
Adam telah meminta bodygruadnya datang ke rumah sherina ,, dia juga sudah menghubungi ayah dan ibunya menceritakan apa yang terjadi dirumah sherina,, tadinya ibu adam ingin menyusul tapi di tahan oleh ayah adam karna nanti malah akan mempersulit sherina. Listrik dirumah sherina sudah adam matikan saat selesai menyembunyikan mobilnya dan menenangkan sherina.
"rin apa ada tempat yang tidak bisa dimasuki oleh pembantumu?" bisik adam
"kenapa" tanya sherina
"aku yakin rumahmu sudah dipasang cctv baru setelah sehari kamu gak pulang ke rumah ,terlebih lagi pembantumu bisa dengan leluasa menaruh cctv tanpa ada yang curiga" jelas adam pelan. Sherinapun paham tapi tidak ada ruangan di rumah ini yang tidak bisa pembantunya masuki
"tunggu ada satu kamar..... Ikut aku" jawab sherina setelah dia mengingat ada ruangan rahasia yang bahkan tomipun tidak tau kalau ada ruangan itu di rumah ini.
Adam hanya mengerutkan keningnya saat mengikuti sherina menuju ke arah kamar utama dari rumah ini yaitu kamar sherina. Karna keadaan gelam sherina dan adam berjalan perlahan agar tidak menabrak.
"bukankah jika memang ada cctv ,pasti merka juga bisa melihat kita walau keadaan gelam" tanya sherina sambil terus berjalan
"aku sudah meminta tolong temanku untuk merusak cctv yang ada di rumahmu selama 1 jam dan kita hanya punya waktu 20 menit lagi untuk bersembunyi" jawab adam
"bukankah pembantu itu juga bisa masuk ke kamarmu" tanya adam saat sudah masuk di kamar sherina. Tapi sherina tidak menjawab pertanyaan adam malah menaiki tempat tidurnya.
"rin ay-"
"kemarilah" panggil sherina saat dia merasa sudah menemukan yang dia cari, adam yang bingung hanya menuruti perintah sherina
TAP DRRRRRRRT tembok belakang tempat tidur sherina bergeser
"rin inii-" belum sempat menyelesaikan perkataannya adam sudah di tarik sherina untuk masuk ke ruang rahasia.
TAP DRRRRRRRT tembok itu pun kembali tertutup dan lampu-lampu di dalam ruangan itu mulai menyala satu per satu
"ini adalah ruangan yang dulunya aku buat untuk bekerja dan menyipan arship data perusahaan dan di ruangan ini aku sudah menyiakan berbagai kebutuhan jadi setidaknya walaupun kita tidak keluar sampai minggu depan kita tidak akan kelaparan" terang sherina.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita, mulai membahas wartawan yang ada di depan" jawab adam setelah melihat perlengkapan elektronik di kamar itu dan ternyata bisa mengakses internet dengan mudah.
SKIP
"SIAL,,,,, tidak bisakah kalian bekerja dengan cepat ,, harus berapa lama lagi kalian memperbaiki kamera pengawas itu HAH" tomi meluapkan amarahnya dengan membentak orang yang dia pekerjakan untuk mengawasi sherina melalui cctv yang dia pasang diam-diam .
"t-u-a-n kam-eranya su-d-ah bisa di akses" jawab salah satu pekerja di sana dan tomi pun langsung berlari ke pekerja itu dan mendorong pekerja itu hingga jatuh dari kursinya.
"kemana sherina kenapa gak ada di layar OH ,,,, HEEIII BUKAN KAH KAU BILANG SHERINA SUDAH MASUK KE DALAM RUMAH" marah tomi sambil trus melihat ke layar komputer di depannya,, dia pun menggeser-geser mouse komputer itu dengan kasar karena dia tidak juga menamukan sherina di layar komputer itu.
" AAAAAA SIAL" kesal tomi
TOMI POV
Sialan sebenarnya kemana dia ,,, baru cctv rusak sebentar dia sudah menghilang para preman yang aku suruh berjaga didepan rumahnya juga mengatakan kalau dia tidak keluar rumah. Si adam sialan itu juga udah pulang, mobilnya udah gak ada sebelum pembantu bego itu pulang.
