
kini matahari mulai terbit,Naila terbangun, dan terheran karena sekarang dirinya tertidur di atas kasur dan menatap Arga yg masih terlelap di atas sofa.Ternyata semalam Naila ketiduran lalu Arga pun mengangkat nya ke atas kasur.
"Apa yg terjadi semalam,aku hanya mengingat mati lampu,dan aku menghampiri Arga,oh tidak, apakah aku semalam dan dia...
Aaaah apa yg terjadi semalam?" Naila stress bingung apa yg terjadi semalam,dan dia memilih untuk mandi dulu,dan akan bertanya pada Arga langsung ketika dia sudah bangun.
Naila yg selesai mandi, langsung mengenakan pakaiannya.setelah mengenakan nya,dia melihat Arga yg terkena sinar matahari dan membuat matanya silau,dia tersenyum lalu mendekati Arga dan menghalangi sinar matahari yg mengenai wajah Arga.
Arga membuka matanya, Naila yg melihat itu pun terkejut dan langsung mundur menjauh dari nya,"hei mengapa kau seperti melihat hantu?," tanya Arga yg bingung dengan tingkah Naila malu malu.
"hmm tidak,oh Iyah aku mau turun dulu," ucap Naila.
"hei tunggu sebentar," Arga memegang tangan Naila menahannya untuk pergi,"kau tunggu aku sebentar, kita barengan aja keluar sekalian sarapan,"ucap Arga,lalu melepas tangan Naila dan pergi ke kamar mandi.
Tangan Naila serasa panas degup jantung nya sangat kencang,entah mengapa ada keanehan saat dirinya berinteraksi dengan Arga,"apa ini mengapa aku merasakan hal yang aneh?apa aku benar-benar telah jatuh cinta?,"gumamnya.
Arga kini selesai mandi,lalu keluar dengan hanya menggunakan handuk yg di lilitkan ke setengah tubuh nya,dan hanya menutupi bagian bawahnya saja."hei kamu kenapa?," tanya Arga,yg melihat Naila hanya terusan diam dan memandangi Fadil,"Hah-ap-apa?," Naila kaget, dia sungguh terbawa dengan keindahan yg dia lihat,tubuh yg kekar dengan roti sobek yg sangat menggoda,dan hampir membuat air liur Naila menetes.
"kamu kenapa,kok bengong gitu.Oh iyyah aku pake baju dlu yah, baru kita keluar cari makan," Arga masuk ke ruang ganti,lalu mengenakan pakaian,Naila hanya menunduk di luar dengan wajah yg memerah,"aduh aku tadi mikir apa sih," Naila sungguh bingung, mengapa dia bisa bisa nya memikirkan hal kotor tersebut?
...****************...
"nail...kamu kenapa kok bengong gitu?," tanya Arga yg kini sudah duduk di restoran dekat dengan hotel penginapan nya.Mendengar pertanyaan Arga sontak membuyarkan lamunanku Naila,hah?apa?kamu tadi bilang Ga,?aku denger," ucap Naila,Arga hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Naila.
"kamu kenapa sih?kok ngelamun gitu?kamu mikirin apa?," tanya Arga lagi.Naila menunduk, mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya kepada Arga apa yg terjadi semalam.
"hmm aku....aku mau nanya sesuatu," ucap Naila yg merasa gugup."hmm mau nanya apa?,"
Naila menarik nafas panjang lalu menghembuskannya pelan,"hmm semalam apa yg terjadi?," tanya Naial dengan gugup.Arga tersenyum melihat tingkah kikuk Naila itu, dia tahu bahwa pasti gadis itu memikirkan hal yg aneh aneh,"oh cuman itu... tenang semalam gak kejadian apa apa kok, pas kamu lari ke pelukan ku tak lama kamu tertidur,dan aku pun mengangkat mu untuk tidur di kasur dan aku di sofa," jawab Arga seraya tersenyum meyakinkan.
Naila menghela nafas lega,"huh...kirain terjadi apa apa," gumam nya,"hmm gitu yah, bagus deh," seru nya seraya tersenyum pada Arga.
"haha emang kamu mikir apa sih? kamu mikir yg aneh-aneh yah ..."goda Arga yg tertawa melihat tingkah Naila yg sedikit khawatir.
"hmm Ng-nggak, siapa juga yang mikir aneh-aneh," elaknya yg tersipu malu.
...****************...
