
Di sekolah,Naila terus saja memikirkan tentang pernikahan nya, dia masih takut meminta restu kepada keluarganya, Fadil yg begitu ngebet pengen nikah tak bisa apa apa. sekarang saja dia tidak bisa fokus dengan pelajaran dan hanya mencoret coret bukunya,yg membuat gurunya heran padanya,"Naila!kamu kenapa?kok gak fokus gitu?,"tanya gurunya yg terus memerhatikan nya.Naila pun kaget dan menjawab pertanyaan guru nya dengan Ter bata,"ah,,ga-gak pa-pa pah Bu, jawab nya terbata,Arga yg memerhatikan Naila pun ikut khawatir namun memilih untuk diam saja.
Saat jam istirahat,Naila hanya duduk dan melamun,Zahra tadi sudah mengajak nya untuk ke kantin, Tapi dia menolak. Arga dengan beberapa Snack dan minuman datang menghampiri Naila dan menaruh Snack itu di atas meja Naila,"Nih buat kamu,inget jangan di pikirin terus,aku gak suka, nanti kamu sakit lagi," ucap Arga lalu pergi ke tempat duduknya sendiri.
Naila menatap makanan yg di bawah oleh Arga, karena perut nya yg begitu lapar,dia pun mengambil roti lalu memakannya,Arga yg melihatnya tersenyum tipis yg bersyukur,Naila mau memakan, makanan yg dia berikan.
Jam pelajaran terakhir di mulai,Naila memilih untuk fokus dulu dalam pelajaran nya,dan menyampingkan urusan nya itu,Arga yg melihat Naila fokus lagi dalam belajar nya pun menjadi sangat senang.
Naila berjalan keluar gerbang,dan melihat lihat sekitar nya takut ada yg memerhatikan nya,dia tak mau, orang lain tahu dia pulang bersama Arga,dan Arga pun dengan satuyy nya menunggu di dalam mobil.
Saat Naila sudah masuk ke dalam mobilnya,Arga memasangkan sabuk pengamannya lalu tersenyum simpul padanya,dan dia pun melajukan mobilnya.
Di dalam mobil Naila terus menatap ponselnya yg masih khawatir, orang tuanya akan menyakiti hatinya,ketika mendatanginya,Arga yg melihatnya gelisah pun memegang tangan nya dan menatap nya dalam dalam, seakan ada kata kata yg terucap dari bibirnya yg mengatakan tak apa apa, Naila pun mengangguk seraya tersenyum.
Arga melajukan mobilnya hingga akhirnya, berhenti di depan rumah nenek Naila,lalu mereka pun turun bersama. Naila menatap Arga ragu,namun Arga mendekap tubuhnya dan tersenyum yg memberikan ketenangan.
Ketika mereka sudah sampai di depan pintu masuk rumah neneknya, Arga mengetuk seraya mengucap salam,"assalamu'alaikum," dan beberapa saat kemudian Nenek Naila pun keluar seraya menjawab salam Arga tadi,"waalaikumsalam," jawab nya.
Dia tercengang, melihat cucu nya yg datang,lalu menyuruh mereka masuk dan duduk di ruang tamu.Setelah mereka duduk, nenek nya pun ikut duduk,dan bertanya,"Ada apa kalian datang?," Tanya nya,Arga sedikit kesal dengan pertanyaan itu, memang mengapa jika cucunya datang ke rumahnya apa tidak boleh?Namun dia menahan amarahnya karena Naila mengusap punggung tangannya dan menyuruh nya tenang,"am kita ke sini mau ngomong sesuatu nek," ucap Naila dengan lembut seraya tersenyum palsu,Arga sedih melihat Naila yg melihat Naila tersenyum seperti itu,dan bahkan membenci nya.
__ADS_1
"kalian mau ngomong apa?," Tanya nenek nya lagi,dan kini giliran Arga yg menjawab pertanyaan itu,"kami kesini untuk meminta restu anda, sebagai orang yang telah membesarkan Naila," jawab Arga,dan nenek Naila pun sedikit bingung,restu?restu apa yg mereka maksud?,lalu Arga pun melanjutkan ucapannya itu,"kami meminta restu untuk menikah dan yg hanya di hadiri oleh orang terdekat," ucap Arga,lalu nenek Naila pun mengerti dan sedikit kaget dengan keputusan mereka dan meminta penjelasan yg jelas untuk nya,"jadi, maksud kalian ingin menikah rahasia?" Dan mereka pun mengangguk."iyyah,kami akan menikah secara rahasia,agar menghindari dosa,saya ingin tinggal bersama Naila,dan sekaligus menghalalkan nya,tapi saya berjanji,tak akan menyentuhnya sebelum kami lulus SMA," ungkap nya,nenek Naila pun mengangguk mengerti.
