
Adam tengah menemani sherina pergi ke kerumah neneknya, awalnya sherina akan pergi sendiri tapi adam memaksa ikut,, karna takutnya nanti terjadi sesuatu di jalan. Saat perjalanan menuju kerumah nenek sherina, adam melihat sebuah sepanduk di pinggir jalan yang bertuliskan "jangan gusur rumah anak yatim" tapi adam tidak memberitaukan hal itu ke sherina. 'itu berarti penggusuran tanah sudah dimulai tanpa dana dari sherina,,, tapi jeno tidak memberi laporan tentang hal itu' pikir adam. Sambil memikirkan hal itu adam tetap fokus menyeter mobilnya, saat sherina mengatakan sudah hampir sampai adam melihat ada 2 rumah ukuran besar dan 1 rumah minimalis yang agak jauh dari kedua rumah itu. Jika adam melihat lokasinya pantas saja ayah sherina ingin membangun hotel di tempat itu.
"dua rumah itu panti asuhan dan rumah jompo rin" tanya adam
"yaa kedua panti itu ibuku yang mendirikan dan dijalankan oleh kakek sampai sekarang" jawab sherina
"untuk itulah kamu ingin membahas kerja sama ini dengan kakekmu" tanya adam lagi
"ya karna hanya kakek yang berhak memberi keputusan untuk kedua panti itu" jawab sherina
"kalau kakekmu tidak menyetujuinya" ucap adam
"maka aku harus nerubah rencananya" jawab sherina. Adam pun memarkirkan mobil nya di pepan rumah nenek dan kakek sherina.
Entah kenapa jantung adam berdegum cepat ,,,biasanya adam tidak pernah merasa gugup sebelumnya sekalipun dia akan berhadapan dengan tander besar ,,dia tidak gugup sekalipun,, tapi sekarang detak jantungnya tidak bisa dia kontrol sama sekali,,, mukin karna orang yang akan dia temui untuk pertama kalinya adalah orang yang memegang restu untuk masa depannya,, pikir adam
'aku harus memeberikan kesan yang baik' ucap adam dalam hati
sherina pun turun dari mobil dan di ikuti oleh adam,,, belum sherina ketok pintu rumah itu tapi sudah terbuka dan menampakan seorang pria paruh baya
"kakek" panggil sherina lirih dengan mata yang berkaca-kaca
"erina" ucap kakek sherina seraya memeluk cucunya tersebut
hiks hiks hiks suara tangisan sherina terdengar jelas saat di peluk oleh kakeknya. Yang membuat nenek sherina keluar melihat siapa yang menangis di depan rumahnya.
"erina cucuku" ucap nenek sherina ketika melihat sherina yang dipeluk kakek. Sherina pun berganti memeluk neneknya dan mereka pun menangis bersama.
Setelah beberapa saat dan sudah agak tenang kakek sherina menoleh ke arah adam
"kamu siapa anak muda" tanya kakek sherina. Memdengar hal itu sontak membuat adam dan sherina sadar,, adam sadar dari yang terus melihatvke arah sherina berganti ke arah kakek sherina,, sherina yang sadar kalau dia belum memperkenalkan adam.
__ADS_1
"saya adam kek ,, temennya sherina" jawab adam dan memberi salam ke kakek dan nenek sherina.
"dia yang anterin sherina kek" sambung sherina memperkenalkan adam ke kakek dan neneknya.
"udah,,, udah ngobrolnya do dalem aja,,,, hmmm cucuku,,, sudah berapa tahun nenek tidak melihatmu" ucap nenek sherina seraya menggandeng tangan sherina masuk kedalam rumah
"ayo masuk nak adam" ajak kakek sherina ke adam ,, adam hanya mengangguk dan mengikuti kakek sherina dari belakang.
