Bantu Aku Untuk Hidup

Bantu Aku Untuk Hidup
Chapter 19 Bersama


__ADS_3

Nenek sherina disuruh masuk ke kamar oleh kakek sherina karna kesehatan nenek sherina sedang tidak baik jadi harus istirahat tepat waktu,,,dan sherinapun mengantarkan neneknya ke kamr lebih dulu lalu kembali ke ruangan keluarga untuk menjelaskan apa tujuannya ke sini kepada kakeknya.



Setelah sherina menjelaskan rencana yang dia miliki kepada kakeknya,,, kakek sherina tidak setuju karna,, terlalu banyak resiko yang di ambil dan meminta sherina memikirkan rencana lain.


"untuk itulah aku menemui kakek karna aku tidak bisa memikirkan tencana lain lagi,,,, semuanya terlalu mendadak kek" ucap sherina


"nak kamu hanya tidak mau meminta bantuan kepada orang lain bukan tidak punya rencana lain,,, ingat rina kalau kamu hanya bisa memilih salah satu diantara keegoisan kamu dan juga ambisi kamu ,,, kamu tidak bisa menjalankan keduanya secara bersamaan" tutur kakek sherina


"kek aku hanya tidak mau terjatuh seperti ibu dulu" ucap sherina


"kakek tau nak jadi kami bisa meminta bantuan kalau kalau kamu butuh jangan terlalu membuat hidupmu menderita rina" ucap kakek sherina,,, saat mendengar hal itu sherina diam memikirkan tentang apa yang kakeknya katakan tadi.


"kek memang kakek ada rencana apa" adam yang sedari tadi hanya diam mendengarkan ,,,memberanikan diri bertanya adam ke kakek sherina


"ada satu cara,, rebut proyek ini dari doni ,,, entah itu dengan cara yang terang-terangan atau pun licik" jawab kakek adam


"kalau memakai rencana terang-terangan kek" tqnya adam lagi


"minta saja tanggung jawab penuh atas proyek dengan alasan pendanaan" jawab kakek sherina


"kalau licik" tanya adam lagi


"lakukan penyerahan dana ke doni lalu buat sertifikasi pengelolahan atas nama sherina ,,,dengan begitu doni hanya akan bekerja di bawah kendali rina" ujar kakek sherina


"tapi kek untuk bisa membuat sertifikasi pengelolahan aku butuh kerjasama dari perusahaan yang lebih besar dari peeusahaan ibu" ucap sherina ketika seleaai mendengarkan perkataan kakek.


"kakek yakin anak dari anggara ini mau membantumu" icap kakek sherina sambil menunjuk adam dengan dagunya. adam sempat kaget karna kakek sherina tau siapa ayahnya padahal adam sendiri mau sherina tidak menyebutkan nama keluarganya sama sekali.


"kakek....tau darimana nama ayah saya" adam bertanya dengan hati hati.

__ADS_1


"hahhah" bukannya menjawab kakek sherina malah tertawa.


"sudah kalian rudingan dulu mau bagaimana,,, mau menjalankan rencana yang mana" ucap kakek sherina


"oh ya kalian nginap disini aja,,, erina kan udah lama gak ke sini lagian ini juga udah malem" lanjut sang kakek


"emmm kalau itu adam ikut rina aja kek" ucap adam


"disini kan gak ada kamar tamu kek,,, cuma ada kamar aku dulu pas nginep-nginep disini aja itu pun tempat tidurnya kecil " ucap sherina


"aaiih temaot tidurnya sudah kakek ganti,,, buat sewaktu-waktu kamu nginep sini.....udah kalian tidur disini aja ....gak usah alasan kamarnya cuma satu,,, kakek yakin kamu di rumah adam pun tidur dikamarnya adam kan" ucap kakek sherina


"iya kek emang tidur di kamar saya tapi saya tidur di sofa sherinanya di tempat tidur kok kek ,, enggak satu ranjang" jelas adam,,, karna tidak ingin kakek sherina salah paham dan menganggapnya anak yang kurang ajar karna sudah meniduri cucunya.


