Berpindah Rahim

Berpindah Rahim
Kepergian Naila


__ADS_3

Di dalam mobil tampak gadis cantik dengan seragam sekolah itu sedang melamun dan tampak sedih.dan lelaki yang berada di samping nya itu kasihan melihatnya


"Nai....udah kamu jangan mikirin itu terus." ucap lelaki di samping nya.


Naila nampak sangat sedih.sungguh bagaimana tidak.kini dia telah benar benar di lepas tanggung oleh nenek dan kakeknya yg memutuskan untuk menyerahkan dirinya pada ayah nya sepenuhnya dan takkan mempedulikan dirinya lagi.


Setelah sampai di rumah, Naila langsung masuk ke kamarnya tanpa berkata apa apa lagi.arga yg melihat itu mengerti tentang keadaan Naila saat ini,dan membiarkan nya.


Dia pun masuk ke dapur dan kembali dengan susu dan roti di tangannya.yg berada di atas nampan.lalu membawanya ke kamar Naila.


saat membuka pintu dia terkejut,ternyata Naila telah tertidur pulas.dan itu adalah kebiasaan Naila yg di mana jika pikiran nya letih maka akan tidur dan ketika bangun sudah dapat menenangkan nya.


Fadil yg melihatnya terlelap hanya tersenyum dan meletakkan nampan yg dia bawa di atas nakas.dia menghampiri tubuh yg tertidur lelap itu dan duduk di sampingnya seraya mengusap kepalanya.


"hmm sungguh kasihan bidadari ku ini.telah menanggung derita semasa kecilnya.


huuuhh." Arga menghembuskan nafas berat."andai aku bertemu dengan mu sejak dulu.mungkin kita tidak akan menderita.Tapi walau begitu.aku senang dapat bertemu dengan mu.lalu kau merubah hidup ku.terima kasih bidadari ku...."


"cupp" Arga mengecup kening Naila.lalu berdiri dan pergi.


...****************...


pukul 3 sore.kini Naila sudah bangun.samar samar matanya terbuka lalu tersenyum dengan manisnya.


"huuuh." Naila menghembuskan nafas lega.wajah nya tampak segar dan terlihat tanpa beban.


"hmm sekarang udah jam berapa yah". Tanya nya lalu dia membuka handphonenya dan terlihat pukul 15:03.


"hmm baru jam 3.oh Iyah kok sepi yah?coba aku turun aja deh." Naila pun turun dari kasurnya dan menuju ruang keluarga.


saat sampai di sana.dia tak menemukan siapapun yg membuat nya sedikit heran.


"loh orang orang pada kemana??"batin Naila.


Dia berjalan ke dalam dapur namun tak menemukan seorang pun.lalu dia berjalan keluar taman dan saat sampai, dirinya sangat kaget karena begitu banyak hiasan yg ada di taman.


Dan 'ucapan selamat tinggal Naila'.


Dia pun mulai berjalan ke arah taman dan begitu sampai langsung....


"Pukkk"


"selamat datang di pesta.....!"


"wow ini apa??" tanya Naila pada orang orang yg menyambut nya tadi.


"Ini adalah pesta untuk ucapan selamat tinggal buat kamu".ucap salah seorang dari mereka.


"Iyah Naila...ini adalah ide dari Arga.katanya dia ingin buat pesta ucapan selamat tinggal buat kamu." Sambung salah seorang dari mereka lagi.


"Makasih semuanya...aku seneng banget." ucap Naila tulus.

__ADS_1


Dan semuanya pun mengangguk seraya tersenyum.


Namun ada salah seorang dari mereka yg tersenyum masam.dan seperti tak bahagia dengan kepergian Naila. yang tak lain adalah Arga.


"Naila... kamu gak akan lupain aku kan di sana?" Tanya Arga dalam hati.


...****************...


Waktu kepergian Naila telah tiba.Hari ini Naila entah merasa senang karena dapat hidup bersama ayah kandung nya atau sedih karena meninggalkan orang orang yg dia sayangi.


"Paman...aku pamit dulu." ucap Naila seraya mencium tangan Arya Na.


"tan..." Dia juga memeluk Aura ibu Arga.


Dan yang terakhir.


"ga' kamu jangan nakal yah.kamu harus patuh Ama orang tua kamu.dan juga.kamu harus janji.Nanti kalo kita ketemu lagi kamu bakal kasih liat prestasi kamu okay?"


"Iyah aku janji." ucap Arga lalu mereka pun saling menautkan kedua jari kelingking mereka.


"Yasudah ayo Naila kita berangkat." ucap Arya Ar.


"Iyah pah." setelah itu mereka pun naik ke jet pribadi Argantara.


Naila memandangi wajah Arga yang tampak sedih dari kaca jendela.Namun apalah daya,dia harus ikut dengan papah nya dan tinggal bersamanya.


"Arga... bersabar lah.setelah lulus aku akan segera kembali." ucap Naila dalam hati.dia hanya bisa menahan tangisnya melihat wajah Arga yg Pasrah dengan keadaan.


Di dalam pesawat Naila tampak murung.dia belum bisa menerima semua ini.karena ini terasa sangat tiba tiba baginya.mulai dari tinggal bersama Arga dan bertemu dengan ayah kandungnya.Naila belum bisa mencerna semua nya.


"huh...aku tak dapat menerima semuanya ini.aku bingung dengan tujuan hidup ku." ucap Naila sambil menghela nafas nya.


