
# Di markas.
"Apa kau sudah menemukan buktinya jika pak Andreas pelakunya." tanya Alea.
" Aku sudah menyelidikinya, ada orang yang sengaja ingin menjadikannya sebagai kambing hitam, aku rasa orang ini cukup pintar untuk mengalihkan semua bukti kejahatannya." terang teman Alea.
" Kita ikuti saja permainannya, aku ingin melihat sejauh mana dia ingin bermain-main." kata Alea dengan nada dinginnya.
" Oh ya, aku juga menyelidiki tentang mobil yang ingin menabrak mu waktu itu, ternyata itu orang suruhan pamanmu, dia tidak ingin kau mengambil alih perusahaan, dengan melenyapkan mu tidak akan ada yang bisa menyingkirkan dia dari kursi CEO." jelasnya.
" Kau benar, jika aku tiada dia akan bebas,aku akan memberikan dia pelajaran, aku ingin kau buat rumor kejelekan nya, sehingga para pemenang saham meragukannya, dengan begitu tanpa bersusah payah harus menyingkirkan nya aku bisa merebut semua yang dia miliki."
" Kenapa kau tidak menjebloskan dia kedalam penjara."
" Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan nenek, bagaimana pun hanya dia yang ku punya dan kupercaya untuk saat ini."
" Baiklah kalau begitu, aku akan mengurusnya."
" Baiklah, aku pergi dulu." kata Alea berlalu.
# #
Di kantor Karin sudah beberapa hari menghindari bosnya, hari ini ia berniat untuk mengajukan surat pengunduran diri, ia tidak mungkin terus menerus menghindar dari bosnya.
Dengan memberanikan diri mengetuk pintu ruangan sang bos.
Tok tok..
"Masuk." suara jawaban dari dalam.
__ADS_1
" Ada apa Karin?" tanya Revano.
"Saya ingin memberikan ini pak." sambil menyerahkan amplop.
"Surat pengunduran diri." ujar Revano sambil meremas surat itu.
" Ya saya ingin mengundurkan diri, saya merasa tidak cocok bekerja di sini pak."
"Tidak cocok atau menghindar dariku." kata Revano sambil melangkah mendekati Karin.
Melihat Revano mendekat Karin pun mulai melangkah mundur.
" Ti..tidak." elak Karin. Kakinya terus melangkah mundur, hingga badannya terbentur tembok ruangan itu. Karin mencoba kabur namun di hadang oleh tangan Revano.
" Kau tidak akan bisa lepas dariku." kata Revano sambil mendekatkan wajahnya kearah wajah Karin.
Karin berfikir Revano akan menciumnya, pun mengalihkan wajahnya kearah lain.
Alea merasa tidak terima dengan perkataan Revano pun langsung menginjak kaki Revano.
" Aww..." teriak Revano
" Rasakan itu, itu hukuman untukmu yang bicara seenaknya, aku bukan milik siapapun termasuk milikmu." kata Karin sambil melangkah keluar ruangan Revano.
Namun saat ingin memutar kenop pintu, Revano lebih dulu menarik tangannya dan mendekap badannya dengan kuat.
" Lepaskan aku, lepasss...." teriak Karin.
" Tidak akan"
__ADS_1
Karin terus meronta ingin melepaskan diri dari dekapan Revano. Namun gagal, karena Revano bukanlah tandingannya.
" Apa maumu, kau selalu saja membuatku kesal, aku sangat membencimu. Dan kau juga sudah mencuri ciuman pertamaku, padahal aku sudah menjaganya untuk calon suamiku nanti." ujar Karin kemudian sambil terisak.
Mendengar perkataan Karin,Revano pun merasa sangat bahagia, tanpa di duga dia pun kembali mencium bibir Karin.
Karin cukup terkejut, matanya melebar karena sangking terkejutnya.
Setelah kehabisan oksigen Revano pun melepaskan ciumannya.
Karin sudah sangat malu, namun juga sangat marah.
" Kau sangat brengsek Revano..!" dia pun berusaha melepaskan diri kembali dari Revano, namun masih belum berhasil.
" Karin menikahlah denganku." kata Revano kemudian.
Mendengar itu Karin lagi lagi terkejut.
" Apa kau mencintai ku?" tanya Karin kemudian.
" Entahlah,tapi aku hanya ingin kau terus di sampingku." jawab Revano.
Mendengar itu Karin seakan mendapat kekuatan, ia mendorong Revano dengan kencang hingga dekapan Revano terlepas.
Ia pun memandang Revano dengan sengit.
" Jika kau tidak mencintaiku, jangan sekali-kali kau berkata ingin menikahi ku, aku bukan budakmu yang selalu bisa kau manfaatkan." kata Karin sambil menangis.
" Aku tidak memanfaatkan mu Karin, aku.. aku.."
__ADS_1
" Aku tidak perduli alasanmu, aku sudah putuskan untuk berhenti dari sini." kata Karin sambil melangkah pergi dari sana. Ia begitu kecewa dengan Revano, ia tidak memungkiri di dalam hatinya sudah mulai ada nama Revano.
Namun mulai sekarang ia harus melupakannya.