
Novia segera mendekat kearah suaminya. "Sayang kau sudah sadar?"
Kevin tak menjawab, pria itu terlihat kebingungan saat melihat kearah Kendrick, pria itu kemudian menyentuh wajahnya sendiri dan terus menatap kearah Kendrick dengan tanda tanya besar di kepalanya.
"Vin kau baik baik saja?" Novia cemas saat sedari tadi Kevin tak mengatakan apapun, bahkan pria itu mengerutkan keningnya senakin dalam.
"Ada apa Vin?"
"Pria itu? Pria itu siapa? mengapa wajahnya sangat mirip sepertiku?" Kevin menyentuh wajahnya sendiri,
"Apa aku sudah mati atau bagaimana?" Kevin terlihat kebingungan atas apa yang terjadi terhadapnya, Kendrik yang berjalan hendak memanggil dokter sampai menghentikan langkahnya, dan berbalik untuk berbicara kepada Kevin.
"Aku Kendrick adik kembarmu Vin, masa kau tak mengingat diriku?"
Kevin menggeleng samar, sebisa mungkin ia mencoba mengingat nyatanya ia tak mengingat apapun tentang pria yang menyerupai dirinya.
"Ah, sakit." Erangan itu terdengar dari mulut Kevin yang berusaha menggali ingatan tentang pria bernama Kendrick itu.
"Kendrick cepat panggil dokter!" Novia sangat khawatir dengan keadaan Kevin sekarang.
"Novia," Kevin memanggil istrinya sehingga Novia mendekat kearahnya.
"Aku merindukanmu dan anak kita."
Kevin terlihat menatap kearah perut Novia kemudian dengan susah payah Kevin terbanggun dan melabuhkan satu kecupan kepermukaan perut Novia.
Selain luka di kepalanya Kevin nyaris tak memiliki luka lain lagi, hanya batet sedikit di tangan dan sedikit di wajahnya.
"Berapa lama aku tak sadarkan diri? Hingga saat aku terbangun anak kita sudah tumbuh sebesar ini."
Novia seakan tak mengerti dengan apa yang terjadi kepada Kevin, pria itu menanyakan berapa lama ia tak sadarkan diri hingga perutnya terlihat membesar, padahal Kevin hanya dua hari tak sadarkan diri, dan seingat Novia perutnya memang sudah sebesar ini saat Kevin kecelakaan.
"Anak kita?"
"Ya anak kita. Anak yang pernah kau ancam keberadaannya saat aku belum memutuskan untuk menikahimu. Kau bahkan mengancam akan mengugurkannya."
Bayi yang di maksud Kevin bukanlah bayi sengketa yang selalu memicu masalah, bukan pula bayi haram yang di tanamkan Kendrick di rahimnya.
__ADS_1
"Oh baby Mochiku. Papa merindukanmu."
Bayi kita yang di maksud Kevin adalah bayi yang sempat di kandung Novia dulu. Tapi mengapa Kevin justru malah memanggil bayi itu adalah bayi milik mereka Baby Mochinya, bayi yang tak sempat lahir itu bajkan sudah memiliki nama.
"Sayang mengapa bisa aku di rawat di ruangan yang sebagus ini?" Kevin memperhatikan ruangan yang di tempatinya.
"Kita tak akan bisa membawar biaya perawatannya, aku tak memiliki asuransi. Lalu siapa yang akan membayarnya. Baik keluargamu dan keluarga kita tak akan mau menolong kita, apa lagi meminjamkan uang mereka." Kevin terus berceloteh tanpa memperdulikan raut heran di mata Novia.
"Tak perlu pikirkan apapun Vin, fokuslah untuk kesembuhanmu." Novia mengusap lembut wajah Kevin, wajah yang selalu Novia takutkan meninggalkannya.
"Sayang kau semakin terlihat berbeda, semakin cantik dan menggairahkan." Kevin memuji, bibir pucatnya bahkan tersenyum malu malu.
Beberapa hal yang di katakan Kevin adalah kejadian 7 tahun yang lalu. Yang mana Kevin pernah tertabrak mobil saat Novia tengsh hamil beberapa minggu, tapi saat itu Kevin tak sampai cidera ataupun di rawat di rumah sakit, Kevin hanya di bawa kesebuah klinik sederhana dan hanya mendapatkan luka di kepalanya.
Dokter datang dan Novia menceritakan kejanggalan kejanggalan yang ada.
Dokter itu juga membawa beberapa berkas dan menelitinya sebelum menyimpulkan sesuatu.
Selain Novia, dokter tak mengijinkan orang lain memasuki ruangannya, pria berjas putih itu sangat serius memeriksa Kevin dan menanyai beberapa hal.
"Sekarang tahun berapa Tuan?" tanya dokter itu dengan serius kepada pasiennya.
Jawab Kevin mantap,
Dokter itu dan Novia saling pandang seakan menyampaikan sesuatu dalam pandangannya.