Di sebuah perusahaan besar terlihat seorang lelaki paruh baya yg tengah sibuk dengan berkas berkas nya.Tiba tiba seorang wanita yg cantik dan hampir seumuran dengan lelaki paruh baya tersebut mendorong pintu lalu masuk tanpa izin.
"Arya!!," panggil wanita tersebut yg tak lain adalah mamah dari Arga Narendra." Aura!!kamu apa apa an sih main masuk aja, kamu pikir ini perusahaan kamu," seru lelaki paruh baya tersebut yg merupakan papah Arga,Arya Narendra.
"emang kenapa hah?,aku gak mau yah, pokoknya kita harus cerai secepatnya!!," ucap Aura menggebu-gebu.
"ok fine,aku bakal cerai in kamu secepatnya,"seru Arya dengan nada tinggi.Namun tiba tiba telepon kantor berbunyi,yg membuat pertengkaran tersebut berhenti.
"kring ......."
"kringg......"
Arya mengangkat telfon tersebut, dan menatap Aura yg hanya jutek,"halo,ada apa?" tanya Arya pada resepsionis kantornya.
__ADS_1
"ini pak,ada seorang pemuda yg mencari anda dan seorang gadis bernama nya," jawab wanita resepsionis tersebut.
"hmm siapa yg datang mencari ku?,"gumamnya,"baiklah Yul suruh mereka masuk," ucap Arya.
"baiklah pak," wanita resepsionis itu meletakkan telfonnya dan tersenyum pada pemuda dan gadis dia hadapannya yg tak lain Arga dan Naila."silahkan ikut saya," ucap wanita resepsionis tersebut,dan mereka pun mengangguk mengikuti nya dari belakang.
"permisi pak," seru wanita di balik pintu tersebut.
"masuk!!" jawab Arya yg duduk dengan santai
pintu pun terbuka, terlihat Arga yg berdiri bersama Naila sambil berpegangan tangan, mereka pun berjalan ke arah Arya.
"Arga!!"seru Arya dan aura yg masih ada di ruangan Arya bersamaan.
"hai pah,hai mah," sapa Arga
Mereka yg tadi duduk santai kini berdiri tegak dengan wajah yg penuh tanda tanya,"mengapa arga tiba-tiba datang? dan siapa yg wanita yg berada di samping Arga?" gumam Arya dan begitu pun aura yg bingung dengan kedatangan anaknya.
"Arga untuk apa kau datang kemari?,"tanya Arya yg diiringi anggukan Aura.
"hmm gini,tujuan ku ke sini ada dua,satu ingin kalian rujuk kembali dan kedua ingin meminta restu kalian." jawab Arga mantap.Naila yg berada di sampingnya sangat gugup, bagaimana tidak dia kin berhadapan dengan kedua orang tua Arga.
"apa!!minta restu?kamu mau nikah muda?," ucap Arya dengan wajah merah padam.
"iyyah Arga, apakah kamu ingin menikah muda nak?," sambung Aura yg ikut bertanya-tanya.
"hmm gini aku jelasin, kenalin ini Naila calon istri ku," ucap Arga mantap.
"halo om,halo Tante," sapa Naila tersenyum.
Aura dan Arya kini saling pandang,"mengapa anak ini sekarang menjadi sangat dewasa?," gumam Arya.
"aneh, mengapa Arga tampak berbeda?," gumam Aura
kedua orang tua itu saling bertatapan dengan tatapan penuh pertanyaan.
"hmm Arga,apa benar,kamu ingin menikah untuk menjauhi zina?,"tanya Arya yg sangat bangga pada putra nya, karena sangat berani.
"hmm iyyah pah," Jawab nya singkat.
"baiklah papah ngerti, tapi... papah ingin tahu asal usul wanita di samping mu itu," jawab Arya yg seolah merendahkan Naila.
"papah!!,dia kan udah kenalin nama nya!! harusnya papah sebut namanya aja,gak usah pake wanita gitu dong!!" ucap Arga dengan kesalnya.
"ga udah ga,itu kan wajar!aku ini wanita ga," ucap Naila menenangkan nya.
"hmm Naila, kau dari keluarga mana?," tanya Aura
Naila menunduk harus menjawab apa, keluarga apa yg harus dia beritahu, karena dia berasal dari keluarga yg kacau balau.
"hmm itu..."
__ADS_1
"keluarga dari mana, itu gak penting,aku cuman mau kalian nge restuin hubungan kami,"ucap Arga yg tak mau Naila malah merasa sedih.
