Benih Lain Di Rahim Istriku

Benih Lain Di Rahim Istriku
Sejak kapan Kevinku jadi dua?


__ADS_3

Degh ... Degh ...


Kevin merasa debaran jantungnya berpacu berkali kali lipat lebih kencang dari biasanya.


Seluruh tubuh Kevin bahkan sudah di banjiri keringat dingin. Hah rasanya Kevin ingin merapal mantra menghilangkan Novia kali ini.


Mata Kevin bergulir gelisah, mencari sosok dari pemilik mobil itu, dimana Kendrik? Dan dari mana pria itu mengetahui alamat rumahnya.


"Vin, Kevin." Novia mengguncang pelan bahu suaminya.


Kevin tersentak saat merasakan sentuhan di tubuhnya, dirinya seperti orang dungu yang baru saja sadar dari kelinglungan.


"Ya ada apa Sayang?"


"Aku memanggilmu sedari tadi. Apa yang kau cari?"


"Ti, tidak ada."


"Cepat unlock mobilnya, aku sudah kebelet." Novia memang sudah ingin buang ari kecil dari tadi, dan sepertinya ia belum menyadari jika di halaman rumahnya ada mobil lain.


Kevin kebingungan, di sisi lain ia tak ingin Novia sampai bertemu dengan pria yang merupakan adik kembarnya, namun di sisi lain ia juga tak bisa menahan Novia agar tetap di sana, mengingat kantung kemih seorang wanita hamil mudah terisi dan pasti akan sangat menyiksa jika dirinya meminta Novia untuk menahan pipis.


"Vin, malah bengong buka pintunya aku kebelet."


Kevin mengangguk dan membuka unlock di pintu mobil itu, mata tajam pria itu masih mencari keberadaan Kendrick.


"Di mana dia?"


Kevin turut turun dari mobil dan mengekori langkah Novia yang terburu buru memasuki rumah, istrinya itu bahkan setengah berlari.


Tubuh Kevin terpaku saat mendapati Kendrick tengah berdiri di depan dinding memperhatikan foto pernikahannya, sepertinya pria itu habis meneliti pemeran utama wanita dari foto itu. Sial aku tak bisa menyembunyikan kebenaran ini lebih lama.


Kendrick bahkan turut memutar lehernya saat Novia berlalu ke kamar mandi dengan buru buru, Kevin tau fokus pria itu mengarah pada perut Novia yang terlihat membuncit.


Kendrick tampak terkesiap dengan tatapan yang tak bisa Kevin artikan.


"Sedang apa kau di rumahku?" Kevin bertanya dengan nada tak suka, selain Kendrick ada juga ibunya yang tengah menyantap kue yang sepertinya di hidangkan pekerja di rumahnya sebagai jamuan untuk tamu yang merupakan ibu dari tuan mereka.


Sialan! Kevin ingin memaki seluruh pekerja yang berada di rumahnya, padahal Kevin sudah mewanti wanti setiap pekerja yang berada di rumahnya agar tidak menerima tamu saat dirinya tak ada di rumah, sekalipun keluarganya sendiri.


"Ibu, kenapa datang? ada hal apa?" terlalu kentara pertanyaan Kevin menyiratkan ketidak sukaan.


"Ibu hanya ingin berkunjung kerumahmu, ibu memasakan banyak makanan untukmu dan Novia." Ibu Maryati menunjuk rantang tempat makanan yang ia letakan di atas meja.


"Lalu mengapa kau terlihat tak suka saat ibu datang?" tanya ibu Maryati penuh selidik.


"Bukan seperti itu Bu, tapi setidaknya ibu memberiku kabar terlebih dahulu apa lagi ibu membawa orang lain."


"Ibu sudah menghubungimu, tapi kau tak mengangkat panggilan ibu."

__ADS_1


Kevin meraih ponselnya, yang sedari tadi ia letakan di kantong celananya, benar saja beberapa panggilan berasal dari ibunya.


"Ck, sialan. Dasar bodoh." Kevin, berdecak mengumpat, serta memaki secara pelan, ia sungguh mengutuki kebodohannya.


Kendrick kini mendekat kearah ibu juga saudara kembarnya.


"Wanita itu." Kendrik menunjuk potret besar di dinding rumah saudaranya. "Maksudku Novia Maharani, apa dia benar benar istrimu?" Kendrik seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia ketahui.


"Ken, dari mana kau mengetahui nama lengkap saudari iparmu?" Ibu Maryatilah yang bertanya.


Tentu saja aku tau, aku bahkan sudah menghabiskan malam dengannya, juga sempat mencari informasi tentangnya, sayangnya Kendrick hanya dapat berkata seperti itu dalam hatinya saja.


Tak Kendrick pungkiri Novia adalah wanita yang membuatnya tertarik, sayangnya dunia sangatlah sempit, bahkan lebih sempit dari daun kelor, wanita yang pernah ia nikmati rupanya iparnya sendiri.


Lelucon macam apa ini?


Bolehkan semesta sebercanda ini?


Kendrick bahkan mengusap wajahnya sendiri, ini petaka. Tarikan nafas lelahpun beberapa kali ia tarik meski tak berpengaruh apa apa.


"Jawab ibu dari mana kau mengetahui nama panjang Novia?" Ibu Maryati seakan belum puas dengan jawaban putra keduanya.


