
Saat ini sherina sedang berada di rumah utama rumah yang dulunya milik ibu kandungnya tapi kini rumah itu telah di rampas oleh ibu tirinya. Sherina datang ke rumah itu lagi karna ayahnya meminta dia untuk pulang karna ada yang ingin dibicarakan. Tapi sesampainya di sana bukan ayahnya yang datang menyambutnya melainkan ibu tirinya
"aduh anak kesayangan mama baru pulang, pulangnya kok gak ngabarin mama sih kan mama bisa masakin makanan kesukaan kamu kalau bilang dulu" sambut ibu tiri sherina. Sherina yang heran dengan kelakuan ibu tirinya hanya diam dan masuk kedalam rumah. Tapi saat dia sudah sampai di ruang tengah ternyata sudah ada keluarga tomi dan ayahnya.
"sayang kamu udah pulang, sini salam dulu sama om ama tante ,,,,ada tomi juga lo ini" panggil ayah sherina dengan penuh kelembutan. Ibu tirinya langsung naik ke lantai 2 setelah menyambut sherina. Sherina yang sudah mengerti dengan apa yang akan dilakukan ayahnya pun hanya tersenyum dan menghampiri mereka.
'jika dulu aku akan langsung datang dengan tersenyum lebar dan memelukmu ayah tapi sekarang tidak ,,rasa sakit ini akan aku balas 2 kalilipat ayah' ujar sherina dalam hati.
"halo om, tante ,,,,,ada apa pa katanya ada yang mau diomongin ama rina" sapa sherina ke ayah dan ibu tomi lalu langsung menanyakan perihal kepulangannya yang di minta oleh ayahnya tanpa peduli dengan kehadiran keluarga tomi disana.
"sayang masih ada tomi dan keluarganya nanti aja ya , sekarang kamu temenin tomi dulu , kalian bicara dulu gih sepertinya ada kesalah pahaman di antara kalian" ucap ayah sherina.
Sherina hanya diam mendengar jawaban ayahnya , lalu dia oun melihat kearah tomi yang kini tengah tersenyum kearahnya.
"gak ada yang perlu aku sama tomi bicarain pa dan gak ada kesalah pahaman diantara kami" jawab sherina tenang
"sherina ayah tau kamu masih marah sama tomi tapi itu kan hanya karna tomi bermain sebentar diluar untuk apa kamu besar-besarkan" ucap ayah sherina yang mulai tidak sabar dengan sherina
"iya sayang ,,, maaf ya kemarin bener-bener salah aku kamu jangan marah lagi ya" ucap tomi dengan wajah yang pura-pura bersalah.
__ADS_1
"iya nak rina maafin tomi ya ,, om udah kasih pelajaran ke tomi biar gak main-main sembarangan lagi" ayah tomi pun ikut mendesak sherina.
Saat sherina akan berbicara tapi ayahnya lebih dulu berbicara
"hoho tenang saja besan rina pasti mengerti itu,, lagian mereka kan sudah sama-sama dewasa bermain seperti itu sudah biasa hoho" ucapan ayah sherina pun membuat kaget sherina 'apa benar aku anak kandungnya' pikir sherina
"om, tante maaf kalau sherina lancang tapi sherina gak mungkin sama tomi lagi ,,apalagi tomi tengah menjalani hubungan dengan rani, tidak mungkin untukku merebut kekasih adikku sendiri" ucap sherina
"sepertinya anda harus berbicara dulu dengan putri anda tuan Doni ,,,,jadi kami permisi lebih dulu ,,,,keputusan ada di tangan anda siapa yang akan diningkahkan dengan putra kami" ucap ayah tomi setelah mendengar jawaban sherina
"tentu ,,tentu tuan, saya akan segera menghubungi anda ,,secepatnya" ujar ayah sherina dengan tersenyum dan mengantar keluarga tomi pulang. Sedangkan sherina hanya tersenyum melihat keluarga tomi pergi.
'pasti ada yang mereka rencanakan, melihat wajah tenang tomi dan diamnya tomi saat aku menolak berbicara dengannya ,,dia pasti udah menrencanakan ini semua' ujar sheeina dalam hati.
"bik lala .....panggilkan nyonya sama nona ,suruh kesini sekarang" perintah ayah sherine ke pembantu yang ada di rumah.
Sambil menunggu dua orang itu datang ayah sherina duduk di hadapan sherina sambil menyalakan rokok.
"seharusnya kamu gak bersikap kayak gitu ke tomi, bagaimana pun juga dia akan jadi keluarga ini nantinya" ucap ayah sherina
__ADS_1
"mungkin papa bisa menerimanya jadi menantu papa tapi aku gak bisa menerima dia jadi suami aku pa" jawab sherina tenang,, karna dari gelagat ayahnya ,sherina tau kalau sudah menemukan cara lain untuk memperoleh untung dari kejadian ini, karna jika ayahnya itu tidak mendapatkan untung maka semuanya tidak akan berjalan dengan mudah seperti sekarang.
"baiklah kalau begitu kamu putuskan kamu yang menikah dengan tomi atau rani" ujar ayah sherina sambil menunjuk rani yang sudah berdiri bersama ibunya di samping tempat duduk yang ditempati oleh ayah sherina.
"syarat...." tanya sherina karna tidak mungkin ayahnya mau melakukan itu kalau dia tidak mendapatkan untung yang setara.
"haha sepertinya kamu semakin pintar sherina" ucap ayah sherina memunji sherina.
"kalau kamu yang menikah dengan tomi maka tidak ada syarat apapun dari ayah tapi..... kalau rani yang menikah dengan kamu harus mendanai proyek yang sedang ayah kerjakan sekarang dan rumah yang kamu bangun di atas tanah ayah itu sekaligus butik yang tengah kamu kelola sekarang" ucapan ayah sherina sontak membuat sherina syok sampai kehabisan kata-kata.
"pa rumah itu sherina bangun sendiri begitu pula dengan butik jadi sherina gak akan menyerahkan itu semua" ucap sherina setelah sadar dari syoknya.
"KALAU BEGITU KAMU SAJA YANG MENIKAH" bentak ayah sherina
"mulai hari ini kamu tinggal dirumah ini sampai kamu menikah dengan tomi ,,butikmu sementara akan di urus rani" mendengar ucapan ayahnya itu sontak membuat sherina berpikir 'tenang sherina,,tenang kan dirimu dulu jangan gegabah atau aku akan masuk ke sarang rubah itu lagi' sambil melihat ke arah ibu tinya yang tengah tersenyum mengejek kearahnya.
"paa bukuan gitu maksud sherina" ujar sherina
"gini paa gimna kalau.....aku yang akan membiayai proyek papa dan mencarikan papa panter bisnis untuk perusahaan kan dengan begitu papa bisa menjalankan bisnis dengan nyaman gimana pa?" tawar sherina sambil ngeluarkan smriknya ke arah 2 rubah di samoing ayahnya
__ADS_1
"......."
TBC