Berawal Dari Cinta Rahasia

Berawal Dari Cinta Rahasia
episode 14


__ADS_3

"hari berlalu begitu cepat....


tanpa sadar aku semakin dekat dengan Rio, tapi aku takut untuk membuka hati, aku takut untuk percaya bahwa Rio menyukai ku, bukan aku tidak peka, hanya aku pura-pura bodoh di hadapanmu Rio, seperti Juan, kau dan aku juga bagai laut dan langit tak akan bisa bersama." gumam yuri menatap pelavon kamarnya


di kampus.....


"yuri, kau sedang apa?, melamun lagi, Juan lagi! " tanya sita


"tak ada aku hanya memikirkan kado untuk ayah, bulan ini ulang tahunnya"


mungkin di ulang tahun ayah ini aku malah yang akan dapet kado".


"maksudmu???, kado apa??? "


"kado ibu baru"


"hah kau akan punya ibu tiri"


"mungkin"


"kau tak apakah punya ibu tiri"


"ya gak papalah, aku bukan anak jaman dulu ya, meski ibu tiri, tak semua ibu tiri jahat, dan aku melakukan itu untuk kebahagiaan ayahku, aku tak berpikiran sempit sita, nantinya aku akan menikah, aku akan meninggalkan rumah, kalok ayah tidak menikah siapa yang akan merawatnya hingga tua"


tak sengaja Juan mendengar perkataan yuri


"anak ini tidak kusangka, dia berpikir begitu, tak seperti ku, aku selalu menyalahkan ayahku yang menikah lagi, begitu kah yang seharusnya.. caraku berfikir selama ini terlalu sempit" gumam Juan


Prok Prok Prok.....


"hebat sekali cara pikirmu" suara Juan mendekat ke arah sita dan yuri

__ADS_1


"maksudnya" suara ini seperti nya aku kenal, yuri menengok kebelakang,


"heh, Juan"


"hemz, boleh aku ikut duduk" ucap Juan


"tidak boleh" ucap sita ketus


orang tak berperasaan seperti mu tak pantas duduk bersama kami....


"maaf untuk kejadian di pantai waktu itu, saat itu pikiran ku, sangat kalut, aku tak trima ayahku menikah lagi,!"


"sudahlah sita, aku juga sudah lupa kejadian waktu itu, sudahlah CEO tak usah kau pikirkan lagi, aku sudah melupakan nya"


"hemz, selama ini aku sudah salah menilainya, dia gadis bijaksana, lembut, dan baik" ucap Juan dalam hati


"terimakasih, untuk maafmu, mulai saat ini cobalah jadi temanku"


"mimpikah, apa aku mimpi" gumam yuri, baik CEO"


"panggil Juan saja, aku tak sedingin kak bastian. "


"hah, bahkan bastian juga menyuruhku memanggil bastian" gerutu yuri


"ekhm ekhm, sayang, siapa wanita ini, kenapa kau dekat dekat denganya" ucap yesi


"dia" ucap Juan tergantung


"eh mereka"


"kami ini temen SMA nya dulu, kami alumni SMA Terpadu, kami disini tidak untuk merayu pacarmu kok, hanya membicarakan Reuni SMA kami yang akan di adakan bulan ini" ucap sita ketus

__ADS_1


"mereka alumni SMA terpadu, kok aku tak pernah tau mereka" ucap Juan dalam hati.


"oh begitu, ayok sayang kita pergi" awas saja jika mereka berani mengambil mesin ATM berjalan ku(Juan yang di maksut) aku harus waspada dengan gadis ini(sambil melirik yuri) tatapan Juan padanya terasa beda.


"lepas, yesi lepas, aku risih kau menggandengku seperti ini"


kenapa aku mulai tidak perduli dengan yesi, setelah bicara dengan yuri, perasaan nyaman dan familiar terasa.


"yo, pagi-pagi pacaran terus, ucap Rio


" eh lo yo, hari ini kita akan ke perusahaan kan, untuk membicarakan kerjasama perusahan kita. ok yesi, gue pergi dulu, ini golden CART, pakailah ini untuk belanja ,tak akan ada limitnya, aku harus pergi" ucap Juan sembari menarik tangan Rio menjauh pergi


"apa-apan lo, maen narik gue aja"


"yo, kenapa gue merasa yesi bukan orang yang menolong gue ya"


"sudah ku bilang, lo si gak percaya"


"dan kenapa gue malah merasa yuri orang yang menolong gue, setelah gue ngobrol sama dia, ada perasaan beda dan familiar"


"apa??? yuri, kapan kau ngobrol denganya, ingat status lo, lo ini pacar yesi sekarang satu kampus tau, kau jangan membuat masalah untuk yuri" ucap Rio kesal, panas, cemburu, campur aduk pokoknya.


"gue tau yo, gue akan menyelidiki semuanya lagi"


"kalok bener Juan nemuin bahwa yuri yang menyelamatkan nya, gue harus terang terangan dong saingan ama temen gue" Rio di buat bingung dengan hatinya sendiri.


"hei yo, jangan ngelamun, gue pergi dulu, gue ada urusan, gue mau ke perusahaan, banyak yang harus gue urus,"


"Ok"


"sory Juan bukan gue mau nutupin kebenaran nya, tapi gue juga ragu apa bener kalung tu punya yuri, meski gue denger kalok yuri yang membawa lo kerumah sakit, tapi gue juga ragu, yuri anak biasa biasa, punya kalung semahal itu, apa benar?? "

__ADS_1


__ADS_2