
Dengan kesal Alea melanjutkan perjalanannya menuju tempat dimana sahabatnya menunggu. Di dalam pikiran Alea pasti sahabatnya itu sudah menggerutu karena menunggu terlalu lama. Terlalu asik dengan pikirannya Alea tidak sadar melewati segerombolan laki laki yang sedang bermain basket.
" Dukkk...." tiba tiba bola basket mengenai kepalanya.
" Hei... kalian bisa bermain atau tidak...!" kata Alea dengan wajah garangnya. Karena moodnya juga sudah rusak dengan kejadian sebelumnya.
" Kenapa kau menyalahkan kami, salahmu sendiri kenapa berjalan sambil melamun." jawab sang pelaku pelempar pola.
" Kau sudah bersalah kenapa kau balik menyalahkan aku.." jawab Alea semakin kesal.
" Tidak semua kesalahanku, itu juga kesalahanmu...!" jawab sang pelaku tidak mau kalah.
kau kau... ahh sudah lah, aku bisa terlambat jika meladeni orang seperti mu yang tidak mau mengakui kesalahan." kata Alea lagi.
" Aku minta maaf atas namanya." tiba tiba sang datang.
"ahh sudahlah, aku malas membahasnya lagi." kata Alea berlalu pergi. Tapi sebelum itu iya mengambil bola yang tadi sempat mengenai kepalanya.
" Hei.. jangan bawa kabur bolanya." kata pelaku yang melempar bola pada Alea.
" Aku tak tertarik." kata Alea sambil melempar bola itu tanpa melihat, ternyata bola itu masuk kedalam ring basket.
" whaatt.." kata pelaku pelempar yang tak lain bernama Bimo." Ternyata dia kuat juga." Tambahnya.
__ADS_1
Sementara sang kapten hanya melihat kemana perginya Alea dengan tatapan penasaran.
setelah sampai tempat tujuannya,dia celingukan mencari keberadaan Nia
" Alea sini." kata Nia. "Kenapa kamu lama sekali." Aku sudah sudah ubanan menunggumu." kata Nia kesal.
" Jika begitu aku akan menyiapkan satu makam khusus untukmu." kata Alea asal.
" Kau ini.. ingin mendoakan aku cepat mati ya." kata Nia kesal.
" Aku hanya memberi jawaban yang pas untuk katamu yang tadi." jawab Alea.
"Ahh sudahlah, bisa benar benar tua aku jika berdebat denganmu." kesal Nia.
" Kau memang lebih tua dari ku, mohon sadar diri kawan." kata Alea dengan menahan tawa.
Nia sangat menyayangi Alea, karena Alea tidak sombong kepada para karyawannya. Dia pun tidak ingin identitas nya membuat para karyawan menjadi Canggung padanya. Karena mereka semua sudah di anggap keluarga juga olehnya.
" Sudahlah, ayo kita segera mengurus persyaratan yang kurang." kata Alea.
"Baiklah." kata Nia
Merekapun berjalan keruangan tempat untuk menyerahkan persyaratan tersebut.
__ADS_1
Sementara di tempat lain seorang laki laki dengan wajah khawatir nampak asik mondar mandir di ruang CEO.
" Sayang ada apa denganmu." kata wanitanya.
" Aku khawatir sekarang dia sudah berusia 18 tahun, sebentar lagi dia akan mengambil posisiku." jawab sang suami.
" Kau benar. Kita harus memikirkan cara agar menyingkirkannya." kata wanita itu.
" Aku punya satu cara." kata sang suami.
" Apa itu?" kata sang istri.
" Kita lihat saja nanti saat tiba waktunya." jawab sang suami dengan senyum jahatnya. Setelah itu mereka pun memutuskan untuk makan siang bersama.
Tanpa menyadari jika semua jika perkataan mereka tadi di dengar oleh seseorang yang sengaja meletakkan penyadap suara. Dia pun mengeluarkan tertawa jahatnya. Karena dia sudah menunggu cukup lama untuk hal ini.
nia
bimo
__ADS_1
sang kapten