Balas Dendam Alea.

Balas Dendam Alea.
episode 15.


__ADS_3

Di pemakaman umum Nick masih terpaku di depan pusara terakhir sang ayah, masih banyak pertanyaan pertanyaan di dalam hatinya.


Kematian yang begitu tragis, walaupun dari kecil ia tidak mendapatkan kasih sayang dari sang ayah, namun di dalam hati kecilnya masih tersimpan sedikit rasa sayang kepada sang ayah.


Dia pun kemudian beranjak dari sana, untuk kembali mengumpulkan bukti dalang di balik kematian ini.


##


Sementara di kantor Karin di jam makan siang bosnya tiba tiba mengajaknya makan siang di sebuah restoran tak jauh dari kantor.


" Pak kita mau makan siang dimana sih." tanya Karin sewot." memang tidak bisa di kantin kantor saja, lebih praktis dan ekonomis pak."


" Kau terlalu cerewet sekali, diam atau aku turun kan kamu di tengah jalan." kata Revano dengan nada dinginnya.


" Hufftt dasar bos tripleks, bos angkuh untung tampan." katanya dalam hati, Karin masih sayang pekerjaan nya jika ia terang terangan di depan sang bos.


"Kau ingin turun ikut makna dengan ku atau menjaga mobilku di sini?" kata Revano mengagetkan Karin.


" Ikut turun lah pak, ya kali jaga mobil bapak, saya tu laper pak, bapak si main tarik aja tadi, harusnya Sekarang saya udah makan cantik bareng Doni." kata Karin mengeluarkan segala kekesalannya.


"Tukk." jidat Karin di sentil oleh Revano.


"Aduh pak, jangan main sentil jidat saya dong, jidat saya masih di pakai ini." gerutunya sambil berjalan mengikuti langkah Revano.


Mereka pun mencari kursi kosong di restoran itu, dan tak lama pelayan datang memberikan buku menu.


Setelah memilih menu yang di inginkan mereka pun tinggal menunggu makanan datang.


" Hai Revano kamu di sini juga?" tanya seorang wanita yang tiba tiba datang.


" Hmm..." jawabnya tanpa melihat kearah wanita itu.


" Boleh aku duduk di sini?"

__ADS_1


" Boleh." jawab Karin, sementara Revano hanya diam saja.


" Hai aku putri, calon tunangannya Revano. Kami berdua di jodohkan."


"Ah ya aku Karin sekretaris pak Revano." jawab Karin canggung, terbesit rasa sakit di hatinya begitu tau jika wanita itu calon tunangannya Revano.


" Jangan berharap aku mau bertunangan dengan mu." kata Revano sambil memandang putri dengan tajam.


" Tapi Revano kita...


"Aku menolak semua itu, lagi pula kau tidak melihat aku sedang bersama kekasih ku di sini, kau cukup mengganggu."


Karin dan putri cukup terkejut mendengar perkataan Revano. Putri pun melirik kepada Karin dengan tajamnya.


" Ah anda salah paham bukan saya yang di maksud pak Revano, saya hanya sekretaris nya." kata Karin sambil melihat Revano meminta penjelasan.


" Revano apa kau sengaja ingin bercanda dengan ku." kata putri manja.


Sementara Karin begitu terkejut mendengarnya, begitupun putri.


" Apa benar itu nona Karin?" tanya Putri


" Bukan,saya hanya sekretaris tidak lebih." Karin menyangkal perkataan bosnya.


" Aku yakin kau berbohong Revano." kata putri tidak percaya.


" Kau mau bukti." kata Revano sambil beranjak dari tempat duduknya menghampiri Karin.


Revano menarik tangan Karin yang masih duduk agar berdiri tanpa aba aba langsung mencium bibir Karin.


Karin sangat syok karena itu adalah ciuman pertamanya, sementara putri sudah pergi dengan wajah kesalnya.


Karin segera mendorong Revano dan menamparnya, kemudian berlari meninggalkan Revano yang masih menatapnya sambil memegangi pipinya.

__ADS_1


#


Di tempat lain seorang laki laki tua duduk dengan santainya, dia sudah menyusun segala rencana agar keluarga Mexander hancur.


" Bagaimana dengan rencana selanjutnya."


" Semua berjalan sesuai rencana tuan, pria itu sudah mengambinghitamkan supir setia keluarga itu." jawab sang bawahan.


" Bagus, terus pantau mereka terutama Alea, dia sudah mulai mencari tau tentang Maslah orangtuanya. Dia pasti tidak akan dengan mudah percaya perkataan laki laki itu, buat dia percaya kalau Andreas yang melakukan semuanya. Dengan begitu kita akan aman."


" Baik tuan." kata bawahannya kemudian meninggalkan tempat itu.


" Aku akan membuat kalian semua menderita, karena telah membuang ku. Aku tidak sabar menunggu akhir dari keluarga Mexander hahahahahahhahah.....


" Kakek apa yang membuat kakek sangat senang?"


" Hahaha kakek senang karena mendapatkan tender perusahaan." jawabnya lembut.


" Wah benarkah, selamat kakek?" kata sang cucu senang


" Kau mau pergi kemana?"


" Aku akan pergi kerumah Alea kek, dia tadi menelepon ku, dia bilang ada petunjuk mengenai kematian orangtuanya." jelasnya.


" Oh benarkah." kata sang kakek pura pura terkejut.


" Benar kek, kalau begitu Nia pergi dulu yaa, dah kakek?" kata pamit Nia.


" Baiklah hati hati di jalan."


" Baik kek." jawabnya


Nia sangat menyayangi kakeknya, tapi dia tidak tau jika penyebab kematian orangtua sahabatnya adalah ulah sang kakek, karena sang kakek Prasetyo Wijaya sangat tertutup untuk hal pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2