
di kampus...
"ntar malam jangan lupa ke rumah ya"
"baiklah" ucap sita dan farhan.
"kamu udah siapin semuanya ri"
"udah aku udah pesen semua"
"yang dateng siapa aja ri"
"paling, aku kamu, farhan, sama papa, kamukan tau papa anak tunggal, mama anak tunggal, dan aku juga anak tunggal, cuma kalian keluargaku"
"aku boleh dateng" suara dari belakang mereka bertiga
"eh eh, juan??, kalok tidak merepotkanmu"
"tidak, sama sekali tidak merepotkan"
"yo, yo, lagi pada ngapain" ucap Rio dengan sikap biasa
"ntar malem ulang tahun bokapnya, yuri, lo dateng aja Rio, lo kan dah banyak bantu yuri, ya kan han, yuri juga pasti setuju"
"eh mana boleh gue ikut tuan rumah aja gak ngundang" sindir Rio
"ekh, kalok tidak merepotkan mu, kamu juga harus datang" ucap yuri malu-malu.
"yo, gue juga bakal dateng bareng juan"
"ya udah kita bertiga pergi dulu ya.." ucap sita
terasa canggung antara Rio dan juan ntah kenapa.
juan memulai percakapan
"lo suka ama yuri?? " tanya juan
"kalok iya kenpa??, gue juga pernah peringatan lo kan, gue gak bakal lepasin dia walaupun lo tau kebenarannya. "
"Rio lo?? tau semuanya dan lo gak bilang ke gue, sahabat macam apa loo"
BRUUUUUKKKKKK.... juan emosi dan memukul Rio.
"gue juga baru tau kalok yang nolong lo yuri, tapi gue sama seperti lo gak yakin, gue mau cerita sama lo, tapi saat itu lo benci banget ama yuri, lo lupa semua yang dah lo katakan, kalok yuri tu pembawa sial buat lo"
"cukup, gue gak mau denger lagi!! kita tetep sahabat, tapi gue juga gak bakal nyerah gitu aja buat dapetin hati yuri"
__ADS_1
"gue juga gak bakal biarin yuri gitu aja," meski gue tau di hati yuri cuma ada lo juan, dia mencintai lo 4tahun sedang gue baru kenal berapa bulan sama dia, semua ini akan gak adil buat gue, tapi gue gak akan nyerah gitu aja, berharap ada keajaiban dari Tuhan(ucap Rio dalam hati)
"ok sekarang kita rival.. kita akan bersaing sehat, siapapun yang di pilih yuri, jangan pernah membuat doa menangis"
"ok, seharusnya itu dialog gue, kan lo yang sering buat cewek nangis"
"eh kayak lo gak aja, dasar playboy tengil"
hahahhahaha
mereka berdua tertawa bersama-sama..
ting...
"jadi ketemu gak"
cewek ceroboh
"jadi aku tunggu kau di parkiran"
gue(Rio)
"aku kesana"
cewek ceroboh
"gak pakek lama ya yuri aditama"
gue
cewek ceroboh
"masuk,, mobil"
"mau kemana??? "
"ikut aja"
"turun cewek ceroboh"
"waaaaaaawwww kawaii, ini tempat ini penuh dengan kucing"
"ini vila gue, gue kusus buat pelihara kucing-kucing ini"
"orang kaya mah bebas kucing aja punya vila" ucap yuri dalam hati
"emz ini semua kucing lo"
__ADS_1
"iya, mereka lucu ya"
yuri menggendong satu kucing berwarna putih lucu, gemesin dan imut banget
"itu nanya mili, dia ini kucing favorit gue"
Rio sambil mengelus kucing yang di gendong yuri.
"mili nama yang bagus, dia imut banget" yuri mengelus kepala kucing tu, bersamaan dengan Rio juga mengelus hingga tangan mereka menempel.
deg.... deg... deg...
pandangan mereka bersatu....
membuat mereka tanpa sadar memajukan wajah mereka, sampai kedua hidung mereka hampir menempel..
buk...
si kucing loncat dari gendongan yuri, membuat mereka kaget dan salah tingkah....
"Ehk ekh" Rio menggaruk tengkuknya yang tak gatal...
"pulang yok, ntar ke maleman, ntar malem kan ulang tahun ayah"
"ok aku antar pulang"
"eh Rio ini untukmu" yuri memberi kantong ke pada Rio
"apa ini, boleh ku buka"
"buka saja"
"kemeja. untuk ku"
"iya, tapi maaf tidak semahal yang kau pakai"
"dalam rangka apa kau memberi ku hadiah"
"apa memberi hadiah harus ada alasan!!. baiklah kalau gitu ini untuk membayar kau yang telah merawatku waktu di rumah sakit."
"kemeja ini tak akan sepadan ceeek ceroboh, tanggal 15 besok kau harus ikut aku menghadiri acara"
"heeeeee, acara apa?? "
"kamu gak perlu tau kau hanya harus datang bersamaku"
"ok kalok itu untuk membalas budi mu yang telah merawatku baiklah"
__ADS_1
"kau harus janji"
"ya aku janji" yuri bersungguh-sungguh.