Aku harus masuk kerumah itu untuk memastikan nya tapi aku gak punya akses rumah itu aarg sial,,, jadi dia udah ngerencanain ini saat merenovasi dan mengganti barang-barang di rumah itu ,,sial
"ya aku bisa mengatakan kepada sherina kalau wanita-wanita itu yang merayuku meskipun sudah ku tolak, mereka masih tetap mengejarku"
hahhaha kenapa aku tidak terfikirkan olehku untuk menjadikan rani sebagai kambing hitam hahaha
TOMI POV END
NORMAL POV
Sherina dan adam masih berada di ruang rahasia , mereka sedang berfikir bagaimana caranya untuk menyingkirkan para preman itu dan cctv di rumah sherina. Jika saja ini semua memang hanya perbuatan tomi, sherina tidak akan sepanik ini, yang di khawatirkan sherina ayahnya ikut adil dalam keadaan ini ,maka sherina tidak akan mudah untuk mengambil alih perusahaan ibunya
adam yang melihat kekhawatiran di wajah sherina memcoba untuk menenangkanya, walau sebenarnya adam tidak mengerti kenapa sherina terlihat begitu khawatir.
__ADS_1
"rin orang suruhan ayah sudah berhasil mengusir wartawan di depan pagar sekarang hanya tinggal cctv rumah ini"
"untuk cctv sedikit sulit karna tomi mungkin memasang ratusan camera di rumah ini, menurut sifatnya satu ruangan 10 camera itu mungkin, dan setiap ruang di rumah ini mungkin ada cctvnya termasuk kamar mandi" jelas sherina
"sampai rumahmu aman ayah menyuruhmu tinggal di rumahku" ucap adam sambil melihat ke ponsel miliknya.
"tidak usah berlebihan, mana mungkin sampai rumah ini semembahayakan itu, aku akan tetap tinggal disini" sherina bersikeras tinggal di rumahnya karna tak ingin terlalu melibatkan adam dalam balas dendamnya.
"lihat ini" ucap adam sambil memperlihat video di ponselnya kepada sherina.
"ini" kaget sherina sampai menutup mulutnya.
"benar, sepertinya mereka suruhan ayahmu untuk itulah mereka dengan bebas masuk kedalam rumahmu bahkan orang suruhanku tidak akan menghalangi mereka masuk karena mereka membawa tanda pengenal keluargamu" ucap adam menjelaskan sedangkan sherina hanya mampu menutup mulutnya karna yang dia takutkan terjadi ,ayahnya ikut andil dalam hal ini.
"tunggu apa di rumahmu ada pemadam automatis, mereka membawa anjing" sambung adam saat melihat rekaman cctv,
"ada,,,,, tapi tombolnya ada di sebelah pintu kamarku" jawab sherina.
"aku akan meminta bantuan temanku untuk menyalakan pemadam itu" jawab adam seraya mengirim pesan ke teman yang dia maksud tadi.
"apa ada ruangan tanpa pemadam" tanya adam
"ada..... ruangan ini" jawaban sherina membuat adam diam sebentar lalu melihat ke arah sherina
"ada apa denganmu sejak melihat rekaman tadi kau jadi lebih menghawatirkan" tanya adam
"bukan apa apa ,,, aku hanya lelah" jawab sherina tak ingin mengatakan yang sebenarnya.
"ooh" sebenarnya adam tau ada yang di sembunyikan oleh sherina,, tapi adam tidak ingin memaksa sherina untu bercerita kepadanya .
__ADS_1
'tunggu......pemadam automatis ...' sherina berdiri dia ingat di kehidupan dia sebelumnya pemadam automatis juga dinyalakan tapi bedanya dulu dinyalakan waktu malam pertunangan oleh tomi karna ingin membuat suasana romatis padahal itu hanya rencananya saja untuk mengambil mahkotanya dan setelah puas denganku dia bisa bermain dengan rani yang menginap dikamar tamu rumah ini,,, bodohnya dia yang mau di tipu ,, gemercik air pemadam bukan untuk suasana romantis tapi \*\*\*\*\*\*\* rani . Mengingat hal ini membuat sherina semakin marah dan ingin membunuh mereka berdua.
TBC