Berpindah Rahim

Berpindah Rahim
BAB 2 APA GUA JATUH CINTA YAH?


__ADS_3

Mata yang indah, menatap tajam ke arah gadis yang sedang duduk di meja makan. Rambut yang panjang dan menawan, membuat pria yang sedari menatap nya, jadi terpanah akan kecantikan nya. yang tak lain adalah Naila, yang sedang duduk bersama teman sebangkunya yaitu Zahra.


Arga yang sedari tadi memperhatikan nya berkata lirih hati, "Hmm cewek itu cukup cantik, dan tidak lupa sangat dingin." Ucap Arga sembari menatap ke arah Naila, dengan senyum manisnya. Naila yang mulai sadar ada yang memerhatikan nya, lalu mencari orang tersebut, namun tidak ada. Arga berpaling muka, agar Naila tidak tahu, bahwa dia sedang memerhatikan nya.


"Hmmm kok aku ngerasa ada yang perhatiin aku, tapi siapa yah? Atau mungkin cuman perasaan aku kali," ucap Naila dalam hati, lalu melanjutkan makannya. Arga yang melihat Naila mulai sadar akan di perhatikan. Berpindah tempat, untuk mengambil makanan.


"Eh Naila, kamu kenapa? Kok bengong?" Tanya Zahra yang melihat wajah Naila, yang seperti sedang mencari sesuatu. "Mm nggak papah," jawab nya singkat. Dan di saat Naila melihat ponsel nya, dia melihat sesosok pria yang berada di belakang nya dan tersenyum pada nya.


"Hai boleh aku duduk di sini?" Pinta Arga, dengan senyuman terukir di wajah nya. "Boleh," ucap Naila singkat. Yang membuat Arga tersenyum, melihat tingkah Naila yang dingin. "Makasih," ucap Arga menjawab dengan senyuman, lalu duduk di samping Naila. Naila yang melihatnya, hanya diam, dengan wajah yang tak peduli. Arga yang melihat itu, kembali tersenyum lagi.


...----------------...


Selesai makan, Naila berlalu pergi meninggalkan Arga yang masih memakan makanan nya. Naila pergi dengan wajah geram, karena sedari tadi, Arga selalu melihat nya. Dan Naila, malas meladeninya. Arga sengaja mengganggu nya, karena dia suka melihat wajah cewek marah.


"Haha, dasar cewek dingin. Marah aja, tanpa ekspresi. Awas aja, gua bakal bikin lo hangat sama gue." Dengan senyum nya yang licik, Arga merencanakan sesuatu untuk membuat gadis yang dingin itu luluh olehnya, dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.


"Hmm kok gua lupa yah, nanyak nama nya. Aduhhh bego! Tenang, soal nama itu mah gampang. Kalo gak tau namanya, tinggal panggil sayang aja. hahha," ucap Arga sembari tertawa, dan tawanya yang kencang membuat orang di sekitar nya, menatap heran, karena tertawa sendiri. Arga yang sadar di tatap heran seperti itu, menghentikan tawanya, dan bersikap cool.


"Eh njj*rr, gua lupa masih di kantin. Dah, ah, Balik ke kelas dulu." Ucap Arga lalu bangkit dari duduknya, dan pergi ke kelasnya tanpa membayar, makanan yang dia ambil tadi. Menurut Arga, masalah uang itu gampang. Nanti tinggal suruh orang, buat bayarin dia dengan ketampanannya.


...----------------...


"Naila, kamu kok tadi buru-buru pergi dari kantin?" Tanya Zahra dengan ekspresi bingung, karena dia tadi memperhatikan Naila di kantin, yang seolah tak betah.

__ADS_1


"Gak papah," jawab Naila singkat, dan jawaban yang singkat itu, berhasil membuat Zahra terdiam, dan tak ber kata apa-apa lagi. Dia tahu Naila yang sekarang itu, dingin dan malas untuk berbicara yang tak penting baginya. Makanya dia diam, karena jika dia bertanya lagi, Naila akan marah, lalu menjauhi nya.


Beberapa saat kemudian. Sosok pria yang tadi membuat Naila kesal, berdiri di hadapan Naila. Yang sedang tertunduk, dan membaca buku. Naila yang melihat buku nya gelap, karena terkena bayangan pria tersebut. Mengangkat kepala nya, melihat Arga yang tersenyum padanya.


"Apa yang kau lakukan di hadapan ku? Minggir! aku ingin membaca," ucap Naila dengan suara tegas. Karena tak ingin dirinya, di ganggu lagi oleh pria yang nyebelin seperti arga.