Tak terasa kini Naila telah mendarat di bandara Newarlens.tampak wajah Naila datar dan tak ada senyuman yg terukir di wajah nya.


"Naila...besok kita akan berangkat ke LA lebih baik kamu istirahat dulu nanti di hotel.soalnnya papah ada urusan nanti."ucap Arga Ar seraya mengusap pucuk kepala anak nya.


"hmm Iyah pah."ucap Naila menurut.


Tak lama kemudian mereka pun pergi menuju hotel Brian Home.sesampainya di sana,Naila tampak terpukau dengan kemewahan Hotel tersebut.


"Naila ini adalah hotel milik kakek mu.yang akan papah atas namakan Kepada mu." ucap Arga Ar tersenyum pada anak nya.


"oh yah?wah hotel ini sangat megah pah.tapi...aku belum bisa mengelola nya." ucap Naila tertunduk karena belum tau apa apa tentang bisnis.


"sudah...kamu jangan mikirin itu.pokoknya kamu harus fokus belajar dulu baru kamu jalan kan hotel ini.kamu tenang saja semua aset aset kamu akan di jalankan oleh presiden perusahaan dan manager manager,jadi kamu tenang saja."ucapnya meyakinkan Naila.


"Iyah pah,aku janji bakal serius dalam belajar.biar bisa bantu papah." ucap Naila berapi api.


"hmm Iyah sayang kamu harus semangat yah."


Naila pun mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


...****************...


Di sebuah taman,tampak pemuda tampan itu memegang setangkai mawar yg layu.Dia memandangi mawar itu dengan tatapan sedih.


"Naila...apa yg sedang kamu lakukan di sana? apakah kamu baik baik saja?." ucap pemuda itu yg tak lain adalah Arga.


Dan di tempat lain,tampak seorang gadis muda berbaring di sebuah kasur memandangi sebuah foto yg tergambar wajah nya dan wajah pemuda tampan di sebelah nya.


"Arga...aku kangen sama kamu." ucap gadis itu lalu menetaskan air matanya.


keduanya saling terikat satu sama lain.walaupun jarak membentang ikatan mereka takkan pernah putus.


Dan tak lama kemudian Gadis yg tadi memandangi sebuah foto pun tertidur dengan pulas.


Saat gadis itu tertidur dia bermimpi bertemu dengan seorang wanita paruh baya yg tampak masih muda dan sangat cantik berjalan ke arahnya.


"siapa dia?mengapa dia tampak tak asing bagiku?." ucap gadis muda itu yg tak lain adalah Naila.dia kini berada di dalam mimpinya.


Semakin lama gadis paruh baya itu mendekat ke arahnya namun dia hanya diam mematung menatap wanita itu yg berjalan ke arahnya dengan senyum yg mengembang.


Saat begitu sampai Wanita paruh baya itu mengusap pipi Naila dan tersenyum kepada nya.Dia menetes kan air matanya namun tetap tersenyum.Dan mungkin itu adalah tangis kebahagiaan.


"Anakku... akhirnya.kamu bertemu dengan papah mu.mamah sangatttt bahagia sekali." ucap wanita paruh baya itu memeluk Naila dengan penuh kasih sayang.


Naila tampak hanya diam,lalu membalas pelukan itu dan merasakan sebuah kehangatan di dalam nya.


Naila terbangun dan kaget,pipi nya basah dan sepertinya sudah menangis."apa ini?aku merasa sangat sedih,kemana wanita tadi?mengapa dia tak asing bagiku?."Naila tampak menangis lagi,dia berharap bisa bertemu dengan wanita itu lagi,dan merasakan kasih sayang nya.


"hiks...hiks..." Naila menangis sejadi-jadinya dia merasakan sakit di hatinya,dan tak tahu apa sebabnya.


Tiba tiba pintu nya terbuka dan terlihat lelaki paruh baya menatapnya dengan keheranan.Dia menghampiri Naila yg menangis lalu mengelus kepalanya dengan lembut.


"Naila....ada apa sayang?mengapa kau menangis?." tanya nya yg kasihan melihat putri semata wayangnya itu menangis.


"Pah...tadi aku mimpi ketemu seorang wanita cantik dan dia memelukku dan berkata bahwa dia sangat bahagia karena aku sudah bertemu dengan papah." ucap Naila yg masih menangis.


"Apa...? wanita cantik?apakah...dia mempunyai tahi lalat di bawah matanya seperti punya mu?." tanya Arga mematikan bahwa orang yg di katakan Naila adalah orang yg dia kenal bahkan sangat dekat dengan nya yg tak lain adalah mendiang istrinya.


"Iyah pah." ucap Naila mengangguk.


"Sudah ku duga.itu adalah mamah mu sayang..." ucap Arga tersenyum bahagia karena Naila telah bertemu dengan mamah nya walau sebatas mimpi.


"Mamah?."


"Iyah sayang." ucap Arga mengangguk dan tersenyum.


"ja-jadi?ta-tadi itu mamah?....aku,aku sangat ingin bertemu dia lagi pah.aku sangat rindu padanya." ucap Naila dan air matanya pun tumpah tak tertahankan.


Arga hanya bisa diam, melihat putrinya itu menangis.dan dia pun menarik putri nya masuk kedalam pelukannya.


"sabar sayang...ini sudah takdir." ucap Arga lalu dia pun ikut menangis dan mencium pucuk kepala anak nya.

__ADS_1


__ADS_2