Berpindah Rahim

Berpindah Rahim
Darren


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Jonn kembali dengan sebuah laptop mini di tangan nya,dia memperlihatkan sebuah foto keluarga yang hanya berjumlah 2 orang.


Wajah yang tampak tak asing untuk kita di mana foto itu adalah foto keluarga Argantara,"tuan muda,pantas saja gadis tadi tak menghiraukan uang tuan.Dia adalah anak tunggal dari tuan Argantara,dia anak satu satunya dari keluarga Argantara.Karena Istri tuan Argantara telah berpulang 5 tahun lalu."Ucap Jonn memberitahukan informasi tentang Naila,gadis yang membuat tuan mudanya penasaran tentang nya.


"Hmm yah kau benar,dia tak membutuhkan uang.lalu apa yang harus aku lakukan?aku tak mau harga diri ku jatuh karena gadis itu."ucap pemuda itu geram.


Selang beberapa waktu Naila kembali ke kelas dengan susu favorit nya yang tadi dia beli.Saat dia duduk,dia tampak bingung mengapa ada satu dos susu favorit nya di atas meja nya?Dia menatap pemuda di samping nya yang hanya tidur terus kerjaannya.


"Cih, apakah ini milikmu?"tanya Naila namun di hiraukan oleh pemuda itu.Naila tampak kesal lalu mendorong kotak susu itu ke meja pemuda itu.


Pemuda itu terbangun dan kembali mendorongnya,"ini susu ku berikan, untuk mengganti susu yang aku minum tadi."ucap pemuda itu lalu kembali tidur.


"Kau hanya mengambil satu, tak perlu mengembalikan nya."ucap Naila mendorong kembali susu itu.Dan akhirnya mereka saling dorong dorongan tanpa henti.


Karena sudah geram, Naila langsung merobek kardus itu dan mengambil satu susu dan mendorong kardus itu kembali ke meja pemuda yang tak mau mengalah itu.


"Ini aku sudah ambil satu,kita impas."ucap Naila yang sudah tak mau dorong dorongan lagi.pemuda itu terdiam dan menatap Naila.


"Hmm baiklah, tapi dengan satu syarat."ucap pemuda itu."what?(apa?)"


"Aku mau berteman dengan mu."ucap nya dengan lantang.


"Hah?? serius??"Naila menatap mata pemuda di hadapannya,dan sepertinya pemuda itu tampak bersungguh-sungguh.


"Yeah,aku tak punya teman.dan menurut ku kau pantas menjadi teman ku."Naila gak habis pikir, Pemuda di hadapannya seperti orang yang kurang waras.Dia bersekolah tapi tak mempunyai teman satu pun,dan mengatai nya 'pantas' menjadi temannya?


"Hah~mengapa kau ingin menjadi teman ku?apa bedanya aku dengan orang lain?"


"Sangat banyak,"ucap pemuda itu "tapi sebelum itu,aku ingin memperkenalkan diri.Nama ku Darren aku berasal dari negara Australia,ayah ku pengusaha.kami pindah ke sini untuk membangun perusahaan baru."


"Dan.... ayahku bukan hanya memiliki satu perusahaan,dia juga mempunyai perusahaan di Australia,dan Korea."ucap Darren dengan sedikit arogannya.


Dan kalian tahu apa jawaban seorang putri Argantara?"Oh."hanya Itu, Darren lupa yang sedang dia temani berbicara adalah putri seorang pengusaha sukses kelas kakap yang telah sukses puluhan tahun.


Keluarga Argantara yg merupakan keluarga pengusaha terkaya di dunia, melihat kekayaan Darren hanya sebanding dengan jumlah pendapatan 1 bulan keluarga Argantara.


Tuan Argantara dulunya adalah pengusaha yang sukses saat umur baru 17 tahun, merupakan umur yang sangat muda untuk membentuk kesuksesan.


Keluarga nya memang sudah kaya,tapi dia memperoleh itu dari hasil kerja keras nya sendiri,dia bahkan tak mau mengambil warisan dari kakeknya, orang tuanya,dan hanya mengatakan 'aku menyimpan nya untuk masa depan anakku.'


