
Adam dan sherina sampai di kediaman Anggara dani kini mereka tengah berjalan memasuki rumah
"maaf ya soal di pernikahan tadi" ucap adam meminta maaf kepada sherina karena sepanjang perjamuan di sana tadi keluarga besarnya selalu menggrubuni sherina walaupun sudah adam hentikan beberapa kali tetap saja mereka gak mau nyerah buat deketin sherina.
"gak papa dam lagian keluarga besar kamu gak ngasih pertanyaan yang aneh-aneh" jawab sherina. Jujur saja sherina malah merasa nyaman saat disana tadi karna ,semua orang memperhatikan tapi tidak terlalu over, tapi juga tidak mengabaikan dia seperti ketika dia berada dirumahnya sendiri.
"lagian kan kamu nemenin waktu disana haha kamu udah kayak pengawal ,,ngikut aja aku kemana-mana" ucap sherina
"ya kan gak mungkin aku ninggalin kamu sendiri nanggepin kebarbaran keluarga ibu aku" jawab adam .
"udah kali berduannya ngobrol dulu sini sama mama ..papa berduan mulu dari kemarin" ucap ibu adam ,saat melihat adam dan sherina masuk rumah, langsung menuju ke lantai 2 kamar adam.
"malam tante, om" sapa sherina tapi saat sherina akan menghampiri mereka tangannya di cegah oleh adam.
"entar aja ma ngobrolnya kita mau ganti baju dulu" jawab adam. Lalu mengajak sherina naik ke kamarnya.
"dududuh mirip siapa anak itu" dumel ayah adam
"masa gak sadar pa" tanya ibu adam, dan ayah adam hanya tersenyum
"adam tu persis banget sama kamu pa ,,, sat setnya ,,, lolanya ,,,hadeeh" keluh ibu adam
"kok ke aku semua sih sayang" protes ayah adam gak terima
"lah emng iya kok hahah" ucap ibu adam sambil tertawa, sedangkan ayah adam hanya memeluk pinggang ibu adam.
"tapi ma merekatuh apa gak sadar ya kalo ,,mereka itu setiap hari barengan ,,,tidur satu kamar lagi,, masa iya gak ada yang ngeh" tutur ayah adam yang heran dengan kelakuan adam dan sherina.
"makanya pa mama kan minta bik imah buat nyiapin kamar tamu untuk sherina kita liat reaksinya adam,, biar dia gercep buat ngasih kita mantu haha" ucap ibu adam sambil tertawa.
"iya ma ,,papa juga udah gak sabar buat punya mantu ,,tapi ma kalau masalah cucu kita serahin aja ke anak-anak kita gak usah ikut-ikut" ucap ayah adam
"iya pa mama juga gak mau ndesak mereka kok,, penting mereka nikah dulu" jawab ibu
"tapi mereka kok lama banget ya pa" tanya ibu adam , karena sherina dan adam gak turun-turun dari tadi padahal udah hampir setengah jam.
DIKAMAR ADAM
Ternyata adam dan sherina sudah berganti pakaian dan tengah berdikusi tentang perusahaa ibu sherina di kamar adam.
__ADS_1
"jadi kau berhasil berdiskusi dengan ayahmu, saat kau disuruh pulang tadi pagi" tanya adam
"ya,, dan aku tidak tau kalau membuat ayah setuju akan semudah itu,, tapi itu semua berkat bantuan penghianatan tomi sama rani" jawab sherina
"tunggu .....maksudmu berkat tomi dan rani apa maksdnya" tanya tomi gak mengerti dengan maksud ucapan sherina.
"jadi gini saat aku pulang......." dan sherinapun menceritakan kejadian dirumahnya saat itu dari dia baru tiba sampai saat dia bernegosiasi dengan ayahnya
FLASBACK
"gini paa gimna kalau.....aku yang akan membiayai proyek papa dan mencarikan papa panter bisnis untuk perusahaan kan dengan begitu papa bisa menjalankan bisnis dengan nyaman gimana pa?" tawar sherina sambil ngeluarkan smriknya ke arah 2 rubah di samping ayahnya
"kamu akan membiayai proyek papa dan mencarikan panter untuk perusahaan kedepannya" tanya ayah sherina
"ya....tapi aku tidak akan menyerah kan butik dan rumahku ke KAK RANI sebagai gantinya fila di puncak akan aku berikan untuk rani sebagai hadiah pernikahan, gimana pa"
"paaaa rani mau rumah kak yang di tengah kota aja ,,gak mau fila puncak pa" rengek rani ke ayah sherina
"diam rani" perintah ayah sherina
"jadi selain proyek yang sedang ayah kerjakan sekarang kamu akan menjamin jalannya proyek-proyek papa kedepannya, lalu untuk patner kerjasama kamu juga akan mencarikannya untuk papa sebagai ganti untuk butik yang akan kamu serahkan ke rani lalu untuk rumah kamu akan menukarnya dengan villa di puncak" tanya ayah sherina memastikan
"sayang,,,, rani kan pengen rumanya sherina bukan villa,,,, dan lagi kalau sherina cuma ngebantu proyek kantor aja rani gak bakalan bisa bantu kamu kerja sayang" ibu tiri sherina berusaha untuk mencegah ayah sherina untuk menyetujui usul sherina
"baiklah papa setuju sama persyaratan kamu" ucap ayah sherina tanpa peduli dengan pendapat ibu tiri sherina dan rani . Sedangkan sherina tersenyum penuh arti.
