Bantu Aku Untuk Hidup

Bantu Aku Untuk Hidup
Chapter 7 Keluarga


__ADS_3

Sherina tengah berada di ruang keluaga, rumah adam dan sedang mengobrol bersama kedua orang tua adam. Awalnya sherina ragu saat mereka mengajaknya untuk ikut kumpul di ruang keluarga sherina takut mereka akan membahas pertungannya tadi tapi mereka tidak membahas tentang pertungan sherina sedikitpun. Ada kalanya ayah adam menanyakan tentang butiknya dan memberikan saran ke sherina untuk bagaimana menjalin kerjasama di luar negri agar semakin meluaskan pasaran pelanggan butiknya. Sherina senang berada di tengah-tengah keluarga tersebut Tuan anggara yang seriua tapi juga suka bercanda, Nyonya anggara yang lembut ,santai tapi tetap tegas dan elegan membuat sherina betah berada disana.


"sherina ini sudah malam waktunya istirahat, kamu tidur sini aja ya ,, gak baik kamu pulang malam-malam" ibu adam menawarkan untuk tidur di rumah anggara malam in


"enggk usah tante gpp kok udah biasa pulang malam,, lagian sherina juga pulang ke rumah sherina sendiri kok tante bukan ke rumah utama" jawab sherina tak enak


"enggk usah pulang,, tidur sini aja,, mama sama papa juga gak papa kok kalau kamu tidur sini" bujuk adam agar sherina tidur di rumahnya


"aiiihh sudah ya om sama tante tidur dulu ya nak erin, kalian rundingan aja dulu,,,, gomana maunya (sambil melihat ke arah adam) ,,,, om mau manja-manja dulu sama tante,,, ayo ma" ucap ayah adam sambil menggoda mereka berdua.


"dasar gak sadar umur" sahut adam


"hahhahaha" ayah adam yang mendengarnya pun hanya tertawa


Setelah tuan dan Nyonya anggara pergi, mereka berdua hanya diam sibuk dengan pikiran masing-masing.


"tidur sini aja ya,, khawatinya nanti tomi nyusul kamu ke rumah kamu" bujuk adam lagi tapi kali ini dengan suara yang lembut.


"tapi dam aku udah ngerepotin banyak hal ke kamu dan aju gak mau kalau sampai harus bergantung sama kamu" jawab sherina


"aku tau,, tapi kamu pulang pun gak akan tidurkan ,,,kamu paling juga bakalan kerja jadi mending kerjanya disini" 'ama aku' adam hanya berani melanjutkan perkataannya dalam hati.


sherina diam cukup lama untuk ini karna yang dikatakan adam memang benar.


"baiklah" ucap sherina setuju


"okeee kalau begitu ayo ke kamarku" ajak adam semangat


"kenapa ke kamarmu" kaget sherina


"ruang kerjaku jadi satu dengan kamarku sherina cantik berhenti berpikir yang tidak-tidak" jelas adam sambil menyentil kening sherina


"oummm hihihi" sherina meringis tapi setelah itu malah cekikikan


Merekapun bejalan menuju kamar adam di lantai 2 dengan sherina yang mengikuti langkah adam.


"hei kapan aku berfikir kotor" ucap sherina saat dia baru sadar ucapan adam tadi , sherina pun memukul pantat adam dan memasang wajah sebal


"hahhaha kau baru sadar sekarang,,, kemana saja pikiranmu tadi" bukannya merasa bersalah adam malah tertawa dan merangkul sherina sambil terus berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


SKIP


"bagaimana bisa sherina tau semua kelakuanku arrg " "prang" tomi yang tidak terima di permalukan oleh sherina pun membanting semua benda di kamarnya. Tomi saat ini ada di rumah orang tuanya kakaknya menyeretnya pulang agar tidak berbuat yang lebih memalukan lagi.


"TOOMIII KELUAR KAMU" suara dari arah ruang tamu membuat tomi kaget dan takut


"ayah" lirih tomi. Tomi kebingungan untuka bersembunyi "aaah aku harusnya tidak pulang ke rumah ini" gunam tomi


"TOMIIII KELUAR SEBELUM AYAH MENYERETMU" dengan teriakan ayah tomi yang terakhir tomi keluar dari kamar


"iya p-"


"prang" belum sempat menyelesaikan perkataannya tomi sudah di lempari vas bunga oleh ayahnya untungnya tidak mengenai wajah tomi.


