Bantu Aku Untuk Hidup

Bantu Aku Untuk Hidup
Chapter 22 Serasi


__ADS_3

Hari ini sherina menjadi pasangan adam dalam pesta perusahaan ayah adam. Hampir semua orang memandanginya mulai saat dia baru masuk ke tempat pesta sampai sekarang hal itu membuat sherina sedikit risih untuk itulah sedari tadi sherina masih menggandeng lengan adam dan selalu mengikuti adam. Adam sendiri tidak keberatan,, terus mengandeng sherina selama pesta.


"kenapa semua orang memandangiku hmm" bisik sherina ke adam


"mungkin karna kamu terlalu cantik" jawab adam


"berhentilah bercanda" kesal sherina adam menanggapinya hanya dengan senyuman


"hai adam udah lama om gak liat kamu....kemana aja" tanya salah satu teman kolega sekaligus teman dekat ayahnya


"hai om....biasa lah om anak muda kerja ama cari tempat buat main" jawab adam


"jangan hanya kerja sesekali mainnya ke tempat om aja" ucap kelega ayah adam


"iya om.....mungkin dalam waktu dekat aku akan mengunjungi kantor om" jawab adam


"kok ke kantor ke rumah aja gak amsalah walaupun itu untuk membahas bisnis" ucap kolega ayah adam


"yakin nih om" tanya adam


"iyaa.....tapi ngomong-ngomng siapa ini,,, om belum pernah melihatnya" tanya kolega ayah adam seraya melihat ke arah sherina,, yang dari tadi hanya diam melihat percakapan adam dengan kolega ayah adam

__ADS_1


"aah ini sherina om,,,, rin kenalin ini om Bayu temen papa sekaligus panter kerja papa" ucap adam memperkenalkan sherina ke bayu teman ayahnya.


"hallo om,,, sherina" sapa sherina dengan senyuman dan menjabat tangan teman ayah adam.


"hallo... Sherina .....kamu benar-benar cantik.... Pantas saja papamu menggunakan permata sebagai tema pesta kali ini ternyata dia ingin memamerkan permata dari anaknya yang tampan ini" ucap pak bayu menggoda adam.


"hahhaha" adam hanya tertawa saat mendengar penuturan pak bayu. Sherina pun menyikut adam untuk bertanya maksud perkataan om bayu tadi. Adam hanya tersenyum dan melepas gandengannya dan beralih memeluk pinggang sherina.


"tapi om sepertinya pernah melihat nak sherina tapi om lupa diman- aaah butik queen" ucap pak bayu


"iya om saya kerja di butik queen" jawab sherina


"enggk om kita cuma temenan ,,,sekarang saya juga cuma pasangan adam buat adam pesta aja kok" jawab sherina yang tidak ingin pak bayu salah paham akan hubungan dia dan adam.


"hahha" bukannya menjawab penjelasan sheeina pak bayu malah tertawa. "kalau aja nak sherina gak memakai perhiasan milik anggara om bakalan percaya,,, tapi nak sherina,,, kamu memakai perhiasan itu semua bagai mana orang akan percaya dengan sangkalanmu hmm hihihi" lanjut pak bayu sengan senyuman diwajahnya.


"om berhenti mengoda sherina" ucap adam


"iya iya tapi bener nak sherina keeja di butik queen" tanya pak bayu sambil melihat ke arah sherina.


"iya om... tapi jarang ada di butik" jawab sherina...sebenarnya sherina masih agak bingung dengan perkataan pak bayu yang tadi tapi sherina coba abaikan 'nanti aja tanya adam' pikir sherina

__ADS_1


"pantas saja aku seperti pernah melihat mu ,,,,aku sering kesana mengantar istri dan anakku" ucap pak bayu


Mereka pun terus mengobro kadang ada menghampiri mereka lalu pergi,,,, sampai tiba di pertengahan acara sherina melihat ayahnya berada di pesta itu.


"dam ayah di undang" tanya sherina ke adam dengan bisik-bisik


"enggk tau emng kenapa"jawab adam dengan berbisik pula


"liat kearah jam 10" jawan sherina. Adam pun melihat ke arah yang di tuju sherina dan benar ayah dan ibu tri sherina berada di pesta itu bahkan rani dan tomi juga.


"mungkin papa yang ngundang mereka....inget rin kendalikan emosimu.....jangan sampai membuat papamu curiga" ucap adam dengan berbisik. Sherina tidah menjawab ucapan adam malah hanya tersenyum ke pak bayu.


"aduh ini om kelamaan ngobrol sama kalian sampai lupa kalau om belum ke papa kamu" ucap pak bayu yang baru sadar kalau beliau belum bertemu dengan ayah adam.


"hahah ya udah om ,,,om samperin om anggara aja dulu biar nanti om anggara gak marah-marah sama om bayu" ucap sherina


"iya om" jawab sherina dan adam barengan


Pak bayu sudah pergi tapi tak beselang lama keluarga ibu adam langsung mengkrubuni mereka dan mengatakan kalau mereka seraai.


Saat adam dan sherina sibuk dengan kelurga besar ibunya ada seseorang yang menatap sherina jengkel.

__ADS_1


__ADS_2