Bantu Aku Untuk Hidup

Bantu Aku Untuk Hidup
Chapter 8 Menciummu


__ADS_3

"loh kok kalian udah bangun,,,, rin udah biar bik imah aja yang masak kamu ngapain di situ" ucap ibu adam saat menuruni tangga bersama suaminya dan melihat sherina dan adam memasak di dapur.


"adam kamu itu gimana sih masa erina kamu ajak masak pagi-pagi gini,,, udah rin sini tinggalin adam masak sendirian" timpal ayah adam yang membuat sherina tertawa sedangkan adam merenggut kesal.


"pa sebenarnya anakmu itu yang mana sih" sahut adam kesal.


"hahhaha tapi kalian sedang masak apa bukan kah dimeja makan sudah ada makanan untuk kalian atau kurang" tanya ayah adam


"saya lagi buat kue sus sama cup cake om,,,, soalnya tadi waktu saya bangun bik imah udah selsai masak jadi saya bikin kue aja om hihi maaf ya om tante minjem dapur gak bilang-bilang" jawab sherina gak enak karna udah makai dapur keluarga anggara tanpa ijin.


"aduuh gak papa sayang kamu pakai aja,,, tapi kamu suka masak kok kayaknya tadi seru banget masak sama adam" tanya ibu adam


"dia itu hobi masak ma ,,dan rasanya hmmmm (sambil ngajungin jempol) bikin aku betah makann dirumah" terang adam menjawab pertanyaan ibunya dan di hadiah i cubitan di pinggang oleh sherina.


"gak usah berlebihan aku jadi malu" bisik sherina ke adam dan dibalas dengan ringisan adam.


Ayah dan ibu adam saling pandang heran pasalnya adam adalah anak yang rewel soal makanan bahkan dirumah dia sering hanya makan satu suapan karna tidak cocok dengan rasa masakan itu.


"waaaaa kalau gitu nanti mama boleh coba ya masakan nak sherina ,,mama jadi pengin" pinta ibu adam


"iya aku juga jadi pengen,,, tapi sayang kita bisa makan di rumahnya entar malam gak papa kan soalnya ini papa mau ada meeting di luar kota dan mama kamu papa ajak" timpal ayah adam


"iya gak papa kok om ,tante entar malam pasti sherina masakin tapi jangan terlalu berharap banyak ya om, tante ,,, adam cuma ngelebih lebihin aja" jawab sherina.


"ya udah kita pergi dulu ya sayang,, adam kamu jangan nakal,, inget masih anak orang" ibu adam memperingati adam.


"iya maa tau" jawab adam sedangkan sherina hanya bingung


"tante sama om gak makan dulu" tanya sherina


"enggak sayang ,, ini om kamu ngajak makan sekalian di tempat meeting nanti,, makanya tadi pagi bik imah masak cuma sedikit soalnya tadi malam udah mama kasih tau kalau om sama tante enggak sarapan" jelas ibu adam dengan tersenyum


"ya udah ya kita berangkat dulu" lanjut ibu adam


"iya tante om (ma , pa) hati-hati di jalan" ucap adam dan sherina berbarengan.


SKIP

__ADS_1


Sudah pukul 2 sore sherina pun menutup laptopnya dan menatap adam di depannya,, yah sherina masih beradi di rumah adam karna tadi dia mendapat telvon dari seketarisnya kalau tomi sedang menunggunya di kantor sedangkan dirumahnya sedang di penuhi wartawan untuk itulah dia tidak jadi berangkat kerja dan bekerja di rumah. Tapi saat mengetahui sherina tidak kadi ke kantor adam malah ikut-ikutan bekerja dari rumah, sekarang mereka sedang berada di balkon kamar adam dan sibuk dengan laptop masing-masing.


"dam belanja yuk buat masak entar malam" ajak sherina ke adam yang sedang duduk didepannya


"didapur juga masih ada bahan masakan" jawab adam tapi masih tetap fokus ke arah laptop yang ada di pangkuannya


"......"tidak ada jawaban dari sherina. Karna tidak mendengar jawaban dari lawan bicaranya adampun mempouse laptopnya dan beralih melihat ke arah sherina


"emangnya kamu mau masak apa" tanya adam lembut ,,sambil menatap sherina ,,sherina sendiripun juga sedang menatap kearah adam.


