Balas Dendam Alea.

Balas Dendam Alea.
episode 13. misteri yang membingungkan


__ADS_3

#Di kantor Karin.


Lagi lagi bos gila yang lumayan tampan itu mengerjainya, jam istirahat tinggal 30 menit lagi, namun pekerjaan yang di berikan bosnya terus bertambah.


"Hei Karin, kenapa dengan mukamu itu." kata Dino yang tiba tiba muncul.


" Tanyakan saja kepada bosmu yang seperti papan tulis itu." sungutnya


" Dia juga bosmu." kata Dino dengan tertawa.


"Dia akan menjadi bosku di saat tanggal gajian tiba, selebihnya dia itu monster." kata Karin asal


" hahahaha kau matre juga ternyata." seru Dino sambil mengacak rambut Karin.


" Wanita harus begitu." seru Karin.


" Aku pikir kalian berdua sedang senggang." kata Revano yang sedang berdiri di pintu ruangan Karin. Awalnya dia ingin mengajak Karin makan siang, Namun dia melihat Dino tertawa di ruangan Karin membuat suasana hatinya menjadi panas dan mengurungkan niat awalnya.


"Ahhh pak Revano, sejak kapan bapak berdiri di sana." kata Karin panik, karena dia takut bosnya mendengar percakapannya dengan Dino.


" Tidak penting, sekarang ikut keruangan ku, banyak berkas yang harus kamu urus." kata Revano


" Dasar bos gila, ini sudah masuk jam istirahat masih dengan enaknya saja memerintah." gerutu Karin sambil meninju udara, karena sangking kesalnya.


" Sudah pergi sana." kata Dino.


" Baiklah.

__ADS_1


##


Sementara di kamar Alea, terdengar suara handphone berbunyi.


" Halo, bagaimana dengan penyelidikan mu." kata Alea.


"Alea ternyata hal yang akan kita selidiki tidak sesederhana itu, orang suruhan pamanmu sudah tewas terbunuh sebelum dia melaksanakan tugasnya, dan sudah di pastikan orang yang menysabotase kecelakaan itu bukan orang suruhan paman mu, melainkan orang lain. Bahkan pamanmu saja tidak tahu masalah ini,dalang dari semua ini begitu pintar menutupi semuanya dia juga sepertinya bukan lawan yang sembarangan." jelas orang dari seberang telepon.


" Rupanya ada orang lain yang ingin menghancurkan keluarga ku."


" *Dan ada lagi yang lebih mengejutkan."


" Katakan."


" Ibumu bukan bunuh diri, melainkan di bunuh."


" Terus selidiki, jika tiba waktunya aku sendiri yang akan membalas semua kejahatan itu." kata Alea sambil menahan gemuruh di dadanya.


"Baik."


Alea lalu mematikan panggilannya.


##


Beberapa hari ini Nick masih berusaha untuk menemui Alea tapi selalu gagal,karena Alea tak pernah terlihat di kampus.


Begitupun dengan hari ini, dengan lesu dia pun memutuskan untuk menjenguk ibunya di penjara,karena tidak menemukan Alea.

__ADS_1


" Ibu, maaf Nick belum bisa menemui Alea."kata Nick sambil menggenggam tangan sang ibu.


" Tidak apa Nick, mungkin ini memang balasan untuk ibu karena sudah menjebak ayahnya." jawab ibu Nick.


"Tapi Bu, dia juga harus mendengar alasan kenapa ibu melakukan semua ini."jelasnya.


"Berikan dia waktu untuk menenangkan diri nak." jawab ibunya.


" Andai lelaki itu tidak mengancam ibu, pasti semua ini tidak akan terjadi." kata Nick


" Sudah lah nak, ibu sudah ikhlas menerima semua ini, setidaknya ini bisa menebus kesalahan yang selalu menghantui ibu selama ini, karena secara tidak langsung ibu juga penyebab kematian kedua orang tua Alea." jelas ibu Nick menenangkan anaknya


Mata Nick tampak berkaca kaca mendengar perkataan sang ibu.


" Ibu aku ingin mencari ayahku, aku ingin dia yang menerima semua hukuman ini,karena dia yang membuat ibu jadi seperti ini.Aku tidak rela harus ibu yang menanggung semua kesalahan yang dia buat." kata Nick.


" Jangan nak, dia orang yang berbahaya." kata ibu Nick.


" Aku tidak perduli Bu, aku akan membalas semua kesakitan yang ibu alami selama ini. Bahkan aku tidak perduli jika dia ayahku." kata Nick dengan emosinya.


"Tapi nak..."


" Ibu tenang saja, semua akan baik-baik saja, aku pergi dulu ibu, ibu tenang saja, aku akan berusaha mengeluarkan ibu dari tempat ini." kata Nick.


" Berhati-hatilah nak."


"Baik Bu." kata Nick sambil berlalu.

__ADS_1


Nick pun berniat mencari informasi tentang ayahnya yang kejam itu. Dengan segala tekat yang dia punya. Dia akan membalas semua sakit yang ibunya rasakan,tidak perduli jika dia akan membunuh orang itu. Baginya ayahnya sudah mati sejak dulu.


__ADS_2