
Resky pun pergi ke masjid saat di bawah Resky bertemu dengan pak ramlan, pak ramlan saat itu juga hendak ke masjid
"Eh nak Resky mau ke masjid , ayo bareng sama ayah , "
kata ayahnya Risa pada Resky
" Iya ayo ayah , "
kata Resky pada ayahnya Risa
Resky dan pak Ramlan berangkat ke masjid bersama-sama
*Di dalam kamar Risa
Risa di dalam kamar juga sedang sholat zhuhur, dia begitu khusyuk terlihat kedamaian di raut wajahnya saat ia sholat
setelah melaksanakan sholat Risa melipat kembali mukena dan sajadah nya, setelah itu Risa merebahkan tubuhnya dia atas kasur
Entah lah perasaan apa ini tadi saat melakukan permainan makan dengan Resky rasanya bahagia sekali entah lah
tapi kapan permainan pernikahan ini akan berakhir
huff sebenarnya aku lelah sekali tapi aku harus selalu semangat ini baru awal nya saja
Batin Risa, karena kelelahan karena acara hari ini dia tanpa sadar matanya terpejam dan dia sudah tidur dengan sangat pulas, saat tidur Risa sudah melepaskan hijabnya, Risa mang memilki kebiasaan kalau saat dia tidur atau di dalam kamar dia melepas hijabnya
cklek
Resky yang sudah pulang dari masjid, dia langsung masuk ke kamar, dia juga sudah sangat kelelahan
"Assalamu'alaikum , "
ucapan salam Resky
" Eh tidur, hmm yasudah lah , "
gumam Resky pelan
manis sekali , saat tidurpun sangat manis
batin Resky
Resky masuk kedalam kamarnya , lalu dia mengganti baju koko nya dengan baju santai, setelah mengganti baju dia juga langsung merebahkan dirinya di samping Risa
Resky dalam posisi tidur memiringkan tubuhnya menghadap Risa, dia memandang wajahnya dan mengelus pipinya
" Aku tau kau pasti sudah sangat lelah dengan acara tadi juga dengan sandiwara ini , tidurlah , "
gumam kecil Resky
lalu Resky memeluk Risa dan mencium keningnya, karena Risa sangat lelah dia tidak menyadari kalau dia sekarang tidur di pelukan Resky, tanpa sadar pun Risa membenamkan kepalanya ke dada Resky
* Di ruang keluarga pada pukul dua siang
ayah dan ibunya Risa sedang duduk santai dengan menonton TV
"Istriku dimana Risa sejak setelah pernikahan beberapa jam yang lalu dia belum keluar kamar, aku ingin sekali bicara dengannya , "
kata ayahnya Risa pada ibunya Risa
" Suamiku, mungkin Risa masih istirahat di kamarnya , "
kata ibunya Risa sambil mengganti saluran TV
"Oh begitu ya , "
__ADS_1
kata ayahnya Risa pada ibunya Risa, ayahnya Risa terlihat sedih dan kecewa
" Suamiku jangan sedih, meski Risa sudah menikah dia tetaplah putri kita , dia tidak akan meninggalkan kita jadi jangan sedih ya , "
kata ibunya Risa pada ayahnya Risa
" Aku sudah berusaha untuk tidak sedih namun susah sekali, aku takut besok saat Risa meninggalkan rumah ini aku tidak bisa menahan air mataku , "
kata ayahnya Risa yang hampir saja menangis
" Suamiku kau harus rela jika Risa menikah, dan harus percaya bahwa suaminya akan selalu menjaganya, jadi jangan
bersedih ya , "
kata ibunya Risa pada ayahnya Risa
" Iya istriku, aku merasa sedih karena dia adalah putri semata wayang ku yang berharga juga permata satu satunya yang ku miliki aku sangat menyayanginya, dulu waktu Risa di Singapura aku tidak tinggal dengannya , waktu saat sudah pulang ke Indonesia dia memilih tinggal di kosan dan baru pulang beberapa hari ini dan baru bisa bertemu dengannya setelah sekian lama namun dia harus meninggalkan rumah ini lagi ,karena menikah , "
kata ayahnya Risa pada ibunya Risa pada ayahnya Risa dengan sedih
" Sudah-sudah jangan sedih lagi toh kita juga masih bisa bertemu dengannya kan
suamiku , "
kata Ibu nya Risa pada ayahnya Risa
" Hmm iya , "
kata ayahnya Risa pada ibu nya Risa
*Di kamar Risa disaat yang sama (pukul dua siang)
uggh entah mengapa rasanya berat sekali , dan apa ini hmm dada, dada seorang pria , Jangan-jangan.....