"ooo gentle juga kamu .... Sudah nginep sini gak ada tapi-tapian.... Kamu hubungi ayah kamu bilang kalau kamu sama rina nginep sini....ama kakek ada yang mau di omongin" ujar kakek sherina ,,, adam menoleh kearah sherina seolah bertanya mau nginep apa enggk,,, sherinapun hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai persetujuan


"yaudah kek adam mau hubungin papa dulu" jawab adam setelah mendapat ijin dari sherina.


Adam menelvon ayahnya dan bilang kalau dia dan sherina tidak pulang karna mau menginap di rumah sherina walaupun sempat di beri wejangan oleh ayahnya. Lalu telvonnya adam berikan ke kakek setelah memberitau ayahnya kalau kakek sherina ingin berbicara.


Untuk sesaat tidak ada jawaban dari seberang telvon tapii....


"iya,,, udah lama ya om....gara gak main kesana" jawab ayah adam


"hari ini biarin anak kamu nginep sini sama sherina ,,,kasian kalau suruh pulang jam segini" ucap kakek sherina


"hahhaa rupanya om gak berubah sama sekali ya ,,suka maksa hahaha" terdengar suara tawa ayah adam dari telvon adam


"mau berubah untuk apa gara ,,,om udah menikmati semua hal yang om punya" ucap kakek sherina


"kalian liat-liat rumah aja dulu sama kamar kalian ,,,, kakek mau ngobrol dulu sama ayahmu adam ,,telvon kakek pinjam dulu" ucap kakek sherina ke adam dan sherina

__ADS_1


"iya kek" jawab adam dan sherina berbanrengan,,,lalu pergi meninggalkan kakeknya sendirian.


Sherina membawa adam keliling rumah tapi hanya di dalam rumah saja karna diluar cukup dingin.


"sepertinya kakek dan papa sudah kenal lama" ucap adam saat mereka berjalan menuju kamar sherina dulu


"melihat bagaimana kakek mengobrol kemungkin iya" jawab sherina dan membuka pintu kamarnya dulu. Sherina tersenyum saat melihat isi kamarnya



"selamat datang di kamar rahasiaku hahha" ucap sherina kepada adam ,,sherina senang kamarnya dirubah sesuai umurnya oleh kakeknya ,,penataan nya tidak diubah hanya barang-barang serba pinknya saja yang di ubah menjadi lebih dewasa.


"sepertinya kakek dan nenek benar-benar merawat kamar ini untuk jaga-jaga kamu berkunjung kesini" ucap adam ,,,adam tersenyum ketika melihat sherina senang saat masuk kedalam kamar ini.


"melihat bersihnya kamar ini sekarang sepeetinya itu benar,, aku jadi merasa bersalah karna yidak peenah ke sini" jawab sherina


"menyesal sekarang udah gak berguna lebih baik diperbaiki saja,,, mulai sekarang kau bisa lebib sering kesini bukan" ujar adam kepada sherina


"kau benar" jawab sherina sambil tersenyum


SKIP


Diwaktu yang sama kakek masih mengobrol dengan ayah adam lewat televon,, dan kakek terlihat bahagia saat mengobrol dengan ayah adam


"tapi gara,,, kapan kamu akan membawa keluarga besarmu ke sini" tanya kakek sherina tiba-tiba


"maksud om" tanya ayah adam yang tidak mengerti maksud dari ucapan kakek sherina tadi


"haaaaaah kapan kamu mau bawa keluarga besar kqmu itu melamar sherina buat adam ,,,,, melihat kamu yang membiarkan meeeka tidur satu kamar beearti kamu sudah tau perasaan putra kamu ke cucu semata wayangku bukan" ucap kakek pa jang lebar ke ayah adam


"kalau masalah itu,,,aku harus menunggu putraku memberikan cicin warisan ke cucumu dulu om" ucap ayah adam setelah tau maksud ucapan kakek sherina

__ADS_1


"dia sudah meminta cicin warisanmu untuk cucuku" kaget kakek sherina


TBC


__ADS_2