Bantu Aku Untuk Hidup

Bantu Aku Untuk Hidup
Chapter 9 Menemanimu


__ADS_3

Saat ini sherina tengah memasak untuk makan malam nanti sedangkan adam mengerjakan pekerjaan yang ia tunda tadi.


"dam bisa tolong bawa ini ke meja makan gak" pinta sherina


" oo oke" adam beranjak dari duduknya dan menghampiri sherina.


"ini semua udah selsai" tanya adam


"iya udah ,,tinggal beresin dapur aja" jawab sherina


"biar di bersihin pembantu aja" ujar adam


"udah gak papa,,, sana kamu bawa ini aja ke meja makan" jawab sherina dan terus membersihkan dapur.


"haaa aroma masakanmu membuatku lapar rin" ucap adam dengan manyun dan mengelus perutnya


"sabar yaaaa (sambil ikut mengelus perut adam) tunggu om sama tante hahhah" goda sherina dan pergi meninggalkan adam yang tertegun


".......aaaa sial kenapa di sentuh dikit saja aku sudah panas dingin begini haaaa kamu lagi ngapain bangun segala" setelah terdiam sebentar adam pun ngedumel pada dirinya sendiri dan juga adik kecilnya (?)


" waaaa aromanya harum banget ,,,aku akan membersihkan diri sebentar" ibu adam yang baru datangpun di sambut oleh harumnya makanan yang di buat sherina dan membuatnya buru-buru membersihkan badannya.


Setelah semua orang berkumpul merekapun mulai makan bersama. Adam tanpa komentar terus melahap makanan yang ada di depannya.


"pantes adam suka ama makanan kamu, orang emang enak" ucap ayah adam


"iya pa ini enak banget" timpal ibu adam


"makasih om tante,, maksih pujiannya" ucap sherina sambil tersenyum


"tapi beneran cocok sama lidah om sama tante ,, kalo gak cocok bilang aja gak papa om tante" lanjut sherina yang ragu sama rasa masakannya yang cocok sama ayah dan ibu adam.


"ini enak sayang, lihat aja tu adam lahap bener makannya" ucap ibu adam meyakinkan sherina


"iya rin ,,asal kamu tau aja ya ,, adam tu susah banget kalo masalah makanan, susah cocok sama rasa yang di pengenin" ayah adam menambahkan agar sherina lebih yakin


"paaa" protes adam sambil terus makan.


"hahhaha" tawa ibu dan ayah adam. Mereka semua pun terus makan sambil mengobrol.

__ADS_1


Dan malam itu sherina merasakan kehangatan keluarga yang sudah lama tidak dia rasakan.


SKIP


Tomi yang sibuk mencari sherina tapi tidak ketemu pun merasa kesal sendiri. Kini dia sedang di apartemantnya menunggu kabar dari orang-orang yang dia suruh untuk mencari sherina.


"sial aku sudah seharian mencarinya,,, dikantor gak ada,, di rumah teman-temannya juga gak ada gak mungkin dia oulang ke rumahnya disana banyak wartawan aaarg sialan.... kemana sih si sheeina sialan itu" kesal tomi karna tidak bisa menemukan sherina


SKIP


Dirumah utama sherina, rani sedang uring-uringan karna dia tidak lagi di undang di acara pesta teman-temannya.


"ma,,,, mama harus bantu aku,,,, sekarang temen-temen aku udah mulai ngejauh sama aku" uleh rani ke ibunya


"apa ,, masa kamu di jauhi" ucap ibu rani gak percaya


"iya ma bahkan aku gak di undang ke pesta lajang karina ma..... Mereka semua bilang kalau aku sampai di undang aku bakalan ngerebut calon suami karina" adu rani


"apa... ini pasti karna kejadian di pesta pertunangan sherina batal kemarin ......ini semua gara-gara sherina" ucap ibu rani geram


"iya ma ini semua karna sherina mama harus bantu aku buat mbalas dia ma" ucap rani.


