Bantu Aku Untuk Hidup

Bantu Aku Untuk Hidup
Chaper 17 Rasa sakit yang harus dibayar


__ADS_3

Adam baru selsai meting ,, dan langsung meminta laporan tentang proyek yang akan dia buka bersama sheeina. Saat adam memeriksa laporan itu ,tiba-tiba jeno seketarisnya buru-buru menghampiri ,, memberikan berkas


"ada yang harus kamu periksa" ucap jeno saat tiba di hadapan adam dan memberikan berkas yang ia bawa. Adam yang tidak mengertipun hanya menuruti jeno untuk memeriksa berkas yang jeno bawa.


"jen kapan laporan ini kamu terima" kaget adam langsung bertanya ke jeno ,saat melihat berkas yang jeno bawa.


"menurut tangalnya sudah 2 hari yang lalu" jawab jeno


'aaaa beberapa hari ini aku jarang ke kantor' pikir adam


"aku harus bertemu dengan sherina dan membicarakan hal ini" ucap adam serayan merapikan berkas yang diberikan jeno tadi untuk di bawa ke sherina


"eeeee bos .....itu ....kayaknya tadi saya ngeliat mobilnya mbak sherina di parkiran waktu saya masuk tadi" ucap jeno , kafna jeno tadi habis ada tugas di luar. Sebenarnya jeno ingin menghampiri mobil sherina tapi tidak berani.


"hah terus kenapa gak naik sampai sekarang" tanya adam


"enggk paham ,,kata security tadi sih mobil itu udah agak lama parkir di sana" jelas jeno. Mendengar hal itu adam langsung berlari keluar dari ruangannya menuju basment. Sesampainya adam di basment diapun menoleh ke kanan kiri mencari mobil sherina dan saat udah ketemu adampun lari lagi ke mobil sherina.


TOK TOK adam mengetuk kaca mobil sherina.


Adam dan sherina sudah ada di dalam ruang kerja adam mereka berbicara dengan serius. Diwajah adam tidak ada guratan canda seperti biasanya hanya ada wajah serius nan dingin begitu juga dengan wajah sherina


"kamu yakin dengan apa yang udah kamu katakan dam" tanya sherina ke adam ,yang ingin memastikan tentang apa yang dia dengar dari adam.


"kamu bisa lihat sendiri berkas pengajuan kerjasama yang ada di depanmu sekarang,,, proyek yang sedang dikerjakan oleh ayahmu adalah proyek hotel to house, dan penempatanya ada di lahan nenekmu yang ada di pinggiran kota,, menurut luas data itu ,panti asuhan , rumah jompo ,,, dan rumah nenek mu akan di gusur" terang adam


"dasar tua b*ngka gila ,,bagaimana mungkin dia setega itu pada nenek sama kakek,, orang yang sudah melahirkan dan membesarkan ibu ,,, wanita yang hartanya sudah dia rebut" saat mengatakan hal itu air mata sherina menetes dan diapun menangis dalam diam.

__ADS_1


"rin aku memberi tau me tentang ini bukan untuk membuatmu menangis tapi untuk memberitahu agar kamu hati-hati dalam memberi wewenang pengelolahan dana pada ayahmu" ucap dana seraya mengusap air mata sherina. Saat mendengar itu sherina bersyukur karna dia tadi jadi memberikan sertifikat pengelola proyek ke ayahnya dan membuat sherina mengingat kembali percakapan rani dan ibunya. Sherina tidak bisa lagi mengendalikan tangisanya saat mengingat itu, adam pun bingung saat melihat sherina menangis tanpa kendili tidak seperti pertama tadi. Melihat tangisan sherina yang tidak berhenti-berhenti adam memeluk sherina.


"rin aku memang gak tau rasa sakit yang kamu alami sekarang sampai sejauh mana jadi menangislah sekuat yang kamu bisa,, sampai hati kamu merasa tenang" ucap adam sambil mengelus kepala sherina yang berada di dekapannya.


"hiks hiks huaaa hwaaa hiks hiks" mendengar hal itu sherina tak lagi menahan tangisannya bahkan dia gak peduli kalau suaranya terdengar sampai keluar ruangan adam.