batin Risa, dia merasa aneh karena dia merasa ada yang memeluk nya dan saat dia mencoba meraba ternyata dia meraba sebuah dada bidang milik Resky
gumam Risa
pipi Risa seketika menjadi merah karena malu
juga matanya terbelalak karena kaget
aku harus membangunkannya, jika tidak aku tidak bisa bangun
batin Risa
Risa pun menggoyang tubuh Resky agar Resky bagun
" Resky, Resky bangun, Resky! "
kata Risa membangunkan Resky
" Hmmph kenapa berteriak aku masih sangat lelah ada apa memangnya? "
kata Resky dengan agak serak
" Lepaskan aku aku mau bangun , "
kata Risa pada Resky
pipi merah Risa dilihat oleh Resky
pipinya merah hihihi
batin Resky
__ADS_1
Resky pun melepaskan pelukannya,dan Risa pun bangun
fyuh akhirnya bisa lepas juga,
jantungku kenapa lagi ini tapi ya wajar saja sih jantungku berdebar ini kali pertamanya aku di peluk seorang lelaki selain ayahku
batin Risa
" Hmph , kenapa memelukku saat tidur jangan macam macam ya denganku , "
kata Risa pada Resky
" Eh hmmm aku tidak sadar melakukannya maaf , "
kata Resky pada Risa bohong
" Dih 🙄 , yaudah
aku mau kebawah dulu , "
kata Risa pada Resky
" Hemm , "
jawab Resky
Risa pun langsung memakai hijabnya dan turun kebawah, dia menuju ruang keluarga
aku ingin sekali bertemu ayah dan ibu semoga mereka ada di ruang keluarga
batin Risa
"Assalamu'alaikum ayah ibu, sedang bersantai? "
kata Risa pada kedua orang tuanya, dia duduk di samping ayahnya
tanpa aba-aba begitu melihat Risa ayahnya langsung memeluknya
" Waalaikumsalam, putriku permata hatiku , "
kata ayahnya Risa hingga berlinang air mata, pak Ramlan sudah tidak bisa membendung kesedihannya lagi saat melihat Risa
karena dia akan berpisah dengan Risa besok, yah pantas bahwa ayahnya Risa merasa sangat kehilangan Risa pasalnya sejak kecil hingga sekarang pak Ramlan hanya menghabiskan sedikit waktu dengan Risa
" Eh ayah kenapa menangis apa aku menyakitimu, jika aku menyakitimu aku minta maaf ya , "
kata Risa pada ayahnya
pak Ramlan pun melepas pelukannya
" Tidak putri ku kau tidak pernah menyakiti ku, aku hanya sedih karena besok kau akan pergi dari rumah ini, waktu yang kita habiskan dari dulu hingga sekarang sangat sedikit sekali , maafkan ayahmu ini dari dulu tidak pernah punya banyak waktu untuk bersamamu , "
kata ayahnya Risa sambil menghapus air matanya
"Ayah jangan menyalahkan diri ayah sendiri ini bukan salah ayah, sudah jangan sedih lagi aku janji setiap minggu aku akan pulang meski tidak menginap aku akan selalu datang ayah jangan sedih ya , "
kata Risa pada ayahnya
" Benarkah kau setiap minggu akan datang, terimakasih putriku , ayahmu ini akan selalu menunggu kedatangan mu setiap hari minggu walau tidak menginap itu sudah cukup membuat ku bahagia , "
kata ayahnya Risa sambil memegang tangan Risa
ayah aku tau perasaanmu, aku juga sedih sekali harus meniggalkan mu, tapi ini tidak akan lama
batin Risa
__ADS_1
Risa dan pak Ramlan juga ibunya pun saling berbincang di ruang tamu berbincang dengan sangat lama sekali , Risa pada saat itu benar-benar merasakan kehangatan keluarga yang utuh, dan dia juga sangatlah bahagia
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