
"Bu apa Kevin sudah lama menikah?" Kendrick mendatangi ibunya yang kini tengah menyiapkan makan malam, Kendrick senang di dalam lubuk hatinya ia bersorak gembira karna akan mencicipi masakan ibunya.
"Dia sudah 7 tahun menikah,"
"Wah lama juga ya Bu, apa aku sudah mempunyai keponakan?" Kendrick terlihat lebih ramah dari saat pertama ia datang tadi siang.
"Istri Kevin sempat keguguran sekali. Dan sekarang tengah hamil kembali, kau akan mendapatkan keponakan secepatnya." Ibuaryati tersenyum masam, meski begitu ia enggan untuk membuka aib menantunya sekalipun di hadapan putranya sendiri.
Ibu Maryati cukup tau diri dengan tak menyebarkan aib menantunya, tapi ibu Maryati masih berharap Kevin bersedia meninggalkan dan menceraikan wanita itu.
Jika saja Kevin anak penurut ia akan dengan senang hati mencarikan putranya istri baru yang lebih segala galanya dari Novia.
"Oh begitu."
Mungkin istri Kevin hanya mirip dengan wanita itu, nama Noviapun sangat banyak di negri itu.
Kendrick melupakan jika Novia pernah mengadu nasib di negri Dubai.
.
Kehidupan Kevin berjalan dengan semestinya, ia sebisa mungkin terus menekan egonya meski kerap kali muncul kepermukaan.
__ADS_1
Kevin sebenarnya kerap kali di teror oleh seseorang yang tidak ia kenal, orang itu selalu mengatakan akan memisahkan dirinya jufa Novia, awalnya Kevin merasa jika itu kerjaan orang asing tapi lama kelamaan Kevin mulai risih karna orang itu sering mengirimi pesan serupa dengan nomor yang berbeda. Tapi ia tak membicarakan hal itu kepada istrinya, yang Kevin takutkan adalah Novia malah stres memikirkan teror itu. Mengingat Novia typikal wanita pemikir keras.
Beberapa wanita juga sempat menyapa dan mendatanginya saat ia tengah berjalan dengan Novia.
Kevin paham betul jika yang mendatanginya adalah para wanita yang sempat di kencani Kendrick, Kevin bahkan tak habis pikir mengapa adik kembarnya senang sekali berkencan dan bergunta ganti pasangan.
Rifan adik bungsunya juga bercerita jika kekasih barunya pernah menghabiskan malam denhan Kndrick, sehingga Rifan dan kekasihnya lebih mengakhiri hubungan yang terasa rumit.
"Benar benar sialan si Kendrick itu." umpatnya pelan, Yang mana Kevin harus selalu menanggung getah dari perbuatan pria itu.
Hari inipun Novia merajuk karna juga marah besar, karna saat ia tengah makan siang dengan Kevin tiba tiba ada yang mengecup pipi suaminya.
"Novia, aku bersumpah tak mengenal wanita itu." Kevin mempercepat langkah kakinya untuk menyusul Novia yang lebih dulu melesatkan kakinya keluar dari restoran.
Novia tak menggubris ucaoan pria itu, ia terkalu kesal dengan apa yang terjadi di tambah hormon kehamilannya benar benar membuatnya semakin terpuruk.
"Novia, aku tak memuliki hubungan apapun dengannya sunggu."
"Kau pikir aku percaya, wanita itu terlihat sangat mengenalmu Sialan!"
Kevin bungkam untuk sejenak, ia ragu untuk mengatakan jika sebenarnya dirinya memiliki kembaran, ia takut Novia berpaling kepada ayah bayi itu.
__ADS_1
"Pria sama saja! Tidak cukup dengan satu wanita." Rutuk Novia sembari memasuki mobil mereka, ia sebenarnya cukup puas dengan Reaksi Kevin yang menampar wanita itu namun kecemburuannya sangatlah besar kepada pria itu.
"Anak baik, bujuk Mamamu! Papa tak melakukan kesalahan." Kevin mengelus perut Novia yang kini terlihat menonjol, di kehamilannya yang sudah menginjaj 16 minggu.
Cih, Kevin selalu menggunakan senjata yang sama. Novia selalu luluh jika pria itu menyentuh dan mengajak berbicara bayinya.
Kevin juga selalu mengatakan papa kepada bayinya, dalam artian Kevin sudah mulai berdamai dengan keadaan.
"Kau menyebalkan Kevin."
"Kupikir aku menggemaskan." sahutnya penuh percaya diri.
Kevin mengemudikan mobil miliknya.namun saat memasuki geebang rumah, tiba tiba ia bergetar ketakutan, tangan serta tubuhnya berkeringat saat Kevin mendapati mobil seseorang terparkir di depan rumahnya.
Sialan, di tumahnya ada tamu tak di undang.
"Kendrick." lirihnya tanpa sadar.
"Ada apa Vin? Kau mengatakan sesuatu?" Novia mendengar gunaman Kevin sekilas meski tak jelas.
Akankah Novia dan Kendrick benar benar akan bertemu hari ini?
__ADS_1