
setelah kuliah selesai
"sit aku duluan ya, hari ini kayaknya aku pengen istirahat dech toh 2hari aku dapet libur dari bos rega" ucap yuri
"ok bye bye, hati hati ya, kalok ada apa-apa jangan lupa telpon"
"ok"
yuri berjalan menuju taman, dia istrahat di bangku taman yang kosong, sambil melamunkan kejadian semalam saat dia di peluk oleh bastian.
"yo cewek ceroboh dan tak bertarung jawab, ngapain ngelamun di sini" ucap Rio yang membubarkan lamunan yuri
"huuuhhh, kau ingin membuatku mati jantungan, dasar pangeran playboy" gertak yuri dengan nada kesal
"dan satu lagi aku punya nama, namaku yuriana baskoro. jadi jangan panggil aku gadis ceroboh dan tak bertanggung jawab lagi." ucap yuri tegas
"haha dan aku juga punya nama, tapi kau memanggilku pangeran playboy, bukan kah kita terkesan punya hubungan kusus, karna punya nama panggilan berbeda, hahaha" ucap Rio sambil tertawa
"punya hubungan dengan pangeran playboy yang punya 10.000 wanita di sampingnya, itu tak akan pernah dan tak akan mungkin terjadi. " ucap yuri.
"bahkan malaikat pun tau aku menyukai Juan dari SMA dan bukan kau, sampai kapanpun aku akan mencintai Juan meski dalam rahasia"ucapnya dalam hati
" haha enak aja gue gak pernah punya 10.000 wanita, itu terlalu sedikit. " ucap Rio dengan PD
" hemmm tak ada untungnya berbicara dengan pangeran playboy yang tak tau diri seperti mu, mending aku pulang " ucap yuri sambil meninggalkan Rio
"tunggu cewek ceroboh, bukanya kau masih hutang tanggung jawab terhadapku, aku lapar, aku tagih janjimu sekarang untuk mentraktir ku makan"
"baik-baik aku akan mentraktir mu makan, dengan sarat aku yang memilih tempatnya"
"ok aku setuju"
"ok ayok ikut aku" tanpa sadar yuri menggandeng tangan Rio
__ADS_1
Deg deg deg deg (perasaan apa ini jantungku berdetak sangat kencang seperti irama drum ucap Rio dalam hati)
"nah kita sudah sampai" ucap yuri
WAROENG AYAM BAKAR IBU GENDUT
"apa-apan ini masak gue seorang CEO perusahaan R.O grub makan di pinggir jalan"
"mau aku traktir gak, kalok gak aku pulang ni"
"ok ok kali ini aku mau, tapi kalau sampai aku sakit, kau harus bertanggung jawab"
"tanggung jawab apa?? ayam bakar disini sangat enak, tidak mungkin membuatmu sakit, dasar pangeran playboy"
"ibu" (sapa yuri sambil berjalan ke arah ibu penjual untuk memesan)
"eh mb yuri, siapa ini pacar mb ya??, tumben sekali makan di sini dengan orang lain, biasa nya hanya dengan pak baskoro" ucap Ibu pemilik warung langganannya itu
"eh eh bukan bu dia cuum
"apa apaan kau ini, siapa juga yang mau jadi pacar dari pangeran playboy model kamu, huuuhhh "dengus yuri kesal..
" sudah sudah ibu siapain seprti biasa ya mb, 2 ayam bakar dan ekstra sambal" (anak muda jaman sekarang)
"ok Bu, saya tunggu.
sudah rindu sama ayam bakar ibu" ucap yuri ramah kepada ibu penjual ayam bakar tu
"kamu sering makan di sini" tanya Rio
"iya ini tempat makan favorit ayah dan ibuku, sebelum ibuku ke surga 8tn lalu"
"oh sorry gue gak tau kalok ibumu.. "
__ADS_1
"sudah jangan di bahas, nah ini ayam bakarnya sudah dateng,. selamat makan"
"akkhhh kenyangnya, ayok pulang" ajak yuri
"ok kali ini aku antar kamu pulang, supir ku udah menunggu di depan warung ini"
" baiklah berhubung aku kenyang aku gak kuat jalan, aku Terima tawaranmu"
"dasar cewek ceroboh, buruan masuk"
"eh eh jangan dorong dorong"
sreet tak sengaja yuri jatuh dan menarik baju Rio sehingga Rio sekarang berada di atas tubuh yuri""
deg deg deg deg
jantung meraka berdetak sangan kencang
"apa apaan kau minggir" ucap yuri
" kenapa kau marah, kamu yang menarik ku, dasar aneh, apa kau jangan jangan sudah jatuh cinta padaku haha katakan padaku" rio
membenarkan diri dan duduk di samping yuri
"dasar tak tau malu, aku tak akan pernah mencintai pria playboy macam kau"
"terus siapa yang kau cintai??? Juan??? bastian???" kata Rio sekenanya, pasalnya dia tau semua cewek di kampus ingin menjadi pacar mereka berdua
seketika wajah yuri memerah
"jika aku menyukai Juan atau bastian. itu urusanku, bukan urusanmu, lagian mereka berdua lebih cocok denganku di banding kamu"
" turun, sekarng turun!!!!! " Rio yang kesal mendengar ucapan yuri menyuruhnya turun di pinggir jalan
__ADS_1
" baik aku turun, dasar aneh, tadi menyuruhku naik sekarang seenaknya menyuruhku turun, memang apa salahku padamu" huhhh dengusnya sangat kesal
Br aaakkk suara kencang menutup pintu mobilll...