Benih Lain Di Rahim Istriku

Benih Lain Di Rahim Istriku
Pertemuan saudara


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Kevin berpikir, banyak hal yang ia pikirkan termasuk seseorang yang menyerupainya di foto yang ia bawa. Benaknya bertanya tanya dari mana pula Novia mendapatkan foto itu? Siapa pula yang mengirimkan fito tersebut kepada istrinya? Lalu apa maksudnya?


Pertama tama Kevin bisa mengambil kesimpulan tentang omongan Novia beberapa waktu lalu, yang mana Novia mengatakan bahwa ada seseorang yang memiliki wajah nyaris serupa dengan dirinya, dan itu merupakan ayah biologis yang di kandung Novia.


"Haruskah aku mencari dan menyeret pria itu untuk meminta maaf kepada istriku, tapi bagai mana jika pria itu menginginkan bayi? Novia tak akan mungkin menyerahkan bayinya begitu sajakan?" Kevin bertanya tanya dalam hati,


"Lalu bagaimana jika Noviaku malah berpaling dariku? Sepertinya pria itu bukan orang sembarangan, pria itu seperti orang berpengaruh." Kevin justru ketakutan jika Novia mencampakaannya. Terlebih sudah aya bayi di antara mereka.


Kevin terus mengemudikan mobilnya menuju rumah kedua orangnya, namun dari kejauhan Kevin melihat sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumah ibunya, untuk itu ia memarkir krndaraannya cukup jauh dari halaman rumah ibunya, Kevin bahkan menitipkan mobilnya ke halaman tetangga orang tuanya dan memberikan sejumlah uang sebagai tanda konfensasi karna memarkir mobilnya di halaman orang lain.


Kevin membawa foto itu di genggamannya, ia menuju rumah ibunya. Kevin tak langsung masuk ia lebih memilikmh untuk mencuri dengar pembicaraan antara orang asing dengan kedua orang tuanya.


"Siapa orang itu?" Gunam Kevin dalam hati, dirinya tak dapat melihat wajah orang itu karna posisinya membelakangi dirinya.


"Aka Ibu tak merindukan aku! Hampir seumur hidupku aku tak mengingat Ibu datang kepadaku?" Kevin dapat mendengar orang itu berujar parau, getaran di suaranya terdengar jelas.


Siapa orang itu? Mengapa menyebut ibunya sebagai ibu juga? pikir Kevin.


"Bukan seperti itu Ken. Ibu sangat merindukanmu, tapi ibu tak dapat menemukanmu, ayahmu membawa dirimu karna membenci ibu." Ibu Maryaki berujar dengan isakan yang terselip di antara jalimatnya.


"Heh, bukankah itu terjadi atas dosa dosa ibu?"


pria itu berujar sinis, kearoganan pria itu jelas dapat Kevin daksukan di ambang pintu yang separuhnya terbuka.


Pertanyaaannya mengapa ibunya bungkam, ibunya tidak menyangkal di kala pria itu mengatakan dosa dosa ibunya, apa yang sebenarnya terjadi?


Kevin merasa dirinya semakin terlihat dungu saat orang asing mengetahui masalah ibunya sedangkan ia yang merupakan anak dari ibunya tak mengetahui apapun.


"Tidak taukah dirimu betapa lama ayahku meratapi hidupnya, bahkan sejak hari itu ayahku tak pernah mebikahi wanita manapun. Ayahku terlalu menyayangi wanita yang sudah mengkhianatinya hingga hamil anak haram anak haram dari kekasih gelapnya. Kau benar benar hina menurutku!" Kendick berujar emosi dengan kedua tangan yang terkepal rapat.


"Pria ini kan yang membuatmu perpaling dari ayah kami?" Kendrick kembali berujar, membuat ayah Hasan diam seribu bahasa, ia tak memiliki kekuatan untuk menyangkal apapun karna memang yang di katakan Kendrick benar adanya.


Kami? Apa ibu pernah menikah sebelumnya? Lalu siapa yang di maksud kami oleh pria itu? Kevin terus bertanya tanya di tempatnya berdiri di balik pintu.

__ADS_1


"Maafkan Ibu Nak." Maryati menangis dan memegangi tangan putranya.


"Apa dengan maaf ibu dapat mengembalikan masa kecilku yang buruk? Hampir 25 tahun aku menjalani hidup tanpa mengenal siapa ibuku. Ayahku membencimu dengan amat sangat, dia bahkan mengutukmu di sisa hidupnya.


"Ibu bersalah. Ibu minta maaf, tapi sungguh ibu dan Ayah Hasan berusaha mencarimu ke berbagai kota nak."


"Cih, Ayahku membawa aku berpindah dari satu negara ke negara lainnya. Dan kau hanya mencariku ke beberapa kota."


"Maafkan Ibu Nak." Maryati semakin meraung menangisi putra yang ia rindukan, ia bahkan beberapa kali menggapai putranya ia ingin memeluk tubuh tubuh yang ia rindukan selama beberapa tahun.


