
Alea masih nampak kesal karena Karin tidak mau meminjamkan mobil padanya.
Dia terus mencari cara agar bisa membawa mobil sendiri tanpa harus ada supir dan di kawal oleh dua bodyguardnya. Karena menurutnya itu sangat membosankan.
Tiba tiba muncul ide di kepalanya.
" Pak Andreas aku ingin keluar sebentar." kata Karin.
"Baiklah nona Alea,saya akan mengantarkan nona pergi." kata pak Andreas.
Dua bodyguardnya sudah berhasil dia kelabui.
Setelah sampai di mobil Alea pura pura lupa membawa dompetnya.
" Pak Andreas biasakan membantuku mengambil dompet di kamarku." kata Alea berbohong.
" Baiklah nona." kata pak Andreas.
" Baiklah ini kesempatan ku kabur." kata Alea sambil mulai menyalakan mobilnya.
Dia pun mulai mulai mengemudikannya keluar dari area rumahnya, dan ingin mengunjungi restoran nya. Sekedar untuk mengecek pemasukan dan pengeluaran restonya.
Tiba tiba dia teringat Nia. Dan mencoba menelponnya. Terdengar bunyi sambungan dari telfon Alea.
" Ya halo Alea." kata Nia.
" Lo dimana Nia." kata Alea.
" Gue lagi siap siap mau ke toko buku, ada yang perlu gue beli." Jawa Nia pada Alea.
" Gue ikut Lo deh, sebentar lagi gue sampai rumah Lo." kata Alea.
__ADS_1
" *Baik lah." kata Nia.
Setelah* sampai Alea membunyikan klakson mobilnya. Tak lama keluarlah Nia dari dalam rumahnya. Dan mereka pergi bersama sama.
Di sebuah toko buku Alea dan Nia tampak asik memilih buku buku yang mereka inginkan.
Namun tiba tiba " bruaaakkkk."
" Aaawwwww." kata Alea. Ia terjatuh lumayan keras. Karena ada yang menabraknya dari belakang.
" Maaf mbak saya ga sengaja." kata laki laki itu yang tak lain adalah Bimo.
" Loooo." kata Alea dan Bimo bersamaan.
" Lo itu kebiasaan ya buat orang celaka." kata Alea.
" Ehh Lo enak aja, Lo itu yang berdiri di tengah jalan. " kata Bimo tak mau kalah.
" Lo ya memang gak pernah mau kalah." kata Alea kesal.
" Temen Lo tuh udah tau nabrak gue palah nyolot lagi." kata Alea
" Gue tadi udah minta maaf." kata Bimo
" Minta maaf Lo ga ikhlas, mana ada minta maaf sambil nyolot." jawab Alea.
" Udah deh Alea, kita pergi aja,malu di lihat banyak orang." kata Nia sambil menarik Alea pergi.
Sambil jalan Alea tak hentinya mengumpat keluar dari toko buku itu menuju parkiran yang berada d sebrang jalan.
Tiba tiba datang mobil melaju dengan kencang di saat Alea mulai menyebrang jalan.
__ADS_1
" Alea awas,." kata Nia.
Alea pun kaget dan refleks menghindar, namun masih sempat terserempet. Dia terjatuh dan kepalanya tak sengaja terbentur aspal. Alea masih sedikit sadar, namun dia mulai mengingat memori yang dulu sempat terlupakan. Alea merasakan sakit luar biasa di kepalanya dan mulai hilang kesadaran.
Nia mulai panik dan minta bantuan kepada orang yang melihat Alea agar segera telefon ambulans. Namun tiba tiba tubuh Alea di gendong oleh seorang pria yang tak lain Nick menuju mobilnya.
Nia mengikuti Nick,karena dia tidak ingin Alea kenapa-kenapa.
Sampai di mobil Bimo membukakan pintu mobil,dan Nick mulai memasukkan Alea ke kursi belakang.Nia pun duduk di belakang menemani Alea.
Nia pun mengambil ponselnya untuk menghubungi paman Alea.
"Halo... ini siapa." kata paman.
" Halo paman, ini aku Nia sahabat Alea." kata Nia.
" Ohh.. Nia ada apa." jawab paman.
" Alea tadi sempat terserempet mobil paman. Dan sekarang dia pingsan." jelas Nia.
" Apa....! Bagaimana bisa. Bukannya ada bodyguard yang menjaganya." kata Cristian.
" Tidak paman, Alea tadi menjemputmu sendiri." kata Nia.
" Di rumah sakit mana dia sekarang." kata Cristian menahan kemarahannya. Karena dia tau ini pasti ulah Alea yang tidak ingin di jaga bodyguard.
" Nanti aku akan SMS paman alamat rumah sakitnya." kata Nia
" Baiklah." kata Cristian. Panggilan pun terputus.
Setelah sampai Bimo memanggil perawat untuk membantunya, sementara Nick menggendong Alea masuk ke dalam rumah sakit. Di sana sudah ada Bimo bersama perawat yang membawa berangkar pasien.
__ADS_1
Nia segera mengirim pesan kepada paman Alea setelah Alea masuk ke ruang perawatannya.
Dia juga berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang serius pada Alea.