Balas Dendam Alea.

Balas Dendam Alea.
episode 7. Hari menyebalkan bagi Karin.


__ADS_3

Hari ini Karin mulai bekerja di tempat kerja yang baru, dia berhenti dari pekerjaan lamanya karena bosnya sangat mesum, jangan kira bos itu tampan, mantan bosnya adalah pria tua, dan sudah memiliki dua istri. Dan dia menawarkan Karin untuk menjadi istri ketiganya. Jangankan menjadi istrinya, di bayar menjadi anak pura pura pun dia tidak akan mau.


" Haaaahh hati ini aku harus semangat, mengingat ini hari pertama ku." kata Karin menyemangati dirinya. Walaupun keluarganya Mexander kaya,tapi dia lebih suka bekerja di tempat lain dari pada di perusahaan keluarga. Orang tuanya awalnya sangat marah. Karena mereka menginginkan Karin berkerja d perusahaan keluarga dan menggantikan ayahnya. Namun Karin sadar,Alea lebih berhak. Mengingat ayah Alea yang sudah mengembangkan perusahaan yang dulu sempat hampir bangkrut.


Dia pun melangkah memasuki area kantor barunya. Dan segera bertanya kepada resepsionis.


"Permisi, saya ingin bertanya, ruangan sekretaris di lantai berapa ya?" tanya Alea.


" Apa mbak bernama Karin Putri M. ?" tanya resepsionis pada Karin.


" Ya benar itu namaku." jawab Karin.


"" Oh anda langsung saja kelantai 19, disana hanya ada ruang ruang CEO dan sekretaris." kata resepsionis


" Baiklah, terimakasih Ica." kata Karin.


" Eh.. mbak tau nama saya." tanya resepsionis heran.


" Aku tau dari name tag mu hihihi..." kata Karin sambil tertawa geli,kemudian berlalu menuju lift yang akan membawanya ke lantai 19.


Begitu sampai di lantai 19 Karin nampak bingung, harus kemana, tiba tiba datang seorang pria menghampirinya.


" Apa benar dengan nona Karin?" tanya pria itu yang tak lain adalah tangan kanan Revano.


" Ah ya benar." kata Karin dengan sedikit kaget.


" Mari ikut saya, saya akan mengantarkan nona menemui CEO dan sebelumnya perkenalkan namaku Dino." kata laki pria itu.


Karin pun mengikuti langkah kemana pria itu pergi. Sampailah mereka di sebuah pintu, sebelum masuk Dino mengetuk pintu. Setelah ada jawaban dari dalam, barulah mereka masuk.

__ADS_1


" Selamat pagi tuan." kata Dino.


" Hmmm.." jawan Revano tanpa melihat. Karena dia masih terlalu serius dengan kertas yang dia pegang.


" Saya sudah membawa sekretaris baru untuk tuan, yang akan menggantikan nona Angela." kata Dino.


" Apa kamu serius, dia bahkan terlihat seperti anak SMA." jawab Revano setelah meletakkan kertas yang dia pegang tadi.


" Heeii aku bukan anak SMA, aku bahkan sudah S2..!" kata Karin tidak terima.


" Oh benarkah, tapi kau tampak terlihat seperti anak kecil." kata Revano lagi.


"Kamu.... benar benar menyebalkan." kata Karin.


Setelah selesai dengan segala macam drama yang mengatakan Karin mirip anak SMA, akhirnya dia bisa juga menjadi sekretaris dari CEO yang menyebalkan itu. Dia akan membuktikan kalau dia pasti bisa dengan pekerjaan ini.


" Halo Alea." kata Karin.


" kak Karin, bisa tidak pinjamkan aku mobilmu." kata Alea dari sebrang telepon.


"Kamu ingin kemana dengan mobilku,bukannya kamu harusnya di antar supir." jawab Karin.


" Aku bosan di antar supir, aku ingin membawa mobil sendiri, boleh yaa...?" kata ala mencoba merayu.


" Aku tidak akan meminjamkannya, aku takut paman cris marah, kamu tau sendiri jika paman cris marah padaku, dia akan mendiamkanku sebulan lamanya." jawab Alea.


" Kak kenapa kau pelit sekali,sekali ini saja ya yaa.?". Alea mencoba merayu lagi


" Tidak tetap tidak." kemudian dia mematikan sambungannya.

__ADS_1


Dia tidak akan perduli jika di sebrang sana Alea pasti sedang menggerutu tentangnya.


"Keruangan ku sekarang." kata Revano kepada Karin melalui telepon di ruangannya.


Karin pun bergegas keruangan Revano,takblupa mengetuk pintu.


" Ada yang bisa saya bantu tuan." kata Karin


" Kamu cocokkan data ini,sebelum makan siang harus sudah selesai." kata Revano.


" Tapi 20 menit lagi waktu makan siang,dan berkas ini cukup banyak." jawab Karin.


" Kalau kau tidak bisa silahkan angkat kaki dari sini." kata Revano dingin


" Baik lah akan aku selesaikan." jawab Karin dengan kesal,sambil pergi dari ruangan atasan yang begitu menyebalkan.


" huh dasar papan tulis dingin. Kalau bukan bos sudah aku jadikan kamu sate tusuk." umpat Karin.


" Aku mendengar umpatan mu." jawab CEO.


" Oh astaga. Hehehe tuan salah dengar. Mana mungkin aku mengumpati atasanku. " jawab Karin mencoba mengeles. Dia juga kaget kenapa bisa CEO nya tiba tiba ada di dekatnya


" Sudah cepat selesaikan." kata CEO sambil berlalu. Karena ia ingin menemui Dino.


Karin pun bergegas mengerjakan apa yang di minta CEO nya. Karena dia tidak ingin di pecat dari tempat kerja barunya.Mulai Sekarang dia harus sabar sabar mengingat CEO barunya selalu menguji tingkat kesabaran nya



Revano

__ADS_1


__ADS_2