
"malam ini ikut denganku ya" ucap rio
"mau kemana?? " ucap yuri
"ada dech kamu ikut aja ya, aku akan menjemput mu jaman 8 malam"
"ok, rio trimakasih"
"heeeee, untuk apa?? "
"untuk kebahagiaan hari ini"
"ini belum seberapa, by, emmuachh (rio mengecup kening yuri) "
"eh"
"sampai jumpa nanti malam"
malam hari
jam sudah menunjukan jam 8 tapi Rio belum datang.
"kemana sih kamu Rio, (yuri mondar mandir membawa HP nya), kenapa gak ada kabar sih??, apa jangan-jangan tadi cuma prank, dasar playboy"
suara bel berbunyi
"selamat malam peri cantik ku" ucap Rio
"huh" yuri mendengus kesal pasalnya Rio telat 15 menit
"maaf sayang aku telat, udah dong jangan cemberut aja, jadi gak cantik tuh"
"biarin aja, jelek gini kamu juga suka"
"rio, menggandeng tangan yuri, ayok" mereka berjalan menuju mobil
"mau kemana, emang Rio"
__ADS_1
"eid, panggil sayang, jangan Rio"
"ih, kan biasanya kan juga Rio"
"tapi itu panggilan sebelum aku jadi pacar kamu"
"iya dech, sa saa sayang"
"good Girl, Rio mengelus kepala yuri"
Rio melajukan mobilnya menuju sebuah vila
yang terlihat sangat gelap
"Rio mau ngapain disini, aku takut gelap(yuri menarik ujung kemeja yang di pakai Rio)
" ayok, aku mau tunjukin sesuatu ke kamu"
"(yuri menggelengkan kepalanya), takut, pulang aja yuk, jangan aneh-aneh, kita belum SAH tau"
"hahaha(Rio terkekeh mendengar ucapan yuri), emang kamu pikir aku mau ngapain kamu, dasar, pikirannya kotor amat sih, sapu dulu sana"
"kamu takut aku apain ucap Rio menggoda yuri, udah dech ayok masuk"
(yuri mengangguk)
"mereka pun masuk vila itu Rio masuk dan menghidupkan lampu"
"surprise (di ruangan itu terlihat tulisan
YOU WILL MERRY ME, ruangan yang indah yang di penuh lilin, rio menyematkan cincin yang sangat indah di hiasi berlian di atasnya.
tanpa sadar yuri meneteskan air mata.
"yuri mengangguk, dan memeluk Rio"
di saksikan kedua sahabatnya shita dan farhan, dan ada juga Juan sahabat Rio, orang tua Rio pun hadir tak lupa ayah yuri dan mama Tina ikut merasakan atmosfir bahagia di ruang itu
__ADS_1
"semua pun bertepuk tangan"
"selamat ya sayang, mama seneng kamu jodoh sama anak mama" ucap mama Rio
"trimakasih tante"
"mama, kamu kan calon menantu mama"
"iya ma"
"shita dan farhan memeluk yuri,
ehm inget ya Rio awas kalok buat sahabat gue nangis, gue bakal buat perhitungan sama lo"
"bringsik lo, mana ada gue buat istri gue nangis, yang ada gue buat bahagia terus" jawab Rio
"selamat bro, jangan lo sakitin yuri, kalok lo sakitin gue bakal rebut yuri, walau dah setatus janda" bisik Juan
"enak aja, gue dapetin aja susah kok mau di rebut" dengus Rio kesal
"Juan terkekeh mendengar ucapan Rio"
"selamat ya yuri, gue harap lo bahagia, Juan menjabat tangan yuri"
"terus aja, pegangin, terus, terus" Rio kesal
"haha, yuri kok gue merinding ya, belum nikah aja level cemburunya udah ngeri haha"
"yuri tersenyum malu menanggapi ucapan juan"
"jadi kapan kalian mau meresmikan, potong ayah yuri"
"setelah kelulusan kita om,
bagaimana menurut om"
"ayah setuju sama kamu Rio, jadi ayah juga bisa siapin semuanya, dengan matang, mau gimana juga yuri anak semata wayang ayah"
__ADS_1
"iya ayah, Rio juga mau siapin yang terbaik di hari bahagia yuri 1x seumur hidup"