
Seminggu setelah Alea kecelakaan, Hari ini Alea sudah mulai sadar dari komanya. Perlahan jari kecilnya bergerak.
" Air." terdengar suara Alea lemah. Dan kebetulan Cristian yang menjaganya.
" Alea kamu sudah sadar?" kata Cristian.
" Air." kata Alea lagi, buru buru Cristian mengambil air di atas meja d samping tempat tidur dan memberi pipet agak Alea lebih mudah untuk meminumnya.
" Terimakasih." kata Alea lemah. " Om siapa, dan aku ada di mana." tanya Alea pada Cristian.
" Alea ini paman Cristian, apa Alea tidak ingat." kata Cristian.
" Siapa Alea, apa itu namaku?" Alea balik bertanya.
Karena merasa makin bingung, Cristian buru buru memanggil dokter. Dan tak lama dokter pun datang untuk memeriksa kondisi Alea. Dokter pun juga menjelaskan kalau Alea benar mengalami amnesia. Maka dari itu ia melupakan semua ingatannya yang sebelumnya.
__ADS_1
Awalnya Cristian merasa sangat terpukul, bagaimana keponakannya yang masih kecil bisa mengalami semua ini. Tapi mungkin ini juga yang terbaik sehingga Alea bisa melupakan masalah yang menimpa orang tuanya. Cristian lalu mengambil handphone nya dan menelepon ke ibunya yang tak lain adalah nenek Alea.
" Halo Cristian, bagaimana keadaan Alea." tanya sang ibu.
" Alea mengalami amnesia Bu, namun dia bisa mengingat kembali apabila kita membantunya."kata Cristian
"Astaga... kenapa bisa begini, kasihan sekali Alea ." jawab ibunya.
" Tapi Bu, mungkin ini juga yang terbaik untuk Alea, dia bisa melupakan kejadian yang menimpa orang tuanya." kata Cristian.
" Dengan dia amnesia dia bisa melupakan semua hal yang menimpa orang tuanya, dan kita bisa mengatakan kalau orang tua Alea tewas kecelakaan." kata Cristian menjelaskan kepada ibunya.
" Tapi Cris, bagaimana kalau Alea mengingat kembali." kata nenek kuatir.
" Bu, untuk saat ini mungkin ini yang terbaik untuk Alea, Alea masih belum cukup bisa menerima semuanya di umurnya yang sekarang. Aku juga tidak ingin membuat kondisi Alea semakin drop, tapi nanti tiba saatnya Alea sudah cukup bisa mengerti dengan keadaan aku akan menjelaskan pelan pelan kepadanya." kata Cristian.
__ADS_1
" Baiklah, ibu mendengarkan kata katamu kali ini, mungkin ini memang yang terbaik untuk Alea saat ini." jawab nenek menyetujui perkataan Cristian, karna mungkin memang itu yang terbaik untuk saat ini. Mereka pun sepakat akan menutupi semuanya dari Alea.
Sementara di tempat lain terdengar bunyi tembakan karena dia sangat marah karena belum berhasil membunuh Alea.
" Dasar bodoh, membunuh satu anak kecil saja tidak becus....!" kata orang itu kepada bawahannya.
" Maaf tuan, tapi saya sudah menabraknya dengan cukup kencang, tapi gadis kecil itu memang cukup kuat bertahan hidup." jawab nya sambil menahan sakit d pahanya karena tembakan dari tuannya.
" Sekarang cepat pergi dari negara ini, jangan sampai meninggalkan jejak, atau nyawamu akan habis di tangan ku..!" kata orang itu lagi.
" Baik tuan aku akan segera pergi." dia pun pergi di bantu oleh 2 orang bawahan lainnya. Sementara sang bos mengambil handphone dari saku celananya untuk menghubungi bawahannya yang lain.
" Aku ingin kau cari orang untuk menjadi tersangka dari kecelakaan Alea." kata orang itu tanpa basa basi. Kemudian mematikan telfonnya.
Dia lalu memandang keluar jendela memandangi halaman rumah, sambil berfikir rencana yang akan di buat selanjutnya. Karena dia bertekat akan membunuh satu persatu dari mereka.
__ADS_1