Berpindah Rahim

Berpindah Rahim
Sikap berbeda


__ADS_3

Kini di villa mewah yg sangat megah,tampak beberapa orang sedang duduk di sebuah meja yg cukup besar.


makanan yg begitu mewah,dan sangat menggoda,sesekali membuat seorang wanita muda yg berada di situ menelan ludah nya.


"wahh pasti semuanya enak enak nih," ucap gadis itu dalam hatinya. Naila yg pulang bersama Arga tadi langsung menyampaikan bahwa om Arya nya akan datang ke rumah nya.dan kabar itu pun di sambut gembira oleh papah Arga selaku sahabat masa kecilnya.


Namun rencana berubah, karena kini malah mereka di undang untuk datang ke villa Argantara.


"Ya'..gimana nih tentang pernikahan Arga?.mumpung aku masih indo.soalnya masih ada tender di negara lain yg harus menangin,kamu tau kan...haduh.. kesibukan ku tak ada habisnya..." ucap Arya pada papah Arga dengan panggilan Ya'.


"hmm Iyah juga sih Ar...aku juga masih ada urusan kantor di Singapore,jadi mungkin pernikahan mereka akan di percepat." ucap Arya papah Arga pada paman Arga yg dia panggil dengan sebutan Ar.


"hmm yah...aku setuju dengan mu, bagaimana dengan kalian?" Tanya Arya Ar. pada muda mudi yg kini berhadapan dengan mereka.


"soal itu...aku sih setuju paman.kalo kamu nai?" Tanya Arga pada Naila yg sedari tadi hanya menatap makanan.


"ah?Emm apa tadi kamu bilang?"


"haha kamu udah laper yah?, yaudah kita makan dulu baru bahas Tentang pernikahan." ucap Arga tertawa kecil melihat Naila yg menahan Lapar nya sedari tadi.


"haha Iyah nih,para bapa bapa hanya sibuk membahas pernikahan tapi gak mikirin calon pengantin nya yg udah kelaparan." ucap aura yg berada di samping Arya Na.


(di sini kita singkat aja yah...nama belakang mereka.Kalo paman Arga namanya Arya (Ar) Argantara.kalo papah nya Arga, Arya (Na} Narendra).


ok lanjut.mereka yg tadi sempat tertawa karena tingkah Naila,kini mereka pun asik menjamu makanan nya.


setelah makan akhirnya mereka pun kembali dalam percakapan tadi dengan keseriusan penuh."jadi.. bagaimana tentang persoalan tadi?" tanya Arya Ar.


"iyyah Nai...kamu setuju gak, pernikahan kita di percepat?," ucap Arga.


"hmm aku...aku,aku setuju kok." ucap Naila tersenyum.


"yasudah baiklah... bagaimana Kalo hari Jum'at saja." ucap Arya Na.


"hmm yah aku setuju,baiklah.pernikahan kalian di adakan hari jum'at." sambung Arya Ar.


...****************...


Kini sudah 3 hati Naila dan Arga ambil cuti dan saat nya untuk kembali namun dalam sikap yang berbeda.Naila yg awalnya sangat dingin kepada Arga Namun menjadi hangat ketika bersama yg membuat para pria di sekolah nya menjadi iri berat.


bagaimana tidak, dengan wajah yg polos kulit halus dan mata bersinar membuat para lelaki sangat tertarik padanya.


"Arga...nanti kalo pulang kita singgah di minimarket yah..aku pen beli sesuatu." pinta Naila yg kini berjalan di samping Arga.


"siap tuan putri," ucap Arga lalu mencubit pipi Naila yg super lembut.


"huh.. dasar.hmm ingat..!harus fokus belajar...!ok..!" ucap Naila yg kini berdiri di hadapan Arga menahan nya berjalan.


"hmm Iyah bhawell," ucap Arga tersenyum manja.

__ADS_1


saat sampai di kelas,semua tatapan beralih ke mereka.bagaimana tidak ini adalah sesuatu yg langkah, seorang cewek yg dingin dan cowok yg nakal,malahh asik berjalan bersama seraya bergandengan.


"Eh nai,....apa kabar?," sapa Zahra.saat Naila duduk di kursinya.


"hmm I'm good.eh Zahrah...bagi dong pelajaran yg kemaren pas aku gak ada.mulai dari hari pertama yah." ucap Naila yg meminta catatan ataupun tugas jika ada.dia sangat rajin sampai tak ingin ketinggalan pelajaran nya.


"oh...Iyah siip.tenang aja."


kini saatnya jam istirahat,yg di mana para murid akan berlomba-lomba ke kantin atau melakukan aktifitas yg mereka inginkan di jam istirahat nya.namun berbeda dengan pasangan muda-mudi ini.Mereka malah tetap belajar, mengejar pelajaran yg ketinggalan.


"Nai.... udah ini apa lagi?," tanya Seorang pemuda di samping seseorang yg dia panggil Naila.


"hmm Ini,kamu catat sampai lembar terakhir,tapi kalo yg tugas harus kerja sendiri.gak boleh nyontek ok."


"hmm Iyah," Ucap pemuda itu lagi,lalu menurut apa yg di katakan Naila.


"Arga....kamu GK paper kan?," tanya Naila yg khawatir Arga kelaparan karena nya.