"dan satu lagi,aku ingin tahu mengapa kalian ingin mengajukan perceraian?," tanya Arga yg mulai mengalihkan pertanyaan.
mereka berdua saling tatap,tak tahu harus mengatakan apa pada anaknya itu,"Arga kamu gak perlu tahu, ini urusan kami,"jawab Arya
"apa? urusan kalian, truss aku kau anggap apa?aku ini anak kalian, seharusnya kalian memberi tahu kan aku." ucap Arga menggebu-gebu
"Arga kamu bakal ngerti sayang,ini urusan orang tua," jawab aura yg tak ingin anak nya mengetahui alasan mereka ingin bercerai.
"nggak,aku harus tau!!," ucap Arga yg tak tahan lagi
"huhhh...." mereka berdua menghela nafas,"baik lah,biar aku saja mah yg memberitahukan," jawab Arya
"begini Arga,mamah dan papah itu berasal dari keluarga para pengusaha,yg menjodohkan anak untuk keuntungan bisnis nya,sama seperti papah dan mamah,
tapi, selama pernikahan kami,kami tak pernah ada rasa satu sama lain, sampai sekarang,
sebenarnya saat kedua orang tua kami,sudah meninggal,kami ingin memutuskan bercerai,namun karena melihat dirimu yg masih kecil,dan takkan pernah paham dengan keadaan kami, akhirnya kami melanjutkan pernikahan ini, tapi kami berpisah dengan pergi ke Singapura membangun perusahaan masing-masing dan hidup masing masing,makanya kami tak pernah membawa mu," jelas Arya pada anak nya.
Arga kini berdiri dengan kaki gemetar,kini dia tahu,mengapa kedua orang tua nya, meninggalkan nya selama ini,dan malah hidup bersama pembantu nya.
"apa?jadi kalian tidak saling mencintai?,"
Arya dan Aura hanya mengangguk dan menatap sedih ke arah anaknya itu yg nampak tak baik baik saja.
"iyyah Arga,maafkan mamah," ucap aura yg merasa sangat bersalah, seharusnya dialah yang membesar kan anak nya, tapi dia malah meninggal kan nya dan hidup bersama pembantu nya.
"Ga,lepasin ga," ucap Naila yg sangat merasa sakit mendengar ucapan orang tua Arga.
Arga yg tak kuat lagi, akhirnya melepaskan tangisan nya di pelukan Naila.
"udah yah,jangan di tahan terus...gak baik." ucap Naila seraya mengelus punggung rapuh milik Arga.
Arya dan Aura yg melihat itu ikut menangis merasa bersalah pada anak mereka.
Arga...maafin papah juga yah, tapi kamu harus tahu sesuatu sayang... peraturan keluarga itu masih harus di jalankan,kamu ngerti kan maksud papah?,"
Arga yg mendengar ucapan papah nya itu, melepas pelukannya lalu menatap tajam ke arah papah nya dengan tangan mengepal,"APA MAKSUD PAPAH HA? PAPAH MAU ANAK AKU JUGA MENDERITA SAMA SEPERTI KU?APA PAPAH MAU AKU JUGA NGERASAIN HAL YG PAPAH RASAIN MASA ITU? PAPAH SEHARUSNYA SADAR JIKA ITU SALAH PAH!!" Arga mengeluarkan unek-unek nya dengan tangan mengepal kuat.
"ARGA!!"
"Plak..."
Tamparan itu mendarat ke pipi Arga dengan mulus nya,"Berani kamu yah, ngomong kayak gitu sama papah!!udah jago kamu hah?," jawab Arya dengan anda tinggi
Arga memegang pipinya yg terasa panas akibat Tamparan itu,dan Naila hanya bisa dia melihat kejadian itu,"woww,hebat pah,tampar lagi sini pah! biar aku mati sekalian.....
papah tahu? andai aku gak ketemu sama Naila, mungkin aku dah jadi mayat yg terkubur di bawah tanah!!" ucap Arga menggebu-gebu.
"papah tahu hah?seberapa menderita nya seorang anak hidup tanpa kedua orang tua nya, bahkan keluarga nya?papah ngerti gak perasaan aku," Ucap Arga yg mengeluarkan unek-unek nya yg selama ini dia pendam.
__ADS_1
"papah tahu?aku nakal selama ini, tawuran sana sini,truss masuk BK dan di panggil orang tua nya, papah tahu tidak?aku melakukan itu hanya untuk bertemu kedua orang tua ku pah......! Arga menarik tangan Naila dan keluar lalu menutup Pintu dengan sangat keras.
Arya dan aura tersungkur,dan hanya bisa menangis menyesali perbuatan mereka pada anak nya.