Bantu Aku Untuk Hidup

Bantu Aku Untuk Hidup
Chepter 16 Kepadamu


__ADS_3

PRRAANG


Tomi marah dan membanting barang-barang di apartementnya saat memgetahui kalau yang akan menikah dengannya adalah rani bikan sherina terlebih lagi butik dan rumah tidak ada yang dia dapatkan.


"sial kenapa sherina bisa sampai memikirkan hal ini..... Kalau aja sherina diem aja nurut apa kata om doni gue udah jadi kaya sekarang" tomi uring-uringan sendiri.


"gue harus cari cara supaya sherina mau nikah sama gue....kalau enggak gue harus buat dia mau nyerahin butik dia ke rani" dan tomi akhirnya menghubungi rani


Tut tut tut........ tapi panggilannya tidak diangkat oleh rani , sampai tiga kali tomi mencoba untuk menghubungi rani tapi masih tidak diangkat.


"sial kemana sih anak manja ini,,,giliran dibutuhhin ngilang ,,,gak di butuhin ngikut mulu" tomi pun ngedumel sendiri saat telvon nya tidak diangkat oleh rani


"tapi gue gak bisa ngebuang rani karna dia sumber keuanganku sekarang, seenggaknya aku bisa manfaatin dia buat dapetin uang dari om dani"


SKIP


Dirumah Utama, keluarga sherina, rani sedang duduk di ruang tamu bersama ibunya.


"ma kita gak bisa diem aja ,,,aku gak mau kalau aku cuma dapet villa di puncak aja ma" ucap rani yang gak terima dengan keputusan ayahnya yang menyetujui syarat dari sherina


"iya sayang mama juga ngerti tapi,, kita gak bisa bantah papa kamu ,,semua ini salah sherina karna dia menawarkan untuk membantu perusahaan jadi ayahmu lebih memilih melepaskan butik yang akan kamu miliki dari pada bantuan untuk perusahaan yang dia pimpin dan lebih menguntungkan untuk dia " ucap ibu rani yang malah menyalahkan sherina karna tidak terima kalau mereka kehilangan butik yang didirikan oleh sherina


"iya ma ini semua salah sherina,,, mentang-mentang butiknya udah lumayan terkenal dia gak mau ngasih butik itu ke aku" ucap sherina

__ADS_1


"iya bener sayang padahal kamu kan saudaranya sendiri kenapa susah banget sih buat ngelepasin butik satu aja" ucap ibu rani


"kayaknya kita harus ngasih sherina pelajaran ma ,,,kita kan udah lama gak ngasih sherina pelajaran" ucap rani


"kamu tenang aja sayang ,,,mama udah nyiapin hadiah buat sherina dan mama jamin kalau dia gk akan berani ngebantah kita lagi,,,,, mentang-mentang udah pindah rumah dia fikir mama gak bisa ngasih dia pelajaran" ucap ibu rani


"seharusnya dulu mama singkiran dia sekalian sama mamanya itu" ucap ibu rani lagi


"tunggu...... Emang mama sherina mama yang ngebun*h ma" tanya rani kaget saat mendengar perkataan ibunya tadi


"iyalah kamu pikir,,,,,,mamanya sherina mati dengan sendirinya....kalau bukan mama yang rutin ngasih racun mana mungkin si ****** itu mati cepet" jawab ibu rani dengan santai, malah bangga dengan apa yang sudah dia lakukan dulu


"emang papa tau ma" tanya rani lagi


"kamu pikir mama bisa dengan mudah meracuni ****** itu berkat bantuan siapa,,,, papa kamu tuh dari dulu cuma mandang uang,,, dan papa kamu nikah sama sijalang ini juga cuma gara-gara harta,,, makanya waktu itu papa kamu bantuin mama karna pengen si ****** itu cepet-cepet mati dan semua hartanya bisa papamu kuasai" jelas ibu rani


"hahhaha dan sekarang anaknya yang jadi ****** kecil hahhah" . Rani dan ibunya pun tertawa seneng di ruang tamu tanpa mereka sadari sherina sudah menguping semua pembicaraan mereka tadi.


