Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)

Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)
Bab 17: Perjalanan


__ADS_3

Kali ini mereka sudah setengah jalan menuju kediaman Jalanan cukup sepi kali ini, ada beberapa anak muda yang di pinggir jalan.


Ada seorang anak kecil membawa beberapa coklat di tangannya. Dia menghampiri orang-orang di sana seraya menawarkan coklatnya.


Namun tidak satupun di antara


Kalistha menangkap raut wajah gelisah pada diri anak itu. Jarinya menunjuk ke arah anak laki-laki kecil itu.


Barsh mengikuti arah jari Kalistha yang menunjuk. Kedua bola mata Barsh mendapati seorang anak kecil. Hati Barsh bergetar melihat wajah anak kecil itu yang diliputi masalah sepertinya.


"Bisa kita ke sana?" tanya Kalistha meminta pada Barsh.


Barsh yang masih memperhatikan anak kecil itu pun mengangguk. Ketika Barsh berjalan akan mendekati anak itu Kalistha berkata,


"Turunkan aku!" pinta Kalistha. Barsh menggeleng cepat mendengar itu. Dia menolaknya sebab dia tau Kalistha baru saja jatuh mungkin kedua kaki gadisnya saat ini masihlah sakit.


"Kita tidak mungkin seperti ini di depan anak itu kan?" tutur Kalistha mencoba menasehati.


Barsh membuang nafasnya kasar mendengar itu. Benar apa yang dikatakan Kalisthanya, tidak baik mengumbar kemesraan di depan anak kecil.


Perlahan Barsh menuruti ucapan Kalistha. Mereka berjalan mendekati anak kecil yang sedang duduk sambil memperhatikan orang-orang di sana.


Tiba ketika dirinya berada di hadapan anak kecil itu, Kalistha berjongkok menyamai tingginya. Dengan wajah yang cukup ramah itu Kalistha menyapanya.

__ADS_1


"Hei!" sapa Kalistha padanya.


Anak kecil itu mendongak memperhatikan Kalistha yang tersenyum ke arahnya.Tangannya mulai meraih coklat yang ia letakkan di sampingnya.


Sambil mendongak dengan wajah polosnya. Anak kecil itu mencoba menawarkan kembali coklat miliknya.


"Maukah kakak membelinya? Ini buatan Nenek, dia sedang sakit di rumah!" ujar Anak kecil itu menjelaskan.


Kalistha tersenyum memperhatikan betapa polosnya anak di hadapannya itu. Kalistha memperhatikan coklat yang ada di tangan anak itu.


"Emmm, sepertinya ini cukup lezat! Boleh, berapa semuanya?" tanya Kalistha padanya.


Anak itu tersenyum senang mendengar itu. Ia begitu bersemangat menata coklat-coklatnya.


"Semua?" tanyanya tak percaya.


"Ya, aku suka coklat! Dia juga menyukainya jadi aku mau membeli semuanya!" ucap Kalistha sambil menunjuk ke arah Barsh.


Anak itu terlihat bahagia sekali mendengarnya di pun menyerahkan tiga wadah coklat yang sedaritadi dibawanya pada Kalistha.


Dengan senang hati Kalistha menerima coklat itu. Dari dalam saku Kalistha mengeluarkan beberapa lebar uang.


Barsh menahan hal itu. Kemudian Barsh yang sejak tadi berdiri pun ikut berkongkok menyamai tinggi anak kecil itu, memberinya beberapa uang.

__ADS_1


"Belikan nenekmu obat sekarang! Sisanya untukmu ya!" ucap Barsh sambil tersenyum.


Anak kecil itu memperhatikan uang yang Barsh serahkan.


"Kakak, bukankah ini terlalu banyak?" tanya Anak kecil itu sambil menatap Barsh. Hal itu membuat Barsh tersenyum, seraya mengusap kepala anak itu.


"Separuh dari itu untuk membeli coklatmu separuhnya lagi penghargaan atas kerja kerasmu!" ucap Barsh padanya. Anak itu tersenyum senang, refleks ia memeluk Barsh di sana.


Tentu saja Barsh membalas pelukan kecil dari anak itu. Kalistha nampak tersentuh melihat betapa hangatnya perlakuan anak itu pada Barsh.


"Terima kasih, kakak tampan!" ucap Anak kecil itu pada Barsh.


Kalistha tersenyum mendengar itu. Anak itu kemudian melepas pelukannya, lalu berdiri.


"Aku pergi dulu ya, Terima kasih!" ucap anak kecil itu melambaikan tangannya seraya pergi menjauh.


Mereka berdiri menatap kepergian anak itu.


"Usianya setara dengan Syena ya?" tanya Barsh lirih sambil masih memperhatikan punggung anak kecil itu yang mulai menjauh meninggalkan mereka. Kalistha mengangguk mendengar itu.


"Iya!" jawab Kalistha padanya. Hari sudah hampir malam Barsh pun mengambil bungkusan coklat yang tadi dibelinya.


"Mari kita pulang, Syena pasti senang dengan apa yang kita bawa!" ucap Barsh.

__ADS_1


Kalistha mengangguk dia tersenyum. Mereka berdua pun kembali meneruskan perjalanannya.


•••••


__ADS_2