Karena saat itu istri nya tengah hamil 3 bulan,saat janinnya hilang.Arga sempat ingin memberikan warisan itu pada keluarganya saja, tetapi istrinya melarangnya karena percaya bahwa anaknya itu akan bertemu dengannya suatu saat nanti.anak nya hanya berpindah rahim saja,dan akan kembali ke takdir hidup nya yang sesungguhnya.

__ADS_1


Dan benar apa yang di katakan istrinya, kini anak nya telah dia temukan walau istri kini telah tiada.


"Hah....aku lupa,aku hanya tai kuku di hadapannya."ucap Darren dalam hati.


Dan beberapa menit kemudian bunyi bel masuk kelas.saat proses pembelajaran,tampak Darren hanya tertidur dan tak memperhatikan pembelajaran nya.


Tetapi anehnya guru malah membiarkan nya begitu saja,saat ini jam pembelajaran matematika.Guru yang sedang mengajar bernama Mr.Loli, selesai menjelaskan, seperti biasanya guru akan memberi soal latihan dan menyuruh murid-muridnya naik untuk menjawab.


"Ok anak anak.siapa yang mau naik menjawab pertanyaan di atas?"Ucap Mr.Loli dan tampak kelas hening tak ada suara ataupun angkat tangan dari para murid.


Naila memandang ke sana kemari tapi tak ada pun yang ingin naik,dia pun memutuskan untuk angkat tangan demi menghormati guru, sebenarnya dia tidak mau karena tak ingin menjadi pusat perhatian .


"Saya Mr."Ucap Naila seraya mengangkat tangan, Darren yang tadi tidur bangun menatap Naila dan begitupun semua siswa di kelas nya yang membuat Naila sedikit risih dengan tatapan itu.


"Baiklah kamu, silahkan naik."ucap Mr Loli mempersilahkan Naila.Tanpa basa basi lagi Naila langsung mengerjakan salah satu soal dari dua soal dia atas.


"Selesai."ucap Naila dengan sekejap menyelesaikan soal tersebut.Mr Darren tampak terpukau dengan cara kerja Naila yg begitu sederhana, padahal rumus yang di gunakan Naila bukan lah rumus yang dia ajarkan.


"Wahh hebat hebat."ucap Mr Loli memberikan Apresiasi."bagaimana kau mengerjakannya dengan rumus yang sangat sederhana itu, padahal Saya tak pernah mengajarkan rumus seperti itu?"tanya Mr Loli dengan senyum bahagia akhirnya ada siswa jenius di kelas ini, karena kelas ini hanya di isi oleh Murid dari anak kaya yang dikhususkan.


"Sangat mudah,rumus yang Mr jelaskan sangat berbelit.Dan seperti menjelaskan tak langsung pada intinya.saya menggunakan rumus yang Mr gunakan tapi langsung pada intinya."Ucap Naila menjelaskan, Mr Loli tampak mengangguk paham.


"Baiklah kamu boleh menunjuk teman kamu untuk menjawab soal berikut."Ucap Mr Loli.


"Darren."Ucap Naila menunjuk Darren,dan para murid di kelas itu pun tampak menghembuskan nafas lega.


"Hah....aku?"ucap Darren tak percaya Naila akan memilih nya,dia bingung karena mengerti apapun.Dia tak pernah belajar, bahkan memegang pulpen pun jarang atau menulis satu kata saja.


"Nak...apa kamu benar-benar ingin Darren yang naik?Dia tak tahu apa apa."ucap Mr Darren sedikit khawatir, karena adalah anak dari keluarga Delon yang mendanai sekolah.


"Iyah Mr, karena dia tak tahu apa apa.Maka harus di ajari,"ucap Naila.


Dengan pasrah Darren naik walau tak tahu apa-apa.Dia mengambil kapur di tangan Naila dan menatap rumus di depannya yang sudah seperti coretan baginya sangat sulit untuk dia pahami.


Naila memegang tangan Darren lalu menggerakkan nya mengarahkan untuk menulis Jawaban dari soal itu.