"hmm nggak kok, malah aku khawatir nya sama kamu.kalo kamu lapar,kita ke kantin dulu aja makan." ucap Arga dengan Wajah yg sangat khawatir.


"hmm... Yaudah yuk,kita ke kantin aja dulu.truss kita lanjutin."


Mereka membereskan buku-buku mereka, lalu beranjak berjalan ke kantin.Saat di koridor sekolah, Arga terus menggenggam tangan Naila,yg seperti tak ingin kehilangannya.orang yg lewat melihatnya,hanya mencibir namun Arga tak mempedulikan nya sama seperti Naila yg hanya bersikap dingin.


"eh,naila.kamu kapan masuk nya?" tanya seorang pemuda tampan yg sebaya dengan nya.


"baru hari ini." jawab Naila singkat.lalu berjalan tak mempedulikan pemuda tadi.Arga yg berada di sampingnya hanya tertawa kecil.


"hmm nggak,aku nggak ketawa kok." jawab Arga menahan tawanya.


"ihh stress," ucap Naila.Arga hanya tersenyum mendengarnya.


Sesampainya di kantin.


"hmm nai,kamu mau makan apa?" tanya Arga.


"aku...mau makan mi bakso aja deh, Ama jus jeruk."


"Yaudah, bentar aku pesen dulu," ucap Arga lalu pergi memesan makanan nya.


Naila yg di tinggal Kini hanya duduk sendiri.dan tiba tiba terdengar suara pemuda yg menyapanya.


"hai nai... sendiri aja?," ucap pemuda itu yg kini duduk berhadapan dengan Naila.


"hmm nggak,sama Arga tuh," ucap Naila seraya menunjuk ke arah Arga yg sedang memesan makanan.


"oh...hmm oh Iyah Nai,aku boleh minta no kamu gak?," ucap pemuda itu.


"hmm nggak,kita seakrab ini yah...jadi tolong jaga jarak."

__ADS_1


serr...


berdesis darah pemuda itu,baru pertama kali ini dia bakal di tolak seorang gadis."hmm,ohh Iyah yah.yaudah Mulai sekarang kita harus akrab." ucap pemuda itu yg malah tambah berani.


"untuk apa aku akrab dengan mu,kita hanya saling kenal,dan hanya pernah satu sekolah saat SMP dan tak lebih.jadi,untuk ingin akrab dengan ku.maaf,saya gak minat." ucap Naila sinis pada pemuda itu.


pemuda mengepal tangan nya,"hmm nggk,gua gak boleh nyerah,Naila ini adalah cewek paling istimewa yg gua kenal,jadi gua harus berjuang." ucap pemuda itu dalam hatinya.


setelah itu pemuda itu pun pergi, dengan menahan amarahnya.


"hmm siapa?," tanya Arga yg membawa makanan,dan meletakkannya.


"itu.. David,temen SMP aku yg sok akrab.bikim jengkel aja." jawab Naila dengan wajah males.dan Arga pun hanya tersenyum melihat wajah males Naila itu.


...****************...


Di dalam mobil, tampak seorang pemuda yg sedang menyetir mobil dengan kecepatan sedang dan seorang gadis berada di sampingnya yg tak lain adalah Arga Dan Naila.


kini mereka telah pulang dari sekolah dan beranjak ke rumah nya.Sesuai dengan permintaan Naila tadi pagi.dia ingin singgah ke minimarket untuk membeli sesuatu,dan Arga pun menuruti nya.


kini mobil mereka telah berhenti di seberang minimarket,dan Naila pun turun dari mobil.


"kamu di sini aja...aku bentar kok," ucap Naila seraya menutup pintu mobil.


"hmm biar aku temenin aja," ucap Arga khawatir,dia merasa tidak enak dan takut terjadi apa apa.


"udah... kamu pikir aku anak kecil,bentar kok.aku cuman pengen beli... sesuatu." ucap Naila dengan senyuman.


"hmm Yaudah deh,"


kini Naila mulai menyebrang jalan,dan masuk ke sebuah minimarket.Arga pun hanya memandangi nya dari jauh.Arga yg merasa bosan melihat keluar, memilih untuk bersandar di kursi mobil dan memejamkan matanya.


baru sebentar Arga memejamkan matanya tiba-tiba terdengar suara.


"bruk...,.cit.........." suara tabrakan,dan rem mobil menciut.


"eh tolongin, tolongin." ucap orang orang yg berada di sekitar kejadian.


Arga yg kaget, melotot dan melihat kerumunan orang di depan Minimarket.jantung serasa berhenti.tubuh nya tak dapat bergerak,dia menelan ludah nya pahit.pikirannya kemana mana.


"Ng...nggak..itu pasti bukan Naila." ucap Arga meyakinkan dirinya.dia mulai berjalan pelan dan membelah kerumunan dan....


"brugh,..." Arga tersungkur jatuh, melihat naila yg penuh darah.Diri nya seakan mati melihat nya.


"NAILA......SADAR....." ucap Arga seraya mengangkat kepala Naila ke pangkuan nya.


"pak tolong saya pak,tolong bawa ke mobil saya." ucap Arga yg kini kalang kabut.


"baik dek."

__ADS_1


Mereka pun mengangkat Naila ke dalam mobil Arga.


__ADS_2