......!" teriak bi Sumi dan Karin bersamaan.
Orang orang banyak berkumpul untuk melihat kejadian, dan ada yang menelepon ambulans.
Tiba d rumah sakit Alea langsung di tangani oleh dokter. Karin dan bi Sumi menunggu di luar ruangan dengan cemas. Tak lama Cristian,nenek dan orang tua Karin juga datang.
" Karin kenapa ini bisa terjadi." tanya nenek. Karin pun menjelaskan semua kepada neneknya. Nenek sangat marah mendengar cerita Karin, dan nenek memutuskan agar Tiara tinggal dengan orang tua Sovia atau nenek Tiara sementara waktu. Sebenarnya Sovia dan Johan keberatan dengan keputusan itu. Tapi nenek mengancam tidak akan mengakui mereka sebagai anaknya jika mereka tidak mau melakukan itu. Bagaimana pun itu juga salah mereka karena tidak bisa mengajari Tiara dengan benar.
Ruang operasi terbuka, dokter keluar dan menemui keluarga Mexander.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan cucuku dokter." tanya nenek.
"keadaannya cukup parah, karena terjadi benturan di kepalanya. Dan kami masih akan memantau kemungkinan yang akan terjadi." jelas dokter.
" Kemungkinan apa itu dok." tanya Cristian.
" kemungkinan kalau nona Alea akan amnesia atau hilang ingatan." jelas dokter lagi. Mereka sangat syok menerima perkataan dokter tersebut, dan tidak menyangka derita Alea seakan tidak pernah berhenti. Mereka hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Alea.
Malam harinya Karin masih di liputi rasa penasaran akhirnya menemui Cristian.
" Paman,Karin ingin berbicara." kata Karin.
" Ada apa Karin." jawab sang paman.
" Mmm paman sebelum mobil yang menabrak Alea pergi, Karin sempat melihatnya. Dan mobil itu sangat mirip dengan mobil paman, hanya saja berbeda nomor platnya." kata Karin.
" Kamu jangan mengada-ada Karin, hari ini mobil paman ada di rumah, paman ke kantor menggunakan taksi. karena paman sedang malas menggunakan mobil." jawab cristian.
__ADS_1
" Paman Karin tidak berbohong, Karin sempat melihat ada stiker kecil yang tak sengaja Karin tempel di bagian belakang mobil." jelas Karin.
" Karin mungkin Karin salah lihat, lagian pemilik mobil yang sama dengan punya paman itu banyak. Tapi kamu tenang saja paman sudah lapor polisi, supaya orang yang menabrak Alea akan mendekam di penjara." jawan Cristian sambil mengusap kepala Karin. Dalam hati Cristian sedikit penasaran akan apa yang di katakan Karin. Dan dia mencurigai bahwa Johan di balik semua ini