Arga tersenyum melihat wajah jutek Naila dan berkata, "a-ku ti-dak ma-u," ucapnya, dengan kalimat ejaan. Naila yang mendengar nya, menatap dengan tajam ke arah nya. Arga yang melihat itu, sontak kaget dengan wajah galak Naila.


"Eh-eh, kau jangan marah. Aku hanya ingin mengembalikan buku mu, yang aku lempar tadi. Aku minta maaf," seraya memberikan buku, kepada Naila yang berjudul I'M HERE MOM AND DAD.


"Aku tadi membacanya, makanya agak lama aku mengembalikan nya. Sebenarnya aku sudah membaca nya, aku juga memiliki nya di rumah. Ceritanya bagus, aku suka. Gak nyangka, kamu juga suka." Ucap Arga dengan senyum sumringah.


Naila yang mendengar itu, hanya membalas dengan satu kata. Yaitu, "Oh," singkat padat dan jelas :I


"Ini cewek yah, sumpah ngeselin banget. Pen gua jitak tuh mulut," kesal Arga yang memaksakan senyuman nya.


"Ah, kalo gitu. Aku pergi dulu yah, dadah. sekali lagi makasih bukunya." Ucapannya dan berlalu pergi meninggalkan Naila dengan hati yang kesal.


"Eh Naila, kok sikap dia gak sama kayak tadi pagi yah. Dia kok jadi ramah?" Ujar Zahra pada Naila, Zahra bingung dengan sikap Arga yang berubah, 170 derajat. Dan lagi-lagi Naila hanya menjawab.


"Ntah lah, aku tak tahu." Ucap nya dengan wajah datar. Zahrah yang mendengar jawaban itu, diam dan tak berbicara lagi.


***

__ADS_1


"Aaaah shittt. Belagu banget tuh cewek, pen gua cincang." Seru Arga yang marah, lalu mukul palak temen nya.


"Aduh... marah sih, marah woi! Tapi jangan gua juga yang lu pukul." Ucap temen Arga, dan kembali memukul palak Arga.


Jhon jeans Malik Adiputra, yang kerap di panggil JJ. Adalah satu-satunya teman Arga, di sekolah tersebut. karena temen nya yang lain, otaknya pada lemot. Hanya JJ saja yang pintar.


Arga yang merupakan anak pengusaha terkaya di Surabaya itu, masuk dengan jalur uang. Yang bisa membuat nya masuk ke kelas elit, begitupun dengan Zahra yang merupakan anak dokter pribadi, kepala sekolah yang menganggap nya sebagai keluarga.


"Eh btw. Lu kok bisa sih, tertarik ama tuh cewek? Apa yang lu suka dari dia coba?" Tanya JJ heran. Arga yang mendengar pertanyaan dari JJ, sontak membuat Arga sadar, dia juga tak tahu mengapa dia suka sama Naila, padahal niatnya cuman pen gangguin doang.


"Hmm gua juga gak tau, tapi tuh cewek. Super dingin sumpah. Gua jadi pengen, buat dia luluh dengan kegantengan gua." Ucap Arga, dengan percaya diri nya.


"Yehh... emang lu cakep apa?" Seru JJ, menertawakan temannya, yang percaya dirinya tingkat dewa.


"Iyah kali! Gua tuh, paling tertampan di sekolah." Balas Arga, yang memang benar-benar tampan. Dan tak ada yang bisa mengalahkan ketampanannya.


"Iyyeh-iyyeh. Gua mau tau, nama cewek tuh siapa?" Tanya JJ, Arga pun kaget yang lupa kalo dia belum tau namanya. Karena tak ingin malu, dia mengarang pun nama Naila. "Ahh nama nya aura, iyah Aura. Dia cantik pokoknya!" Ucap Arga, tak sadar dengan omongan nya sendiri, lalu memukul mulut nya.


"Apa cantik? Wah... jadi lu beneran jatuh cinta nih, ama dia? Haha," seru JJ, lalu menertawakan Arga. JJ gak nyangka, sahabatnya itu jatuh cinta sama cewek yang baru dia kenal.


"Eh-eh, nggak-nggak. Gua tadi salah ngomong!" Elak Arga, yang tak mengakui perasaannya.


"Udahlah, Ga'. Lu jujur aja, kalo lu suka ama dia!" Ujar JJ, yang melihat wajah Arga memerah.

__ADS_1


"Apa gua beneran, jatuh cinta yah Ama dia?" Ucap Arga dalam hati.


__ADS_2