"Dimana kakak kembarku? Apa dia sangat beruntung karna memiliki keluarga yang lengkap dan harmonis."


"Kakak kembar? Apa pria itu adalah pria yang sama dengan orang di foto ini?" Kevin meneliti foto yang ia bawa kemudian menatap ke arah Kendrik yang masih membelakanginya.


"Apa pria itu adik kembarku? Tapi apa tujuan ibu dan Ayah merahasiahkan ini semua dariku?" Kevin belum bisa menyimpulkan apa yang terjaditerhadap keluarganya.


"Apa Kevin lebih beruntung dariku karna memiliki ibu, sedangkan aku tidak?" ucap Kendrik dengan Nada mendemooh remeh.


Degh, namanya disebut, sejauh mana pria yang di sapa Ken itu mengetahui tentangnya.


"Aku disini. Untuk apa kau datang jika hanya membuat ibuku manangis?" Kevin meremat foto itu dan memasukannya di kantong celana miliknya,


Degh


Degh ...


Jantungnya berdegub dengan hebat, darahnya seakan mengalir lebih cepat, sosok itu benar benar menyerupainya, mirip sangat mirip. Hanya tahi lalat kecil di hing Kendrick yang menjadi prmbedanya, pria bertato dengan tindik, fix ini ayah dari bayi haram itu.


Ya Tuhan, maaf Kevin sudah berjanji tak akan menyebut bayi itu bayi haram lagi.


"Diakah pria yang Novia maksud?" Tanpa Novia menunjukannya Kevin melihatnya Sendiri. "Ampuni aku Tuhan karna meragukan pengakuan istriku." monolognya dalam hati.


"Oh saudara kembarku, panjang umur sekali kau. Aku merindukanmu Kevin, ayah kita juga merindukanmu, Sialan aku tak menyukainya kau juga tercantum dalam ahli waris ayah. Entah si tua itu juga sangat menyayangimu kau beruntung." Kendrik berpaling ia kesal akan nasib baik dan keberuntungan Kevin.

__ADS_1


Meski Ayah Marwan tak membawa serta Kevin tapi pria itu juga menyiapkan banyak hal untuk putra pertamanya, semua akan Ayah Marwan miliki akan ia bagi rata dengan Kedua putranya.


"Aku tak menginginkan harta itu, untykmu saja." Kevin masuk dan mendekati ibunya.


"Dari apa yang ku lihat kau tidak mengetahui apapun kakakku." Kebdrik tersenyu.


"Aku akan menjelaskan semuanya kepada anak baik itu Bu."


"Diam!" Kevin mengacunkan sebelah tangannya, sebagai isyarat ia ingin mendengar dari orang lain.


"Bu, aku hanya ingin mendengarkan semuanya dari ibu. Tolong jelaskan." meski ia sudah bisa menyimpulkan apa yang terjadi tapi ia tetap menginginkan pengakuan langsung dari ibunya.


Kevin menaruh ponselnya di atas meja.


Ibu Maryati menjelaskan semua yang ia tutupi selama ini, ia tak bisa berbohong lagi atau Kendrik yang akan mengambil alih ceritanya melalui versi pria itu.


"Maafkan ibu. Ibu bersalah." Ibu Maryati menangis di pelukan suaminya yang terus berusaha menenangkannya.


Kevin bungkam, air matanya sudah meluruh, yang ia bayangkan adalah perasaan ayahnya saat itu. Sangat wajar jika ayahnya menculik Kendrick dan membawanya pergi, ia faham betul luka yang di derita ayahnya.


Apa lagi ibunya dengan sengaja berkhianat, Kevin yang mengalami hal yang nyaris serupa juga merasakan sesak, padahal istrinya tidak sengaja melakukannya. Kevin bahkan menggigit bibirnya untuk meredam tangisnya agar tak menimbulkan suara.


"Bagai mana keadaan ayah sekarang?" Kevin menatap adik kembarnya yang tidak beraksi apapun, berbanding terbalik dengan dirinya yang sudah terlihat kacau.


"Ayah kita baik, dia juga merindukanmu. Dari semenjak yang kuingat Ayah selalu membeli dua barang yang sama dengan apa yang dia berikan untykku, dia berharap suatu saat kau bersedia menemuinya. Ayah selalu membelikan dua cake setiap kita ulang tahun, dia juga menyayangimu Kevin." Meski tak suka Kendrik mengatakan yang sebenarnya, mengenai ayahnya.


"Aku pasti menemuinya. Terimakasih kau masih tetap hidup, maaf aku tak pernah mendoakamu dan ayah karna aku tak tau kebenarannya. Tapi aku bersyukur kau hidup dengan baik."


Kendrick hanya berdecih, jujur ia tak menyukai pertemuan antar saudara ini.


Ponsel yang di letakan Kevin di atas meja sebelumnya berdenting karna ada satu pesan masuk menampilkan wajah Novia sebagai wallpaper ponselnya.


Mata Kendrick melotot saat sekilas melihat fotret di ponsel kakak kembarnya.

__ADS_1


"Siapa wanita itu?"


Degh ...


__ADS_2