Nenek Naila berdiri yg membuat mereka terkejut dan seakan bertanya,"tunggu sebentar,saya akan memanggil kakek Naila,ucapnya dan setelah itu dia masuk.
Beberapa menit menunggu, akhirnya kakek Naila pun datang,lalu duduk berhadapan dengan kedua remaja tersebut.kakek Naila menatap tajam ke arah mereka yg seakan mengintimidasi mereka,lalu Kakek Naila pun berbicara,"jadi kalian ingin menikah?,"tanya nya dan mereka berdua pun menjawab,"iyyah kek," jawab nya serentak ,dan kakek Naila pun mengangguk,Kakek Naila lalu berdiri dan menarik Naila, yg membuat Arga sontak berdiri,"hei tenang lah,aku hanya menyuruhnya masuk ke kamarnya dulu,aku ingin berbicara dengan mu secara empat mata," ungkap kakek Naila dan tersenyum melihat tingkah Arga yg seakan ingin mengambil Naila dari nya, mendengar penjelasan itu,Arga pun duduk kembali,lalu Naila masuk ke kamar nya.
Kakek Naila saling menatap,dan nenek Naila di suruh masuk untuk membuat air panas saja.setelah beberapa lama hening,kakek Naila pun membuka pembicaraan nya,"Nama kamu siapa?,tanya nya, kemudian Arga pun menjawab,"nama saya Arga," jawab nya,dan kakek Naila pun mengangguk,"apa pekerjaan mu?," Tanya nya lagi, walaupun kakek Naila melihat nya dengan mengenakan seragam SMA,tapi dia tahu bahwa anak di hadapannya ini mempunyai pekerjaan,"saya seorang CEO,saya bekerja di perusahaan papah saya sendiri," ucapnya, kakek Naila berfikir sejenak, ekspresi wajah nya berubah seketika,dia seperti sedih dan gelisah,"pekerjaan mu bagus nak, tapi derajat mu terlalu tinggi, untuk cucu ku yg hanya dari keluarga rendah," Arga menggeleng kan kepalanya,tak setuju dengan ucapan kakek Naila,"tidak kek,saya merasa bahwa saya lah yg rendah,Naila mempunyai banyak kelebihan sedang kan saya,saya hanya berkelebihan dan mempunyai banyak kekurangan,"ungkap Arga,kakek Naila takjub dengan Arga yg berjiwa rendah hati, dan tersenyum kepada Arga lalu menepuk bahunya,"wah kamu sangat rendah hati,tak salah cucunya saya memilihmu, tapi masih ada satu yg saya pikirkan, apakah bisa kalian bertahan,di usia muda kalian ini,jika kalian mempunyai masalah, apakah kali sanggup menyelesaikan nya tanpa adanya perpisahan," Arga termenung mendengar itu,betul yg dikatakan kakek Naila, mereka yg masih muda,sangat mudah marah atau emosional dalam menyelesaikan masalah,namun Arga yakin dengan Naila yg sangat dewasa, walaupun dirinya kurang dewasa tapi dia yakin bahwa bisa menyelesaikan masalah seperti dia menyelesaikan masalah perusahaan nya tanpa adanya kesalahan,"insyaallah saay pasti bisa,Naila yg cukup dewasa meyakinkan saya,bahwa kita bisa bertahan,dan saya juga yakin, denger diri saya sendiri, walaupun saya sering kekanakan, tapi saya bisa, bersikap dewasa ketika mendapatkan masalah," ungkap Arga percaya diri.
Setelah banyak pertanyaan yg di lemparkan kepada nya,Arga pun merasa kegah, akhirnya kakek Naila menyetujui keputusan nya, Namun tidak sampai di situ Arga harus masih meminta restu pada ibu Naila yg telah melahirkannya dan Arga pun setuju dan dia akan langsung mendatangi ibunya saja langsung saat dia sudah meminta restu pada kedua orang tua nya.Sebenar nya,dia malas untuk meminta restu kedua orang tua nya, tapi karena Naila yg memaksa,dia pun menyetujuinya.
Sekarang dua remaja ini sudah sedikit lega setelah dari rumah kakek Naila,dan mendapat kan restu nya.Sekarang tinggal orang tua Nailla dan orang tua Arga yg harus di mintai restu.
Orang tua Arga sangat lah sibuk,jika harus menyuruh mereka datang pasti mereka akan menolaknya mentah mentah dengan berbagai alasan,dan itu yg membuat Arga muak.
