Balas Dendam Alea.

Balas Dendam Alea.
episode 10 Mulai mencari tau.


__ADS_3

Setelah beberapa hari kesehatan Alea sudah baik baik saja, ia sudah bisa menjalankan rutinitasnya.


Hari ini dia berhasil mengelabuhi orang orang rumahnya, dan dia berniat pergi kerumahnya yang dulu di tinggali bersama keluarganya.


" Non Alea." kata bi Narti, pembantu yang sudah belasan tahun bekerja dengan keluarganya.


" Bi Narti, bibi apa kabar?"


tanya Alea.


" Bibi baik baik saja, non Alea sudah makin besar dan makin cantik." kata bi Narti sambil menggenggam kedua tangan Alea.


" Bibi bisa saja,maaf ya Bu Alea baru bisa datang, karena Alea sempat terkena amnesia gara gara kecelakaan 10 tahun yang lalu ." kata Alea menjelaskan.


Bibi tampak bingung, karena penjelasan Alea tampak berbeda dengan apa yang di sampaikan oleh Cristian.


Tapi bibi cepat cepat menghilangkan segala yang mengganjal di hatinya. karena berfikir mungkin ini demi kebaikan Alea.


Alea pun yg mulai memasuki rumahnya bersama bi Narti.


Satu persatu ruangan mulai Alea jelajahi. Dan tiba Alea di depan kamar yang di tempati orang tuanya dulu.


Alea sangat merindukan saat saat dimana dia bersama orang tuanya dulu.


Dia mulai menjelajahi ruangan itu. Dan tampak ada foto foto lama mereka dengan wajah yang bahagia.

__ADS_1


Alea juga membuka lemari baju ibunya karena iya begitu merindukan wanginya, walaupun dia tau kalau wangi itu telah tiada.


Tanpa sengaja Alea menemukan sebuah kotak. Dan mulai membukanya.


" Apa apaan ini." kata Alea. Ia sangat terkejut karena menemukan foto ayahnya dengan wanita lain.


Dia pun kemudian menelepon sahabat hacker nya yang bernama Mike.


" Halo Mike, aku ingin kau menyelidiki seorang wanita. Aku akan mengirim fotonya padamu." setelah itu Alea menutup telfonnya dan pergi dari kamar itu.


Dia pun memutuskan untuk pulang,namun sebelum itu Alea pamit kepada bi Narti.


Beberapa hari setelah itu Mike mengirim data lengkap dari orang yang di cari Alea melalui email.


Alea mulai membacanya dan timbul sebuah senyum jahatnya, dia senang karena orang yang dia cari ada di kota ini.


Dan Alea pun mendapatkan ide untuk membalas kan dendamnya.


##


Sementara di kantor Karin pagi pagi dia di buat terkejut dengan tingkah atasannya.


Bagaimana tidak, meja dan kursi kerjanya telah di pindahkan menjadi satu ruangan dengan Revano.


Karin menjadi tidak leluasa bekerja di buatnya.

__ADS_1


" Ada apa dengan wajahmu." kata Revano tiba tiba.


"Ti...tidak ada apa apa." kata Karin gugup


"Tapi raut wajahmu mengatakan lain, apa lagi bibirmu sudah ingin mengalahkan bebek." kata Revano.


" Siapa yang seperti bebek enak saja, cantik cantik di samakan dengan bebek." gerutu Karin.


Tiba tiba terdengar pintu di ketuk dari luar. Dan pelaku nya ada lah Doni.


" Hei Karin, kenapa kamu bisa di sini?" tanya Doni heran.


" Seseorang sudah memindahkan aku dengan seenaknya." jawab Karin sambil melirik Revano.


"Ada perlu apa kau kemari?" kata Revano.


" Aku butuh tanda tangan mu untuk berkas ini." kata Doni menyerahkan berkas pada Revano.


"Sudah aku tanda tangani, segeralah pergi." kata Revano .


" Baiklah." jawab Doni. " Karin nanti jam makan siang bagaimana kalau kita makan siang bersama, aku melihat ada restoran baru di dekat sini, dan kau pasti akan sangat suka." kata Doni sebelum pergi, dia menyempatkan diri berhenti di meja Karin.


" Baiklah, aku tidak sabar untuk mencobanya." jawab Karin dengan senyuman senang nya.


Doni pun segera meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Sementara Revano di buat kesal, karena Karin tidak pernah bersikap seperti itu padanya. Dan dia juga berniat untuk ikut mereka, dia tidak suka jika Karin hanya berdua dengan Doni.


Tetapi dia tidak tau kenapa, hati kecilnya masih menyangkal jika dia mulai menyukai Karin.


__ADS_2