"iya ma" jawab rani


'kali ini kamu habis sherina salah sendiri kamu membuatku malu' batin rani


SKIP


Sherina sedang berpamitan ke ibu dan ayah adam untuk pulang awalnya mereka melarangnya pulang ,apalagi menurut perkataan adam rumah sherina masih di kelilingi wartawan. Tapi sherina tetap bersikeras untuk pulang yang membuat orang tua adam tidak bisa terlalu memaksa sherina untuk tinggal.


" ya udah tapi hati-hati ya..... Kalau ada apa-apa langsung hubungi om apa tante ya.... Adam jaga in sherina" ucap ibu adam


"iya ma.... Udah ya pamitannya keburu malam sherina nya ma ....pamitan kok lama bener kayak gak bagal main kesini lagi aja" dumel adam


"kamu itu" ucap ibu adam gak terima


"hahha iya sayang kamu ini fak ngerti anak kamu lagi mau berduan apa" goda ayah adam


"haaa ini lagi ....malah gak ada habisnya udah ayo rin" ucap adam sambil masuk ke mobilnya 'papa nih bongkar-bongkar aja' ujar adam dalam hati

__ADS_1


"sherina pamit dulu om tante" pamit sherina lalu masuk ke dalam mobil


"besok main kesini lagi ya rin" ucap ayah adam


"sherina usahain ya om" jawab sherina sambil tersemyum


Saat di jalan adam dan sherina terus ngobrol hingga samoai di rumah sherina. Dan saat memasuki halaman rumah sherina para wartawan sudah tidak ada 'mungkin karna sudah malam' pikir sherina. Berbeda dengan adam yang merasa aneh , untuk itu adam ikut masuk kedalam rumah .


"malam non.... Wartawan baru aja bubar 10 menit yang lalu non" pembantu di rumah sherina memberi tau saat sherina bertanya tentang wartawan.


"oo ya udah ,,,, bik tolong buatin coklat panas 2 ya....anterin ke ruang santai"


" iya non"


Sherina mengajak adam ke ruang santai


"rin kayaknya gak adanya wartawan tadi cuma jebakan" adam mengutaran keanehan yang dia rasakan ke sheeina


"gak mungkin dan ngapain juga wartawan jebak aku" jawab sherina


"mungkin aja rin, soalnya wartawan gak akan pergi dari tempat yang mereka datangi sebelum dapet berita "ucap adam


"bener aja yang gue kuatirin" ucap adam sesaat setelah meluhat keluar cendela saat sherina akan melihat keluar cendala adam mencegahnya


"jangan dulu ,,, aku akan menyembunyikan mobilku di garasimu ...lalu suruh pembantumu untuk pulang ,,dia pembantu harian bukan ,,,kalau pembantu itu menanyakan aku bilang padanya kalau aku sudah pulang ,,,, tapi tetap suruh securitymu tetap berjaga, aku akan meminta bantuan temanku oke,,,, jangan panik rina ,,, aku akan keluar sebentar" ucap adam mencoba menenangkan sherina yang terlihat ketakutan karna sekilat sherina melihat para wartawan itu berbadan layaknya seorang preman. CUP adam mencium sherina agar sedikit lebih tenang dan mengelus pipi sherina.


Dan sherinapun menuruti perintah adam ,,dia menyuruh pembantu hariannya pulang dan sesuai kata adam pembantuan itu menanyakan keberadaan adam. Setelah pembantu itu pulang sherina hanya duduk diam sambil melihat ke luar cendela ke arah wartawan itu, dan saat pembantunya keluar sherina melihat kalau pembantu itu berbicara dengan salah satu wartawan.


Selang waktu 5 menit adam datang lagi menghampiri sherina


"pembantumu sudah pulang" tanya adam


"dari mana kamu tau kalau di bersekongkol dengan para preman itu" tanya sherina yang kini berwajah datar. Adam kaget dengan keadaan sherina lekas menghampirinya dan menggenggam tangan sherina.


"rin tenang...jangan terbawa emosi...kendalikan dirimu hm" bujuk adam saat melihat wajah datar nan dingin sherina.


"aku tau ini berat bukan kamu yang salah tapi malah kamu yang di incar .....tapi inget rin ada aku yang menemanimu ,, papa sama mama juga"


Ucapan adam membuat sherina memejamkan mata.

__ADS_1


TBC


__ADS_2