
10 tahun kemudian.
Sejak kejadian di mana Alea kecelakaan,masih ada kejadian kejadian yang janggal lainnya, namun tidak ada bukti.Cctv juga di tempat tempat kejadian juga di sabotase. Seakan selalu ada yang berusaha menghilangkan jejak.Dan selalu mengarah kepada keluarganya. Cristian sampai sekarang masih mencari bukti lebih lanjut. Dan untuk tetap menjaga keluarganya Cristian menyewa beberapa bodyguard.
" Paman hari ini aku akan daftar kuliah." kata Alea di sambil memakan sarapannya.
" Baiklah, tapi kamu akan di temani oleh 2 bodyguard untuk menjagamu." kata paman.
" Tidak paman, aku ingin pergi dengan temanku, aku tidak ingin di temani oleh mereka yang mukanya seperti papan tulis, selalu datar." sungut Alea.
" Pergi dengan mereka atau tidak sama sekali." ancam sang paman.
" Tapi paman, aku bisa menjaga diri, selama ini kan paman selalu menyuruhku latihan karate, taekwondo,menembak dan lain lain, apa gunanya jika aku tetap menggunakan bodyguard." jelas Alea.
" Itu untuk perlindungan dirimu, tapi paman tetap tidak ingin apa pun terjadi padamu." kata paman mencoba memberikan pengertian kepada keponakannya.
" Sudah lah Alea dengarkan saja kata paman Cristian." kata Karin tiba tiba datang.
" kak Karin.... kenapa Kakak lama tidak kemari." kata Alea sambil berlari mendekati Karin. Karin memang sudah tidak tinggal di rumah keluarga Mexander, karena semenjak ia lulus kuliah,ia lebih suka tinggal di apartemen.
" Kakak baru dua hari yang lalu kemari kalau kamu lupa." jawab Karin.
" Heheheh..... tapi Alea sangat merindukan kakak." jawab Karin manja.
" Sudah sudah, Karin ayo ikut sarapan. " kata nenek.
" Baiklah nek, aku sudah lapar sekali, aku rasa jika mendengarkan ocehannya aku akan mati kelaparan ." kata Karin . " Ngomong ngomong kemana mama dan papa?" tanya Karin lagi.
__ADS_1
"Mereka pergi kemarin, untuk melihat adikmu di rumah nenekmu, karena adikmu membuat ulah lagi di sana." jawab nenek.
" Anak itu selalu saja." kata Karin
Beberapa saat kemudian
" Baiklah Alea sudah selesai, Alea akan pergi dulu." kata Alea. Ia pun beranjak, namun sebelum itu ia mencium tangan Cristian,nenek dan Karin.
" Hati hati di jalan. " kata nenek.
" Telepon paman jika ada terjadi sesuatu. " kata paman.
" Jangan membuat ulah ataupun mengerjai temanmu Alea." kata Karin
" baiklah baiklah, Alea pergi dulu." kata Alea sambil berlalu.
Sementara itu mobil di belakang yang mengikuti adalah bodyguard yang akan menjaga Alea.
Sesampainya di kampus Alea berlari dengan sangat cepat, dia tidak perlu bingung lagi dengan bagian bagian gedung kampus barunya. Karena dulu dia sering ikut Karin ke kampus ini. Mengingat di kampus ini Karin juga menimba ilmu.
" Bruakkk..." karena terlalu tidak hati hati Alea justru menabrak seorang wanita dengan pakaian minim.
" Hehhh.. Lo punya mata gak..!" kaya wanita itu membentak.
" Maaf aku benar benar tidak sengaja." kata Alea.
" Maaf maaf Lo kira dengan mudah gue maafin Lo setelah Lo tabrak gue barusan." bentaknya lagi.
__ADS_1
" Tapi gue bener bener tidak sengaja, gue buru-buru banget soalnya." jawab Alea.
" Udah Lo tampar aja dia sebagai balasannya Vania, biar dia tau rasa." kata temannya.
Vania pun melayangkan tangannya kearah pipi Alea. Namun Alea yang sigap langsung menahannya.
" Aku sudah berkata maaf dengan baik baik, tapi kamu tidak terima dan malah mau menamparku, aku tidak akan tinggal diam jika ada yang akan menindasku." kata Alea dengan tatapan dinginnya.
Vania pun makin marah dengan hal itu. Dia justru meminta bantuan dua temannya untuk membantunya memegangi kedua tangan Alea.
Awalnya bodyguard yang menyamar akan membantu. Tapi Alea memberikan isyarat mata agar tidak ikut campur. Karena orang orang ini bukanlah lawannya. Dengan mudah dia mengalahkan Vania dan kawan kawannya.
" Jangan coba coba menyentuh wajahku apa lagi mencoba menyakitinya dengan tanganmu. Karena aku bisa saja mematahkannya." kata Alea dengan mukanya yang dingin kemudian berlalu
Alea 18 tahun
Karin 23 tahun
cristian 39 tahun
__ADS_1
nenek dari Alea.