Saat ini kekek,,, nenek ,,,sherina dan adam tengah berada di ruang keluarga ,, sherina sudah menceritakan semua yang terjadi padanya termasuk kalau dia sedang tinggal di rumah keluarga adam kecuali soal dia yang hidup kembali. Saat mendengar hal itu kakek sherina marah dan ingin pergi menemui doni, ayah sherina untuk memberinya pelajaran. Tapi di hentikan oleh adam
"dasar orang gak tau diri,,, kakek sudah diam saja saat dia mengambil semua harta anak kakek,,, sekarang dia juga ingin mengambik semua hasil kerja kerasmu,,, ini gak bisa lagi kakek diamkan,,, kakek harus memberinya pelajaran" ucap kakek seraya beediri dari duduknya
"maaf kek kalau saya ikut campur tapi kalau kakek bertindak sekarang itu hanya akan membuat Doni mempunyai kesempatan untuk menghilangkan semua barang buktinya" cegah adam ke kakek sherina yang sudah ingin pergi menemui doni.
"lalu aku harus diam saja melihat kelakuan orang g\*la itu" ucap kakek sherina geram
"sebenarnya sherina ke sini karna ada yang ingin sherina bahas sama kakek" ucap sherina dan kakek sherina pun diam ,,kembali duduk disamping adam
SKIP
Di kediaman anggara. Tuan dan nyonya anggara sedang duduk berdua di teras rumah sambil ngobrol-ngobrol ringan sesekali tuan anggara menggoda istrinya sampai membuat istrinya itu memukulnya beberapa kali.
"Ma adam sama rina kemana kok gak kelihatan padahal ada yang pengen papa omongin sama mereka" tanya tuan anggara, ayah adam
"mereka tadi keluar,,, katanya sih mau cari angin" jawab ibu adam
"berdua" ucap ayah adam dan di jawab dengan anggukan oleh ibu adam.
"mereka gak bilang pulangnya kapan ma" tanya ayah adam
"enggak pa tapi mama udah pesen sih jangan pulang malem-malem" jawab ibu adam
__ADS_1
"tapi kok udah hampir jam 9 mereka belum pulang ya" lanjut ibu adam
"paling bentar lagi pulang,,, kalau mereka enggak pulang adam pasti kabarin gak mungkin dia bawa rina nginep diluar tapa bilang dulu ke kita" ucap ayah adam
"iyaa pa ,, mama ngerti ,,,, mama juga pernah muda kali pa,, lagian yang nanya tadi kan papa kok jadi mama yang kesannya nanyain mereka" ucapan ibu adam membuat ayah adam tertawa.
Mereka bedua pun mengobrol lagi dan ayah adam menceritan tentang kondisi perusahaannya kepada istrinya ,, ayah adam ingin istrinya tau apapun tentang kegiatan nya di luar termasuk keadaan perusahaannya karna saran dari istrinya adalah jalan keluar bagi semua masalahnya pikir ayah adam dan saat di tengah-tengah obrolan mereka ponsel ayah adam berbunyi
Drrt ddrrrt dddrrrt getar ponsel ayah adam
"siapa sih ganggu orang lagi curhat" dumel ayah adam
MY SON nama yang tertera di di layar "adam" gunam ayah adam
"hallo pa" sapa adam di sebrqng telvon
"hallo ada apa dam" tanya adam
"aku sama rina gak pulang pa ,,mau nginep di rumah kakek rina" ucap adam
"ooo ya udah kamu nginep aja tapi inget jangan macem-macem ,,jaga sopan santun dan jagain rina" tutur ayah adam yang tidak ingin anaknya itu berbuat hal yang memalukan diluar sana
"iya paa adam ngerti lagian disini juga ada kakek sama nenek rina gak mungkin adam aneh-aneh...emm pa kakek sherina mau ngobrol sama papa" jawab adam dan tanpa mendengar jawaban dari ayahnya dia memberikan ponselnya ke kakek sherina
"hallo gimana kabarmu gara,, sejak anakku gak ada kamu sama istrimu gak pernah main kesini lagi" ucap kakek sherina ke ayah adam.
Saat mendengar suara itu ayah adam membatu untuk sesaat
"iya udah lama ya Om..."
__ADS_1
TBC