Sherina berlari kearah dia memarkirkan mobilnya dengan air mata yang mengalir deras dipipinya


BRAK sherina menutup pintu mobilnya dengan kencang


"hiks hiks haa hiks hiks maa haaa huaaa" saat berada didalam mobilpun sherina masih terus menangis

__ADS_1


"hiks hiks huu hiks" setelah agak tenang sherina menjalankan mobilnya menjauh dari rumahnya dulu. Rumah yang dulunya dia tinggali dengan bahagia.


Sherina menjalankan mobilnya tanpa tujuan, awalnya dia kerumah itu untuk memberikan sertifikat proyek ayahnya agar bisa segera dijalankan dan dia bisa segera memulai rencananya, tapi saat sampai diambang pintu dia malah mendengar perbincangan ibu ****** dan anaknya,, membuat darahnya mendidih tadinya sherina ingin langsung menampar mereka berdua tapi di urungkan karna jika dia masuk sekarang dan meluapkan emosi sekarang hanya akan menghancurkan rencana yang tengah ia siapkan dan lagi sherina akan membalaskan rasa sakitnya 10 kali lipat lebih menyakitkan dari yang ibunya dulu rasakan. Apalagi ayahnya yang terlihat begitu menyayangi ibunya pun ternyata ikut andil dalam kematian ibunya.


Sontak sherina mengingat masa-masa bahagianya saat masih kecil dimana ibu dan ayahnya memanjakanya ,,,memeluknya,, bermain dengannya ,,dan memperlihatkan sebuah keluarga bahagia ,,tapi siapa sangka senyum yang ayah nya perlihatkan itu palsu ,hanya untuk menutupi kebusukan dan penghianatannya. Air mata sherina kembali mengalir deras saat kenangan-kenangan yang lalu memasuki otaknya. Bahkan dia juga mengalami hal sama pada kehidupannya yang lalu.


"hiks hiks huaaa maaaa kenapa hiks kenapa papa tega hiks hiks" walaupun menangis sherina tetap menjalankan mobilnya walaupun dia tidak tau tujuan dia akan kemana. Dia tidak ingin memperlihatkan sisi lemahnya pada orang lain.


Tapi tanpa sadar sherina menjalankan mobilnya kearah perusahaam adam bahkan sherina sudah memarkirkan mobilnya di basment perusahaan adam.


"kenapa aku malah kesini" gunam sherina saat menyadari dia ada dimana. Masih ada sisa-sisa tangisan dia tadi dan sherina sedang mengatur nafasnya agar normal kembali.


Butuh waktu 30 menit untuk sherina menenangkan dirinya, lalu diapun membersihkan wajahnya dengan tisu basah agar tidak terlihat habis menangis. Saat merasa wajahnya sudah baik-baik saja sherina pun ingin segera pergi dari basment perusahaan adam karna dia tidak ingin bertemu adam dalam kondisinya sekarang,, tapi tiba-tiba


TOK TOK kaca mobil sherina di ketok dari luar dan sherina pun membuka kaca mobil di sampingnya


"kenapa hosh hosh gak masuk ke dalam hosh " tanya adam sambil ngos-ngoasan. Sepertinya adam berlari saat menghampiri sherina


"santaiii.... Atur dulu nafasmu hihi......nanti saja aku kesini lagi aku mau ke butik dulu" ucap sherina sambil mengejek adam yang ngos-ngosan.


"ke kantormu nanti saja ,,,ada yang mau aku bicarakan,,, berhenti mengejekku" ucap adam


"nanti saja aku ingin melihat perkembangan pakaian yang akan dipakai di proyekmu nantidan ada beberaoa hal yang harus aku urus" jawab sherina tetep kekeh untuk kembali ke kantornya. Padahal sherina hanya tidak ingin adam tau kalau dia habis menangis.

__ADS_1


"ini soal perusahaan ibumu" ucapan adam sontak membuat sherina diam


TBC


__ADS_2