"KAMU BENAR-BENAR MEMBUAT KELUARGA MALU TOMI "bentakan ayah tomi terdengar ke penjuru rumah "aku sudah mengatakan padamu jaga kelakuanmu saat menjadi kekasih sherina karna itu adalah satu-satunya hal yang membanggakan darimu selama ini,, TAPI KENAPA kamu malah melakukan hal ceroboh " marah ayah tomi


"ayah membiarkan mu hidup diluar membelikanmu apartemant karna kamu bilang itu untuk menarik sherina lebih dekat denganmu bukan untuk membuat rumah pelac*rMU" lanjut ayah tomi


Tomi yang melihat kemarahan ayahnya hanya bisa diam menunduk ketakutan, selama ini tomi tidak pernah dianggap oleh ayahnya tapi setelah tau tomi berpacaran dengan sherina ayahnya berubah jadi memanjakanya apapun yang dia butuhkan pasti di penuhi.


Tapi sekarang sherina malah membatalkan pertungan mereka dan menyebarkan foto-fotonya. Bagaimana dengan kehidupan dia nantinya,, tomi terus berpikir agar ayahnya tidak marah lagi


"sherina sengaja memasukkan obat perangsang keminumanku berkali-kali ayah,,, pertama kali aku di jebak bersama adiknya di hotel setelah itu banyak wanita lainnya ayah dia sengaja melakukannya padaku aku tidak tau kalau dia akan memfotoku lalu menyebarkannya ayah ,,,, ayah tau aku tidak mudah dirayu" tomi mengarang cerita agar ayahnya tidak memarahinya lagi.


"kalau tidak bagaimana bisa dia mempunyai foto-foto yang bahkan aku sendiri tidak punya ayah" desak tomi agar ayahnya percaya


"aaaa sial" ayah tomi pun pergi


"aku akan membalasmu sherina" geram tomi


SKIP


Sinar matahari menembus cendela kaca kamar adam , yang membuat adam pelahan terbangun dari tidurnya


"mmmm sudah pagi" gunamnya. dan saat adam melihat ke dada kirinya yang terasa berat sherina tengah tertidur sambil memeluknya dari samping


"cantik" guman adam 'untung aku mengajaknya kerja di sofa ini bukan di meja kerjaku, kalo tidak,,, aku tidak akan merasakan dipeluknya saat tidur' guman adam dalam hati sambil tersenyum. Adam merasakan pergerakan di pelukannya.


"pagi" sambut adam saat melihat sherina membuka matanya perlahan.

__ADS_1


"pagi" sahut sherina serak, sherina yang kaget dengan kedua tangannya yang memeluk adam pun langsung melepaskan pelukanya. Sherina pikir dia tidak akan bisa tidur, setelah kejadian kemarin tapi saat baru membuat seketsa pakaian dia malah tertidur.


"mau mandi duluan atau aku duluan" ucap adam


"kau duluan saja aku tidak mandi" jawab sherina


"haaaa yang benar saja kau tau selluruh tubuhmu bau air liur hiii" kata adam dengan ekspresi jijik


"aku tidak membawa baju ganti adaaam" sherina masih lemas saat bangun tidur tapi adam sudah mengajaknya bertengkar.


"aku punya 1 gaun kau bisa memakainya,,,, jangan memikirkan yang tidak-tidak itu gaun yang tidak aku luncurkan di proyek" adam menjelaskan agar sherina tidak memandang dia aneh.


"ooum" sherina hanya bergunam seraya tersenyum.


"sudah kamu mandi dulu saja aku mau ngirim file ke jeno dulu" ucap adam.


"oo oke" dan sherina pun pergi mandi terlebih dulu.



Beberapa saat kemudian


"aku sudah selesai giliranmu yang mandi ,,,bauuu" ucap sherina dengan gaya menutup hidungnya


"huh dasar,, awas saja ,,,, pakaianmu sudah ada di atas tempat tidur dengan perlengkapannya" ucap adam dengam smrik andalannya. Sherina yang tidak mennaggapi nya pun langsung menuju tempat tidur dan


"ADAAAAM" teriak sherina, karna adam menyiapkan pakaiannya beserta pakaian dalamnya yang di tata di atas gaunnya.


"Hahahhaha" tawa adam di kamar mandi.



20 menit adam selsai mandi, adam keluar dari kamar mandi menuju walk in closet miliknya tapi saat melihat sherina dia terdiam



"sudah selsai menatapku"


TBC

__ADS_1


__ADS_2