
"aku antar kau pulang"
"tidak terimakasih"
"ayok ikut" juan menarik tangan yuri
"kemana??? " ucap yuri bingung
"ikut aja!! "
"baiklah"
mereka pergi ke suatu tempat
"waaaawww indahnya, vilamu? "
"iya, biasanya saat gua sedih gua kesini,
yuri, sudah berapa kali kau membantuku?? "
"sudah banyak kali" ucap yuri
"serius??? kok aku gak pernah tau"
"bercanda"
"haaaaaa kau mengerjai ku"
"tidak, hahhahaha"
"kenapa tertawa! "
"sikapmu di SMA sudah kembali, sangat berbeda saat pertama kita ketemu di kuliah"
" ya itu, mungkin karna aku tak pernah menerima pernikahan papa, sekarang hububganku sudah membaik, aku juga mulai menerima nyona nana (ibu bastian), dan gak buruk juga punya kakak asdos. "
"syukurlah, ku pikir kau selamanya akan jadi orang yang berbeda"
"eh, maksutnya??, " tanya juan kaget dengan muka bingung
"enggak, gak papa"
"oh ya kenapa aku gak pernah tau kamu sekolah di SMA terpadu"
"heeeee (kenapa bahas ini ucap yuri dalam hati) oh mungkin karna kau terlalu terkenal, dan aku terlalu cupu hehe"
"mungkin itu benar hahaha"
"dasar" ( mulai pedenya kayak pangeran playboy) tiba tiba yuri mengingat Rio.
kenapa aku jadi keinget Rio
__ADS_1
"yuri?? "
"kenpa?? "
"gak jadi. mumpung dah disini kita jalan dan makan"
"boleh, aku juga sedari tadi lapar"
"hahahaha, lo jujur banget. "
setelah makan dan mereka pulang juan mengantarkan yuri.
sampai di kamar
"kayaknya hari ini aku gak ketemu Rio, gak dapet kabar juga darinya" Yuri memandangi layar HP nya.
kring... kring... kring...
tanpa melihat namanya yuri lansung angkat
"halo pangeran playboy"
"hwoy, gue farhan! "
"sorry han aku gak liat layar HP ku"
" besok kita jadikan pergi "
"astaga katanya lo mau cari kado buat bokap lo? "
"astaga gua lupa han, jadi donk" kenapa aku bisa lupa lusa ulang tahun ayah, mungkin karna banyak kejadian akhir-akhir ini
"ok, besok gue ama sita jemput lo"
"ok"
di mall
"lo mau beliin apa ri"
" masih bingung sit"
"beliin mobil aja ri" ucap farhan bercanda
"uangmu"
"haha ya lo han, peka dikit sahabat kita ini habis berkorban banyak buat orang yang gak pernah mencintainya. "
"udahlah sit anggep aja sedekah, " yuri inget uangnya habis buat bayar hotel juan waktu itu
" sedekah kok Sama orang kaya" ucap sita sinis
__ADS_1
"gimana lagi sit, sahabt lo ini kan bucin"
"hahha bener juga" ledek sita
" eh ini bagus gak" yuri menunjukan kemeja warna hitam
" itumah kemudaan, biasanya kan paman pakek kemeja putih buat ke kantor "
"iya juga ya ( kenapa tiba-tiba inget Rio, kayaknya kalok dia pakek kemeja ini cocok).
" eh aku pilih ini aja dech dasi buat paman, karna yuri dah kasih kemeja"
"gue beliin ikat pinggang aja dech" ucap farhan
setelah mereka membayar kedua sahabat itu saling tatap..
"kenpa beli 2, dan ukurannya beda?? , buat juan lagi, lo masih mau ngejar dia ri, mentang mentang dia dah putus. "
"apaan si lo sit, gak gue pengen aja beli"
" lo kan cewek buat apa beli kemeja cowok?? " tanya farhan
"pasti buat juan, ya ngaku lo!!!.
udahlah ri, lo nyerah aja ama perasaan lo itu sama juan. gak capek 4 tahun dalam cinta rahasia. "
" udah di bilang bukan buat juan, dan aku juga udah bilang biarin cinta ini berawal dari rahasia dan berakhir dalam rahasia, lagi pula aku juga gak tau perasaan ku sama juan itu apa?? serasa abu-abu, entah aku ini beneran cinta atau aku terbiasa hanya mencintainya "
"yoo, sudahlah gak usah di bahas, mending kita pulang dan buat kejutan buat Paman, besok paman pulang kan dari luar negeri kita bisa bikin parti kecil buat paman. " farhan mencoba merubah suasana yang tegang itu.
kring.. kring... kring...
"hallo, suara yuri serak sehabis bangun tidur, apaan si han"
" yuriana aditama bangun udah pagi!! "
"Rio, deg deg deg, apa-apaan kau pangeran playboy, pagi buta bangunin orang sembarangan. " yuri langsung ambil posisi duduk.
"heee, buka mata lo, ini dah jam 8, semalam lo ngapain ampek kesiangan cewek ceroboh"
"hehehe, aku semalem. (ucapan yuri tergantung, semalem dia gak bisa tidur karna udah dua hari Rio gak ada kabar, yuri khawatir)
gak ada apa-apa kok"
" jangan bilang semalem lo gak bisa tidur mikirin gue, karna gue dua hari gak ada kabar, gue dua hari ini ke kantor bokap, tenang aja banyak urusan kantor jadi gak ngampus, dan gak pegang HP" mencoba menenangkan yuri
" heeeeee, pede sekali anda bung, dasar pangeran playboy boy" dengus yuri kesal, kok dia tau, kamu memang selalu bisa baca situasiku Rio. dan penjelasan ini membuatku tenang.
"hahaha ntar di kampus gua mau ngomong"
"ok, kalok gitu aku mau siap-siap ke kampus) by" yuri mematikan telfonnya.
__ADS_1
kira-kira Rio mau ngomong apa ya....