"Aku tau dari Rifan." ucap Kendrick asal.


Kendrick kembali terlihat gelisah saat tadi tak sengaja ia melihat perut wanita itu membuncit, meski tanpa bertanya Kendrick tau jika wanita itu tengah hamil, ibunya pun beberapa waktu yang lalu mengatakan hal serupa.


Kevin dapat melihat kecemasan di wajah Kendrik, dirinya mampu menebak hal apa yang di pikirkan adik kembarnya.


Kendrick seakan tak percaya dengan kenyataannya.


"Ya dia istriku! Sejak awal semang seperti itu, dan selamanya Novia akan menjadi istriku!" ucap Kevin penuh penekanan, dirinya seakan menegaskan jika Novia benar binar miliknya.


Kendrik terpaku, ada sedikit rasa bersalah di hatinya, tapi sisanya rasa penasaran akan Novia lebih mendominasi, apa lagi ibunya mengatakan usia kehamilan Novia sama dengan hubungan pertama dan terakhir kali dengan wanita itu.


Ya Kendrick benar benar menghitung waktunya, karna untuk pertama kalinya Kendrik melakukan se xx bebas tanpa pengaman.


"Apa bayi itu milikku? maksudku bayi itu benar benar milikku." Kendrik terus bergunam dalam hati.


Mengapa pula wanita itu lama sekali di kamar mandi?


Tak mungkinkan Novia melahirkan di usia kandungannya yang ke 16 minggu.


Kendrick ingin sekali menggeret paksa Novia dari bilik mandi, ingin bertanya langsung tentang benih siapa yang di kandung wanita itu.


Lain pikiran Kendrick lain pula pikirkan Kevin, Kevin berharap semoga istrinya tidak keluar dari toilet sebelum Kendrik dan ibunya pergi dari sana.


"Ken, apakah waktumu sangat senggang?sehingga kau tak pulang pulang."


Kendrik mulai mencurigai Kevin sekarang, apakah kakak kembarnya juga mengetahui sekandal prihal one night stand yang terjadi antara dirinya dan Novia di negri Dubai sana?

__ADS_1


"Sibuk tidaknya diriku bukan urusanmu. Ada apa kau terlihat tak senang melihatku disini?" pancing Kendrik.


"Ya aku sangat tak senang, jadi segeralah pulang!"


"Kevin, kenapa kau begitu. Kendrick adikmu juga, jangan mengusirnya! Kau bisa baik Rifan, kau juga harus bertindak demikian pada Kendrick apa lagi dia adik sekandungmu." Ibu Maryati geram mendengarkan perdebatan kedua adik beradik ini.


Ceklek ...


Pintu kamar mandi sedikit terbuka, Kendrik berharap wanita itu cepat kelur dari dalam sana, sayangnya Novia malang mengeraskan suara. Novia sekarang tengah berada di kamar mandi di dekat ruang tamu.


"Sayang, kau dimana?" tanyanya kencang.


"Aku disini." Kevin menyahuti dari tempatnya berdiri, kemudian ia melangkah dengan tergesa, ia sangat cemas takutnya hak buruk mendatangi istrinya.


"Apa kau baik baik saja?"


"Aku baik, hanya saja pakaianku kotor, aku mengompol di bajuku." Novia tak tau jika di sana ada mertua juga iparnya, meski ia sempat mendengar Kevin tengah berbincang tapi sedikitpun Novia tak mengira jika suaminya tengah berbincang dengan merua serta iparnya.


Novia yang kebelet tak sempat memperhatikan sekitar, ia melewatkan kehadiran mertuanya juga.


"Barusan aku mandi, jadi tolong ampilkan pakaianku."


Pantas saja Novia lama pikir Kevin dan Kendrick bersamaan.


Kevin tak heran, karna Novia pernah mengompol di pakaiannya juga kala itu, ia juga sempat berkonsul tasi kepada dokter yang menangani Novia, dan dokter itu mengatakan hal tersebut itu sangat wajar. Sehingga Kevin tak berpikir lebih jauh.


Setelah beberapa waktu Kevin pergi, pria itu kembali dengan pakaian Novia di tangannya lengkap dengan sepasang **********.


Tok ... Tok ...


"Sayang, ini pakaiannya. Jangan sampai kau kedinginan."


"Kau tak ingin ikut masuk?" tanya Novia, Kevin bahkan di buat meremang dengan pertanyaan itu.


Ibu Maryati bahkan tersedak mendengar lelucon menantunya. Lain halnya dengan Kendrik, pria itu berpaling dengan rasa yang sulit ia jelaskan.


"Uhuk uhuk ..."


"Minum dulu Bu."


Di situ Novia baru menyadari sesuatu, cepat cepat ia mengenakan pakaiannya dan hendak menemui ibu meetuanya. Novia mengenali suara batuk itu.


Saat pintu kamar mandi terbuka. Mata Novia hendak meloncat dari tempatnya, ia terkesiap saat mendapati diri suaminya menjadi dua.


Novia bahkan mundur dua langkah dari tempatnya berdiri.


Sejak kapan Kevinku jadi dua?


Menyadari reaksi Novia Kendrik mendekat, Kendrik tak perduli seandainya Kevin mencurigainya karna kecurigaan itu benar adanya.

__ADS_1


"KAU?"


__ADS_2