
sesampainya Rio di club malam,
Rio mengedarkan pandangannya mencari sahabat nya..
"yoo" ucap Rio sambil berjalan ke arah Juan yang sedah minum wine itu.
"lamak looo," umpat Juan
"hahaha santai bro, ada apa?? lo udah maen kesini aja" kata Rio
" mulai besok gue harus ke perusahaan bokap gue, sebenernya gw males ke kantor" ucap Juan sambil meneguk minum di gelasnya
" la lo si kurang menikmati hidup, kuliah males, ke kantor males, lo harusnya cari cewek biar lo ada penyemangat "
" cewek mah gua banyak, hahahaha"
"maksut gue pacar, bukan cewek sembarangan!!! hahaha" umpat Rio sembari meneguk wine
"ngomong-ngomong cewek.
semalem gua di anter cewek ke hotel, dan anehnya cewek tu gak ngasih petunjuk apapun tentang dirinya, padahal semua cewek kalok bantu gue pasti ada maunya, gue sedikit penasaran sama cewek ini, meski gue belum tau siapa cewek ini" ucap Juan
"lo udah cek CCTV-nya"
" udah tapi gak keliatan jelas mukanya, gua cuma tau dia pakek liontin bunga mawar merah, dan ada permata biru di tengahnya "
"suruh aja bawahan lo buat nyarik tu cewek"
"udah gak usah di bahas katanya lo mau happy-happy kita lanjut minum sampai puaaasss".. ucap Rio.....
saat ini yuri dan sita sudah di tempat kerja
"yuri, kesini kamu!! malem ini kamu bertugas menemani tamu VIP kita di ruang 306" ucap rega bos yuri
"tapi bos, saya kan cuma pelayan" ucap yuri
"hais saya tau kamu hanya bertugas menuangkan wine saja, tak perlu minum, toh di kontrak kerjamu saya tau kamu tidak mau jadi maidbar"
__ADS_1
"ok dech bos" dengan sangat berat yuri mengiyakan perintah bosnya
"lo gak papa ri, ucap sita
" gak PP, ya udah aku anter ini dulu ya" sambil nyengir yuri meninggalkan sita.
kreeeeekk yuri pun masuk ke ruangan 306 dan meletakan beberapa botol wine..
"astaga bastian, mampus gue, dia ngenalin gue gak ya" gumam yuri lirih
"yo pelayannya lumayan cantik dan sexy, sini temani gue minum" ucap aldy teman bastian
" maaf Pak saya di sini hanya bertugas menuangkan wine " ucap yuri
"yo jangan mun*fik ya, semua cewek yang berkerja disini semua bisa di b**i!!!!!" ucap aldi sambil mendekatkan tubuhnya ke tubuh yuri dan mulai mengangkat dagunya dan ingin menciumnya.
"maaf Pak saya bukan wanita seperti itu" jawab yuri sembari mendorong tubuh aldy
"kamu berani menentang ku, dasar wanita ******" Ucap aldy sembari mengangkat tangannya m
yang akan menampar yuri
sebelum aldy menampar yuri, dia sudah di pukul dulu oleh bastian. setelah itu Bastia membawa yuri keluar...
"kamu ini bodoh, bukannya lari malah diam aja, menunggu di pukul" ngomong dengan tatapan sangat tajam dan dingin menatap yuri
membuat yuri gemetaran..
"maaf, dan terimakasih" ucap yuri sembari menyeka air matanya
"dia ketakutan" ucap Bastia lirih melihat yuri yang gemetaran dan tak henti meneteskan air matanya
"sudah tenanglah sudah aman" sembari bastian memeluk tubuh yuri
bukannya diam, yuri justru menangis sejadi-jadinya
"Te te rima kasih...... " ucap yuri gemetar dan terbata bata
__ADS_1
"sudahlah aku antar kamu pulang" ucap bastian yang menggendong yuri menuju mobilnya......
"tadi malem sangat menakutkan......
siang hari di kampus farhan dan sita keliatan panik karna mendengar kejadian semalam dari Inge yang melihat yuri di perlakukan seperti wanita ****** oleh tamunya...
" RI, Yuri, bagaimana keadaanmu??? tanya sita
"aku tidak apa apa kok"
"bagaimana caranya semalem. kau bisa keluar dari neraka itu"
"aku di tolong bastian"
HAA AAAAA AAAAHHH bastian??? tanya kedua sahabatnya di waktu bersamaan.
"udah gak usah di bahas lagi, yok buruan masuk kelas tar kena semprot dosen suho lagi" ucap yuri
"dosen suho lagi cuti tau, semantara penyelamat lo yang gantiin, hihihi" ucap farhan terkekeh geli dengan kata katanya sendiri.
"apa maksudmu bastian??? " aku gak jadi masuk ya, titip absen aja aku " ujar yuri sambil nyelonong mau kabur
"eits tidak bisa, kamu harusnya berterimakasih sama dia yuri, jangan air susu di balas air tuba" ucap sita sambil menarik tangan yuri menyeretnya masuk ke kelas.
sampainya di kelas,
"ekhm ok baik teman-teman silahkan duduk hari ini saya akan mengadakan kuis, untuk mata kuliah yang saya sampaikan kemarin" ucap BASTIAN
"alamak matilah aku" ucap sita kepada yuri lirih
"tenang sebagai sahabat mu bila kau mati aku akan menguburmu secara terhormat, hahaha" ucap yuri sembari tertawa lirih
"Siallll, kau berharap aku beneran mati"
"Barisan kedua dari belakang, bisa diam tidak" ucap bastian tegas
tatapan matanya tertuju pada yuri dan sita
__ADS_1
" mampus badanku terasa membeku dengan tatapannya yang seperti itu" ucap yuri sambil bergidik ngeri
" ya cukup sampai disini untuk hari ini, selamat siang dan trimaksih" ucap bastian.