"apa makanan yang disukai om sama tante dan punya alergi apa" tanya sherina antusias


"hahhaha kau seperti mencoba merayu mertuamu hahhaha" bukannya menjawab adam malah tertawa


"hehe ayah sama denganku tidak makan kacang kalau ibu dia tidak punya alergi makan yang mereka sukai ayam dan jamur-jamuran tidak terlalu suka daging" jawab adam setelah melihat wajah sebal sharina


"oke,,, kalau begitu aku pinjam mobilmu aku ingin belanja-belanja" ucap sherina sambil mengulurkan tangannya ke adam,, karna kemaren malam dia ikut adam dengan tidak membawa apapun hanya membawa ponselnya saja ,, untuk kerja aja sherina pinjam laptop adam.


"aku akan mengantarmu tapi kau harus menganti bajumu" jawab sherina


"aku hanya meminjam sebentar dan kenapa juga aku harus ganti baju" protes sherina


"YAAK DASAR GILA" teriaknya setelah sadar


Setelah beberapa saat sherinapun mandi dan berganti pakaian menuruti adam sherina sendiri heran kenapa dia mau-mau saja di suruh ganti baju oleh adam.


"heh mesum mana kunci mobilmu" minta sherina ke adam. Sherina masih kesal karna adam sudah seenaknya saja menciumnya tanpa ijin dan ini sudah ke 2 kalinya mereka berciuman.


Adam memandang sherina dari atas sampai bawah



" haaaah" adam menghela nafasnya "kenapa setelah ganti baju kau malah semakin cantik oh ,,,,,membuatku semakin ingin menciu-"


"awas saja kalau kau berani"potong sherina sebelum adam menyelesaikan ucapannya.


"hahhaha sudahlah ayoo,,,aku akan mengantarmu ,,,tidak ada tapi tapi an" ucap adam cepat sebelum sherina menolaknya.

__ADS_1


"kau sendiri berdandan tampan kenapa aku tidak boleh terlihat cantik oh"ucap sherina setelah melihat penampilan adam



adam sendiripun memperhatikan penampilannya "hahahhaha" tawanya lalu melepas jasnya dan menyusul sherina yang telah jalan lebih dulu


Sepanjang jalan menuju MALL mereka terus saja mengobrol entah itu tentang fashion, infestasi, bahkan hal-hal receh yang mereka temui di jalanpun menjadi obrolan untuk mereka seolah topik diantara mereka tidak ada habisnya


" Ini masih jam setengah 4 mama sama papa mungkin tiba di rumah jam 8 malaman,, mau lihat pakaian dulu" tawar adam setelah mereka memasuki MALL.


" tentu" jawab sherina cepat



Mereka pu menuju pakaian terlebih dulu dan mencoba pakaian- yang mereka pikir cocok. Jam sudah menunjukkan pukul 5 dan sherina mengajak adam untuk berbelanja bahan makanan


" oke,,, kamu ke supermarket dulu aku akan menaruh ini (menjinjing paperbac) di mobil dulu



Sherina pun berjalan ke arah supermarket tapi saat sherina mengambil keranjang dorong seorang laki-laki mendekatinya dan mengajaknya berkenalan.


"hai" sapa lelaki itu tapi tidak di hiraukan oleh sherina.


"boleh kenalan gak cantik,,, nama aku david ,,, David Mahardika" walaupun tidak dihiraukan oleh sherina laki-laki yang ngakunya namanya david,, tetap mengikuti sherina sambil terus bicara walaupun tidak di tanggapi oleh sherina.


"hei ,, ayolah gak usah jual mahal ,, tenang aja nanti belanjaan kamu aku yang bayarin" david terus bicara sendiri sampai


"sayang dia siapa" adam datang langsung memisahkan sherina dari david dengan menyerobot di tengah-tengah mereka berdua dan memeluk pinggang ,, karna david berdiri terlalu dekat dengan sherina menurut adam.


" ....." sherina yang kaget dengan perlakuan adam pun terdiam sesaat "tidak sayang" jawab sherina setelah sadar dari kagetnya dan memahami maksud adam. David hanya memandangi mereka seolah tidak percaya kalau wanita yang dia ajak berkenalan tadi sudah punya kekasih,, walaupun adam dan sherina sudah berada agak jauh darinya, david masih terus memerhatikan gerakan mereka berdua.


"rupanya saus ini enak kalau dengan stek ayam" ucap adam sambil mengambil saos sambal yang ada di rak


"itu ada kacangnya,, kau mau alergimu kambuh" sahut sherina dan mengambil saos yang di pegang adam


"haaaah" david pun menghela nafas setelah mendengar percakapan mereka.

__ADS_1


TBC


__ADS_2