Disisilain Doni ayah sherina sedang melakukan pengechekkan wilayah yang akan menjadi tempat proyek pembangunan Hotel to house miliknya. Melihat sekeliling wilayah tersebut ayah sherina tersenyum, dan berkata


"wilayah yang begitu bagus malah di jadikan,, panti asuhan sama panti jompo seharusnya disini dibangun hotel yang mewah,, agar menghasilkan uang untuk ku bukanya rumah buat orang tua s\*al\*n itu,, ini namanya membuang-buang sumber daya" ucap ayah sherina pada dirinya sendiri.


"pak semua persiapan udah beres tinggal nunggu orang-orang yang tinggal di kawasan ini pindah" seorang pegawai menghampiri Doni dan memberikan laporan


"yaudah kalau gitu usir aja semuanya,,, gak usah kasih ganyi rugi karna tanah ini milik istri saya dulu" perintah Doni ke bawahannya


"tapi kalau mengusir orang-orang di panti jompo agak...."


"tinggal ngusir para tua b\*ngk\* itu aja susah banget" gunam ayah sherina



Tak berselang lama seletah pegawai proyek itu pergi,, banyak orang tua yang di ser\*t keluar oleh para pegawai proyek itu dan para anak yatim di ada yang di pukuli karna tidak mau keluar dari bangunan. Melihat hal itu Doni auah sherina tertawa



"DONI" sebuah teriakan membuat doni menoleh ke asal sumber suara, ternya itu adalah ayah dan ibu mertuanya dulu yang kini melangkah menghampirinya dengan wajah yang penuh amarah.


"DONI KAMU GAK PUNYA HAK ATAS TANAH INI ,,,TANAH INI ADALAH MILIK ANAK KAMI DAN SEKARANG INI ADALAH MILIK CUCU KAMI BUKAN MILIKMU" amarah kakek sherina tidak bisa di bendung lagi kini beliau tengah berteriak marah ke Doni menantunya dulu.

__ADS_1


"asal ibu dan yah tau tanah ini sudah menjadi milikku sejak putri kalian meninggal,, dan asal ayah tau proyek ini dijalan kan oleh cucu kalian sendiri" jawab adam engan senyuman mengejek ke kedua orang tua itu.


"jangan asal bicara kamu don , cucu kami , sherina gk bakal ngelakuin hal ini" ucap nenek kairen tidak percaya dengan perkatan doni.


"aku tidak asal bicara buu kalau kalian tidak percaya padaku.,coba kalian tanyakan sendiri hal ini ke cucu kalian itu dan unyuk buktinya aku akan membawakan buktinya besok,, jadi untuk malam ini kalian siap-siap saja membawa barang berharga kalian keluar dari sini besok pagi hahahha" ucap Doni dengan tertawa mengejek, tanpa mendengar jawaban dari nenek dan kakek sherina Doni main pergi begitu saja dengan masih tertawa.


"apa benar ini kemauan cucuku" gunam kakek sherina lalu air mata pun mengalir di pipinya ,,,sama halnya dengan nenek sherina yang kini tengah menangis


"pa kita gk boleh percaya gitu aja sama doni kita harus menanyakan hal ini ke sherina langsung" ucap nenek sherina di sela-sela tangisnya.


"iya,,, kita harus menyakan ini lanhsung ke sherina" jawab kakek sherina.


SKIP


adam dan sherina sudah berada di Kediaman anggara ,,,karna rumah sheeina belum selsai di perbaiki ayah adam melarangnya untuk pulang alhasil sherina selalu pulang ke kediaman anggara seolah dia sudah menjadi anggota keluarga anggara. mereka berdua sudah begantai pakaian dari pakaian formal menjadi kasual




mereka berencana untuk keluar rumah hari ini karna ingin mencari angin segar terlebih lagi untuk sherina yang seharian ini habis menangis.


"anak-anak mama mau kemana ini kok udah cantik ama ganteng lagi " tanya ibu adam saat melihat adam dan sherina


"mau cari angin ama makan di luar ma" jawam adam


"hmmmm bilang aja mau kencan....jangan malem-malem pulangnya" ucap mama adam

__ADS_1


TBC


__ADS_2