Setelah beberapa menit, akhirnya Naila keluar dari dapur dan mengahmpiri Arga yg sedang asyik rebahan,"nih aku buatin kamu minum,Ama ini aku tadi pagi bikin puding,kamu makan aja," ucap Naila seraya meletakkan juz Alpukat ke sukaan Arga dan juga puding buatannya yg tadi pagi dia buat sebelum berangkat ke sekolah. Arga bangun lalu merubah posisi nya menjadi duduk,dan menatap ke arah Naila dan tersenyum candu,"Makasih yah sayang,kamu udah bautin aku."
"Blush"
Tiba tiba wajah Naila memerah mendengar panggilan yg Arga lontarkan kepada nya,"ha?ka-kamu ngomong apa tadi?," Arga tersenyum melihat ekspresi Naila yg malu,lalu dia berdiri dan mendekat ke arah Naila dan membisikkan nya,"aku bilang, Makasih yah sayang..." Ucap Arga yg membuat telinga Naila ikut memerah,dan Arga pun tertawa melihatnya.
__ADS_1
Tak tahan dengan tingkah Arga,Naila memilih mendorong nya lalu berlari masuk ke dapur. Akibat dorongan Naila,Arga pun terjatuh ke sofa,yg masih saja tertawa.
Naila yg sudah berada di dalam dapur, memegangi wajah nya yg memerah,dia merasa bingung,apa yg terjadi pada dirinya?Yah maklum,dia gak pernah pacaran seumur hidupnya,dan ini pertama kali nya dia di panggil sayang,"aaaah Arga ngomong apaan sih tadi,nih hati aku serasa pen keluar," ucap Naila yg masih memegangi wajah nya.
"Ah udah lah, mending aku masak aja buat makan siang," seru Naila lalu mulai memasak,Naila tidak terlalu bodoh dalam memasak, walaupun hanya sederhana,tapi rasanya tidak biasa biasa saja.
Di saat asik memasak,Arga pun masuk ke dalam dapur lalu mendekat ke arah Naila,"cieeeh calon istri aku lagi masak nieh," ucap Arga menggoda Naila yg sedang masak di samping nya,"ih udah deh,kita tuh belum selesai minta restu, kalo kita belum dapat restu dari semua,kamu gak boleh gombal aku atau manggil aku calon istri,dan satu lagi sebelum nikah gak boleh panggil sayang, ngerti." Ungkap Naila,yg menyilang kan kedua tangannya.
Dengan sigap Arga menjawabnya,"siap tuan putri," ucap nya seraya hormat,bak prajurit,dan mereka pun saling tertawa.
Makanan yg sederhana pun tlah jadi,Arga sangat senang karena Naila sudah me masak untuk nya, walaupun belum nikah.Dia memakan makanan yg di masak oleh Naila dengan lahapnya, walaupun hanya sayur bening bayam dan jagung manis,namun rasanya sangat nikmat,dan tak lupa juga ikan goreng.Arga tadi tak berhenti tertawa yg melihat cara menggoreng ikan Naila,yg berjarak satu meter dari kompornya dan memakai pelindung penutup nasi,yg sangat membuat Arga tak berhenti tertawa.
Di saat Arga sayik makan,tiba tiba handphone nya berbunyi,dan ternyata itu adalah telpon dari mamah nya,namun Arga hanya melihati nya saja,dan tak mau mengangkat nya.
"Loh kok gak di angkat?," Tanya Naila,
"Hmm gak usah,gak penting," jawab Arga, terlihat dari wajah Arga yg sangat membenci ibu nya dan tak pernah menganggap nya ada."udah angkat aja,itu dari mamah kamu loh,masa Iyah kamu gak angkat?," Seru Naila, karena Naila yg tersu memaksanya, akhirnya dia pun mengangkat telfon dari mamah nya,"iyyah halo mah," ntah apa yg di bicarakan oleh mamah nya,mood Arga menjadi tidak senang,"ga kamu kenapa?," tanya Naila khawatir,
"Ha?,Mm nggak,aku nggak papah kok,gak usah khawatir," jawab Arga sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah lama berbincang dengan ibunya,Arga pun menutup Telponnya,"huuuuhhh," Arga menghela nafas panjang,dia menatap Naila yg berdiri di samping nya, dengan tatapan bertanya,"hmm Nai, akuuuuu harus...."Arga memutus ucapan nya dan tak melanjutkan nya,dia merasa takut,Naila akan kecewa padanya.
"Ga,harus apa?," Tanya Naila yg ingin Arga melanjutkan ucapannya,"hmm aku harus.....