"Astagha, waktu itu, sebelum aku tertabrak aku membawa dua buah jeruk untukmu Sayang, dimana buah itu?"
"Ada, aku sudah memakannya." potong Novia cepat.
"Aku menguhutang jeruk itu dari pasar, aku hanya tak ingin anak kita ileran karna kau ingin buah itu." Ingin sekali Novia menangis kencang akan apa yang terjadi.
Kevin memang masih mengingatnya sebagai istri dan wanita yang di cintai pria itu, tapi Kevin melupakan apa yang terjadi selama 7 tahun ini. Lalu apa yang akan di lakukan Kevin seandainya pria itu tau jika bayi itu bukan miliknya lagi.
Lalu apa yang akan di lakukan keluarga Kevin saat mereka tau jika Kevin kehilangan sebagian memorinya. Memori kemalangan dan pesakitan Kevin yang di lakukan Novia secara tidak sengaja.
Pantas saja Kevin mengatakan bayi di perut Novia adalah miliknya, rupanya ia kehilangan sebagian ingatannya.
__ADS_1
Novia sudah membuka mulutnya untuk bertanya sesuatu, namun dokter memberikan isyarat supaya Novia tetap membungkam mulutnya.
"Setelah ini temui saya di ruangan saya." ucap dokter itu, seakan menyadari banyak hal di benak Novia.
Dokter menyuruh Kevin untuk istirahat lebih dulu, dokter itu meminta Novia unyuk keruangannya.
"Sayang jangan lama lama." Kevin terlihat sangat manja kepada istrinya itu.
Tidak hanya Novia, dokter juga menyuruh semua anggota keluarga yang menunggui Kevin untu memasuki ruangannya, termasuk kedua orang tua Novia.
Setibanya di ruangan dokter Prans, pria setengah baya itu bertanya beberapa hal kemudian menjelaskan apa yang terjadi terhadap pasien.
"Nona Novia, apa sebelum ini lebih tepatnya 7 tahun lalu pasien mengalami kecelakaan? Atau semacam benturan di kepalanya?" tanya dokter itu kepada Novia.
"Ya Dokter, 7 tahun lalu suami saya mengalami kecelakaan lalu lintas saat dirinya tengah berjalan kaki dia tertabrak mobil yang melaju kencang. Tapi dia tidak papa dan kembali sehat seperti sedia kala. Apa itu berpengaruh dengan kecelakaan yang sekarang menimpa suami saya?"
"Ya, dan sekarang justu imbasnya Nona. Pasien mengira jika kecelakaan waktu itu terbawa keadaan sekarang, bahkan pasien hanya mengingat tahun 2015 dimana kecelakaan itu terjadi. Artinya pasien melupakan 7 tahun yang ia lalui. Mengingat dari 2015 ke 2022 selisih 7 tahun."
"Apa kehilangan ingatan itu bersifat sementara atau selamanya?" Ibu Maryati bertanya, seakan mewakili pertanyaan beberapa orang termasuk Novia.
"Ada yang sementara ada pula yang selamanya dalam beberapa kasus."
Maryati menatap tajam kearah Novia, pria itu menyalahkan Novia dengan apa yang menimpa putra sulungnya.
"Jangan memaksa mengingatkan pasien akan hal hal yang tidak ingin di ingatnya. Jija tida maka syaraf dan pembulu darah di kepalanya bisa saja pecah dan hal terparahnya menimbulkan kematian. Ikuti alur ingatannya, jangan memaksa pasien mengingat apapun." ucapan dokter sedikit nelegakan perasaan Nobia, setidaknya Ibu mertuanya tak akan mengancam jeselamatan suaminya.
"Sepertinya hal yang hendak di lupakan Pasien adalah sesuatu yang ingin ia hilangkan dari dalam hidupnya, sehingga alam bawah sadar pasien mengintruksi untuk nenghapusnya ingatan yang menurutnya menyakitkan." dokter itu menyambung penjelasannya.
Novia sadar betul akan 7 tahun yang ia berikan kepada Kevin adalah penderitaan, selama beberapa tahun Novia membuat pria itu terbebani mulai dari kehidupan miskin, Kevin pula hidup dalam penantian panjang, juga saat kembali ia malah mengandung benih pria lain.
Mungkin ini cara Tuhan mengurangi rasa sakit pria itu.
Setelah menemui dokter, Novia tak menanggapi apapun yang di katakan mertuanya, ia segera memasuki ruangan Kevin.
Novia melihat Kevin sudah memejamkan mata dengan terbaring di atas brankar miliknya.
Wajahnya tergerak untuk mendekat juga melabuhkan satu kecupan di dahi pria itu.
__ADS_1
"Aku mencintaimu." Bisik Novia. "Cepatlah pulih aku merindukanmu."
"Maksudmu kau merindukan tubuhku atau bagaimana?"