"kalau gitu papa tanda tangani ini ,,, sherina udah nyiapin berkasnya" ucap sherina
FLASBACK OFF
"bagaimana kamu bisa yakin kalau ayah kamu bakalan setuju dengan usulmu bahkan kamu sudah menyiapakan berkas-berkasnya" tanya adam setelah mendengar cerita sherina
"karna ayah jelas akan lebih memilih yang menguntungkan buat dirinya sendiri dari pada orang lain meskipun itu adalah anaknya sendiri" jawab sherina
"lalu rencanamu selanjutnya" tanya adam
"untuk sementara aku akan benar-benar membiayai proyek ayah lalu aku akan mengalihkan data-data perusahaan atas namaku , mungkin nanti aku akan merepotkanmu untuk kerjasama pertamaku di perusahaan ibu" terang sherina
"kamu bisa meminta bantuanku kapanpun, jangan ragu untuk mengatakannya" jawab adam
__ADS_1
"sepertinya kita harus segera ke bawah ,aku yakin mama sama papa kamu udah nungguin kita dari tadi" ucap sherina seraya berdiri
"bawalah selimut lipis, kau akan kedinginan seperti kemarin nanti, aku heran kenapa kamu gampang kedinginan padahal penghangat ruangan selalu menyala" tutur adam sambil memakaikan selimut tipis ke pundak sherina
"makasih,,, ini sudah bawaan dari lahir ,,, suhu tubuhku memang cenderung dingin" jawab sherina sambil berjalan bersama adam menuju ruang keluarga.
Saat sampai di ruang keluarga ayah dan ibu adam sedang menonton televisi dengan bahagia bahkan mereka sampai tertawa,
"heii kalian gak malu di lihat sherina ,,,malu sedikit sama umur" celetuk adam saat sudah berada di ruang keluarga , mereka disuruh kebawah malah ditinggal mesra-mesraan pikir adam.
"siapa suruh kalian lama,, kenap iri ya gak bisa meluk-meluk" ucap ayah adam yang malah memanas-manasi dengan memeluk ibu adam di depan mereka
"waa kita ganggu ya om,, ya udah deh om sherina balik ke kamar lagi aja" goda sherina
"iya nih kayaknya kita ganggu deh rin ,,,lagian ya pa siapa yang gak bisa meluk hmmm" tantang adam sambil memeluk sherina dari belakang dan meletakan dagunya di pundak sherina sama seperti saat di acara pernikahan mitta ,keponakannya ibu adam. Sherina yang dipeluk sepeeti itupun hanya menepuk tangan adam yang ada di perutnya
"eeee anak ini ,,,, belum juga diblamar udah main peluk-peluk aja" ujar ibu adam
"lagian papa yang ngajarin" jawab adam masih memeluk sherina padahal ayahnya sudah melepas pelukannya keibunya
"yaa papa sudah gak meluk mama ,kamu masih enak-enak meluk ,,,alesan aja kamu" ujar ayah adam
"iya ini anak ,,,,, gak bisa di biarin......biiiiik bik imah ,,, tolong beresin kamar tamu sherina biar tidur dikamar tamu" ucap ibu adam
"enak aja gak ada ... Gak usah bi gak jadi" teriak adam. Sambil mepererat pelukanya ke sherina. Sherina pun hanya diam pasrah karna melawan pun percuma karna adam masih cekcok dengan orang tuanya.
"enak aja apanya kamu itu yang enak aja... Jadi bi cepet bersin" ucap ibu adam
"ma" kesal adam
melihat reaksi adam yang sudah mulai kendalipun ayah adan ibu adam tertawa. Sedangkan sherina mencubit pipi adam dengan posisi masih dipelukan adam dari samping
"kenapa membentak mama hmm" tanya sherina tapi adam malah menyembunyikan wajahnya di cengkuk sherina
"habis mama reseh"
TBC
__ADS_1