
di kampus...
"yo, ngelamun aja! " ucap farhan
" gak, biasa aja, gak ngelamun. "
"yuri?? " panggil juan
"Hai, selamat pagi"
"pagi, yuri nanti malam aku akan menjemput mu"
"kemana??? " tanya yuri
" kau tidak perlu tau, kau hanya perlu menjawab iya"
"baiklah"
"ok, ja, jam 07 aku akan menjemput mu"
"ok aku mengerti" ucap yuri
juan berjalan menjauhi farhan dan yuri. .
"Hai yuri?? "
"pak bastian?? "
"aku hanya asisten dosen, panggil aku kak bastian"
"hems, baik kak bastian, ada apa? "
farhan hanya diam dan memperhatikan yuri dan bastian.
"nanti malam kau ada acara?? "
"iya, aku sudah ada janji"
"oh ya sudah( pergi begitu saja) "
"aneh banget ada cowok yang dingin banget kayak gitu ya, dateng dan pergi tanpa permisi"
"hahaha, " farhan tertawa
"ngapain kamu ketawa?? "
__ADS_1
" kamu ini lagi kesambet dewa cinta ya?? " akhir akhir ini aku perhatiin kamu banyak yang deketin"
"heeee, aku tidak merasa begitu"
"bodoh sekali kau yuri"
"hems sudah lah ayok kita ke kelas"
" ok, kita cari sita. "
"cie cie"
"apa-apaan ekspresi mu itu"
"hems, tidak, hanya merasa aneh saja"
"aneh kenapa??? "
"melihat tingkahmu saja aku sudah tau kau menyukai sita"
"heeee sok tau lu"
"yuri, kayaknya lo lagi di perjuangkan sama 3 cowok terkeren di kampus"
"haaaaahhhh?? "
"sita, apaan si"
"yuri lo harus nentuin sikap, lo harus milih, cinta lo di SMA, rio yang selalu ada buat lo, atau bastian yang kayaknya diem-diem suka sama lo"
"apaan si lo sita, mereka itu cuma godain gue aja, mereka juga gak keliatan ada perasaan ama gue kan"
"jangan lari lagi yuri!! , dengerin hati lo, siapa pun, pilihan loe gue ama sita bakal dukung keputusan lo" ucap farhan.
"apa bener gue bisa buat pilihan sita"
"yakin sama perasaan lo, tentuin semua lewat kata hati lo yuri"
"hems, aku aku, gak tau perasaanku sendiri sita"
"yang tau perasaan lo itu lo sendiri"
"hems udah udah, tok kita masuk kelas, ntar telat, bahaya" ucap farhan
di kelas....
__ADS_1
yuri melamun
"bara udah lama gue suka ama bara, tapi gue nyaman sama Rio, tiap sama Rio selalu merasa seneng, tapi kak bastian?? "
selesai kelas..
"riri" panggil bastian
"riri(gumam yuri lirih) kak tian, kak bastian?? "
"riri, cengeng"
"kamu, kamu, kak tian, tetangga ku dulu?? "
"hems ternyata kau tak menganaliku dan ibuku"
"heeee eh, mana aku inget aku baru berumur 6thn mana bisa aku mengingat kakak"
"oh begitu"
"dan lagian kak tian yang ku kenal itu sangat hangat dan kakak begitu dingin"
"banyak yang terjadi setelah kepindahan ku riri"
"hems, begitukah"
"banyak yang ingin ku ceritakan padamu"
"tapi kenapa saat pertama kita bertemu kau tak memberitahuku bahwa kau kak tian"
"aku selalu memperhatikan kamu, berharap kau mengingatku tapi. "
"kak, maaf. "
"hems, tak apa sekarang kau sudah tau aku siapa riri"
"kakak(memeluk) aku merindukan mu yang selalu menolongku"
"hahaha, kau masih begitu manja, setelah kau mengetahui siapa aku"
"heeeh, bukan kah ini yang sering kau lakukan, memeluk ku saat aku sedang bingung dan sedih kak"
"heeemmzz"
"(ingin melepas pelukan) kak"
__ADS_1
"tunggu sebentar lagi sudah lama aku ingin memelukmu dan berkata, aku kak tianmu riri"
"heeeem"