Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)

Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)
Bab 15: Para Eksekutor Bergerak


__ADS_3

"Jadi, hanya tinggal kita ya?" tanya Barsh pada Kalistha ketika melihat sudah tidak ada lagi orang lain selain mereka.


Pertanyaan itu membuat Kalistha melirik kecil pemuda di sampingnya ketika mendengar itu.


Cuppp


Satu kecupan lembut mendarat tepat di wajah Kalistha dan itu terjadi cukup cepat.


Kalistha terkejut melihat itu, bagaimana tidak ini di pusat kota dan pemuda di sampingnya itu dengan santai melakukan hal itu. Ia memukul kecil lengan pemuda itu.


"Lihat tempat!" ucap Kalistha bersemu. Barsh tertawa mendengar hal itu.


"Biar saja, kenapa harus malu untuk melakukan itu? Lagi pula Syena juga tidak ada saat ini jadi aku lebih leluasa melakukannya!" ujar Barsh padanya. Kalistha tersenyum mendengar itu.


Barsh menggenggam tangan Kalistha lalu tersenyum. Kalistha memperhatikan wajah tampan itu, ia suka senyum itu.


"Kencan kita dimulai!" ucap Barsh lirih namun menyimpan kegembiraan dalam tutur katanya.


Kalistha mengangguk sembari tertawa mendengar itu. Mereka pun berjalan pergi dari alun-alun kota. Kali ini Barsh sungguh ingin menghabiskan waktunya berdua bersama Kalistha saat ini.

__ADS_1


~●●●●~


Kali ini di tempat lainterlihat beberapa mata sedang serius memperhatikan Skema Tempat yang sudah dirancang.


Terlihat Pria berjaket Hoodie memimpin rapat itu. Beberapa kali tangannya menunjuk Skema itu dan memberi penjelasan.


Tak jarang beberapa Pria di sana menganggukan kepala pertanda mengerti. Bahkan ada beberapa dari mereka yang bertanya jika tak paham.


"Jadi, kita tidak akan menggunakan peluru kali ini. Hanya beberapa tongkat saja kemungkinan target akan berada di sana!" ucap salah seorang dari mereka yang bertubuh cukup besar. Seluruh anggota di sana mengangguk mengerti.


"Tapi, ini dekat dengan pusat kota. Apa kita perlu umpan untuk menjauhkan beberapa polisi dari sana?" tanya salah seorang anggota, Pria berjaket Hoodie itu tersenyum kecil.


"Jadi, persiapkan persenjataan yang diperlukan! Kita mulai perburuannya!" ujarnya.


Seluruh anggota itu menuruti perintahnya bubar dan memulai rencananya. Terlihat seorang gadis masuk ruangan itu sambil meneguk wine di tangannya.


Gadis itu terlihat cukup kacau. Sepertinya dia sudah cukup banyak meneguk habis isi dari botol haram itu. Gadis itu dengan sempoyongan sambil meracau memilih duduk di salah satu kursi kosong.


"Ada kembang api yang meriah hari ini?" tanya Pria berjaket Hoodie pada seorang gadis yang duduk tak jauh darinya.

__ADS_1


Gadis itu, sambil memegang segelas wine tersenyum. Sebenarnya rencana gila yang ada dalam Skema itu diapun juga ikut merencanakannya.


"Kadang, kita perlu menjaga mabuk kita tetap ada untuk melakukan hal gila. Agar tangan kita tak perlu berhenti ketika melakukannya! Terkadang kita harus mematikan rasa simpati juga belas kasih!" ucap gadis itu tertawa. Pria itu mengangguk kecil.


"Jika kepemilikan bukan atas namamu. Itu bukan dan tak akan pernah menjadi milikmu. Merebut adalah hal yang harus dilakukan! Mereka seharusnya menunduk dan patuh!" ujar Pria besar berhoodie itu.


Gadis itu tertawa mendengar itu. Kemudian dia melempar gelas wine itu sembarangan lalu mendekati Pria berjaket Hoodie itu. Menarik kerah bajunya.


Kedua mata sayu itu meminta sesuatu pada pria itu. Ada banyak kesengsaraan, kebencian juga keinginan untuk membunuh dalam mata itu.


"Tapi dia justru memilih jalan bodoh ini! Aku mencintainya! Aku tidak ingin dia mati! Tapi... Tapi... Harus! Jika dia bukan untukku maka tidak satupun manusia di dunia ini boleh memilikinya! Bunuh saja keduanya!!!" Teriak gadis itu murka seperti manusia yang sudah kehabisan akal saja rasanya.


Pria berjaket Hoodie itu menjauhkan tangan Gadis itu dari dirinya. Menuntunnya kembali untuk duduk ke kursi sembari menatap tajam ke arah gadis itu hatinya sedikit iba melihat keadaanya.


Tangan kanannya mengepal keras, sedang tangan lainnya mengusap kepala gadis itu.


"Berani sekali bajingan itu membuatmu sengsara! Akan kubunuh dia hari ini!" ujar pria besar berjaket Hoodie itu.


Pria berjaket Hoodie itu bergegas pergi setelahnya, meninggalkan gadis yang sudah mabuk berat itu sendirian.

__ADS_1


~●●●●●~


__ADS_2