"Kau harus mengalikan ini dan ini,lalu kau membaginya dengan 25 untuk mendapatkan hasilnya."Darren tampak paham dengan penjelasan Naila yang sederhana,dia tampak tersenyum menyelesaikan soal tersebut.


"Selesai."ucap Darren gembira.semua murid pun tepuk tangan,tak menyangka seorang Darren dapat menyelesaikan soal itu.


"Ok terimakasih untuk kalia berdua karena telah menyelesaikan soal,."Naila dan Darren pun mengangguk dan kembali ke tempat duduk masing-masing.

__ADS_1


"Baik, hari ini cukup sampai di sini.silahkan kembali rumah masing masing dan hati hati di jalan."Ucap Mr Loli mengakhiri pembelajaran.


"Baik Mr......"jawab Semua Murid dengan serentak.


Mr Loli keluar dari kelas dan di susul para murid yg bergegas pulang.Saat Naila hendak pergi, Darren menarik lengannya yang menghentikan langkahnya.


"Tunggu,aku ingin berbicara dengan mu sebentar."Jimmy yang melihat nona muda nya di tahan seseorang Tampak ingin masuk menahannya.


Namun Naila tampak tak terancam,dan meladeni dengan baik Darren."Ada apa?"Tanya Naila.


"Aku ingin kau jadi guru privat ku."Ucap Darren langsung ke intinya."what?? your crazy??(apa??kamu gila??)"


"Kenapa kamu ingin aku jadi guru privat mu?"Tanya Naila yang tak menyangka,baru hari pertama sudah ada yang ingin jadi guru privat nya.


"Alasan sangat lah sederhana,aku ingin pintar."ucap Darren yang sedikit humoris.


"Lalu?? mengapa harus aku yang mengajari mu?."ucap Naila heran.


"Hmm karena,jika kau yang menjelaskan aku mudah paham."ucap Darren yang mengakui cara penjelasan Naila sangat lah muda di mengerti.


"Hmm masuk akal, tapi...aku tak ada waktu untuk itu."Ucap Naila lalu pergi meninggalkan nya.


Darren tak terima Lalu mengejar nya, tapi di tahan oleh Jon."Tuan muda,lebih baik tuan membujuk nya besok.Tuan tidak melihat asistennya?dia akan mengira tuan ingin mengganggu nona muda nya.


"Hmm baiklah."ucap Darren pasrah.


Naila dan Jimmy berjalan di koridor sekolah seraya bergandengan seperti sahabat sejati."kak Jimmy, apakah kau tak bosan menunggu ku di depan kelas?"Tanya Naila yang kasihan melihat Jimmy yang tadi duduk di depan kelas nya dari tadi.


"Tidak sama sekali,saya bermain gadget.Jadi tak merasa bosan ataupun suntuk."ucap Jimmy berbohong, padahal dari tadi dia terus mengawasi Naila Dan Naila sadar akan itu.


Karena tak ingin membuat Jimmy sedih dia hanya mengangguk saja."Nona.... apakah pemuda tadi menganggu anda?"tanya Jimmy khawatir ketenangan nona muda nya terganggu oleh anak muda tadi yang selalu dia perhatian.


"Tidak kok,dia cukup baik."Ucap Naila berbohong,dia tak ingin Jimmy terlalu khawatir.


"Ouh...baik nona,jika nona merasa terganggu saya akan memberi tahukan tuan untuk memindah pemuda itu."ucap Jimmy yang sontak membuat Naila cukup kaget,hanya masalah kecil saja akan membuat seseorang pindah sekolah.


"Ah...ti-ti-tidak usah."ucap Naila cukup ngeri.


"Oh Iyah kak Jimmy, mengapa kau terus memanggil ku nona.bukankah aku sudah mengatakan jangan memanggilku Nona muda."Ucap Naila dengan wajah cemberut.


"Haha iyah maaf Nona,eh Naila.saya lupa akan hal itu."ucap Jimmy dengan tawa kecil melihat wajah cemberut Naila.

__ADS_1


Naila tampak tersenyum dan menggandeng tangan Jimmy,"let's go kita pulang."ucap Naila dengan ceria.


__ADS_2