Berpindah Rahim

Berpindah Rahim
bencana yg mempertemukan seorang ayah dan anaknya


__ADS_3

Kini di sebuah rumah sakit,tampak seorang pemuda yg tak henti hentinya menangis di pangkuan seorang wanita paruh baya.yg mengelus kepalanya.


"sudah Arga....kamu harus kuat sayang....supaya Naila nya juga bisa kuat." ucap seorang wanita paruh baya itu.


"hmm nggak mah,aku gak bisa kuat tanpa dia..." ucap Arya tersedu-sedu.


Kini tampak seorang lelaki paruh baya yg juga datang seraya berlari.


"Arga, bagaimana dengan keadaan Naila?" tanya lelaki paruh baya itu dengan wajah yg sangat khawatir.


"paman....Naila paman...Naila..." hanya itu yg terucap di bibir Arga yg sangat ketakutan melanjutkan ucapannya.


"Arga...kamu harus kuat sayang..." ucap wanita paruh baya yg menjadi pangkuan Arga yg tak lain aura ibu dari Arga.Yang kini juga ikut menangis melihat anaknya yg sangat terpukul.


"iyyah nak...kamu harus kuat." ucap papahnya yg berdiri di samping paman nya Arga yg tak lain Arya Ar.


"ceklek....." terdengar suara pintu terbuka,dan tampak seorang wanita paruh baya yg memakai seragam serba putih.


"dok... gimana dengan keadaan Naila dok??," tanya Arga yg langsung nyosor ke dokter dan menggoyang tubuhnya.


"sabar tuan.... kondisi nya kini sangat darurat dan kami membutuhkan golongan darah B-" ucap dokter tersebut .


"apa ada dari kalian yg memiliki golongan darah tersebut?,"


kini mereka pun saling menatap dengan Pasrah Arga menggeleng kan kepalanya.tapi tiba tiba.


"saya dok,saya memiliki golongan darah yg sama," ucap Arya Ar.yg sontak membuat kaget semuanya.


"apa benar paman?," tanya Arga seakan tak percaya.biasanya seorang putri golongan darah nya akan sama dengan ayah nya.


"yah...."


"sudah sudah...kita tidak punya waktu lagi.mari pak lewat sini." ucap dokter tersebut menuntut jalan.


kini di luar ruangan, tempat Naila di rawat, tampak seorang pemuda yg hanya mondar mandir berjalan.


"Arga...tenangkan dirimu sayang..." ucap wanita paruh baya yg duduk di kursi koridor rumah sakit.


"gak bisa mah," ucap Arga yg terus mondar mandir.


"ceklek"


kini pintu terbuka dan terlihat lelaki paruh baya yg berjalan ke arah Arga.


"paman.... bagaimana paman... apakah cocok?" tanya Arga yg sudah seperti orang kebelet pipis


"iyyah Arga... kamu tenang saja.sekarang Naila juga sudah melewati masa kritisnya." ucap lelaki paruh baya itu yg tak lain Arya Ar.


"huh.... Alhamdulillah..." ucap Arga bersyukur dan menghembuskan nafas lega.


"hmm aneh, mengapa golongan darah kalian cocok?" ucap lelaki paruh baya yg berada di samping Arga.yaitu Arya Na ayah Arga.


"iyyah paman...kok bisa cocok gitu yah...apa jangan-jangan cuman kebetulan?"


"hmm ntahlah Arga,udah kamu gak usah banyak pikiran,yg penting Naila udah baik baik aja," ucap Arya Ar, sebenar dia juga heran,lalu dia pun melakukan tes DNA,dan di nyatakan bahwa mereka adalah ayah dan anak.

__ADS_1


tetapi itu sama sekali tidak masuk akal baginya,memang dia pernah menikah namun tak pernah memiliki anak,dan istinya juga telah lama meninggal 7 tahun lalu.


Arya yg kini merasa bingung hanya bisa untuk merahasiakannya dulu.dan memastikan dari mana asal Naila ini.


Kini kita flashback di saat istri seorang pengusaha sukses mengandung seorang bayi yg masih berumur 3 bulan 14 hari.


"pah...nanti kamu mau namain dia siapa?" tanya wanita yg kini duduk di sebuah kursi seraya mengelus perutnya.


" hmm terserah kamu aja." jawab lelaki itu tersenyum yg ikut mengelus perutnya wanita itu juga.


"aku...mau deh...anak kita namanya aura.ambil nama aku separuh Laura." ucap wanita itu.


"hmm iyyah boleh kok," ucap pria yg berada di sampingnya.dan mereka pun saling tersenyum bahagia.


"buk...anak ibu, sudah tak ada dalam kandungan.janin nya lenyap dan tak tersisa." ucap dokter


"nggak dok...mana mungkin anak ku hilang..." ucap wanita itu hanya bisa menangis di pelukan suaminya.


mereka kini keluar dan berjalan di koridor rumah sakit,lalu tanpa sengaja menabrak seorang nenek nenek tua.


"bruk.."


"eh maaf nek,saya tidak sengaja," ucap wanita yg masih dengan air matanya.


"tidak apa apa nak,nenek yg salah tak memperhatikan jalan." ucap nenek tersebut tersenyum.


"mengapa kamu menangis nak?," tanya nenek itu yg kasihan melihat wanita itu yg tersedu-sedu.


"anak saya hilang dalam kandungan nek... padahal dia sudah berusia 4 bulan..." ucap wanita itu.


"iyyah nek....saya juga tak habis pikir, bagaimana bisa anak saya hilang dalam kandungan, padahal selama ini saya tak pernah jatuh ataupun berkerja keras.saya selalu melindungi janin saya." ucap wanita itu yg mengingat kenangan nya semasa hamil.


"sabar Nak...anak mu itu hanya berpindah rahim.. percaya lah...di kini berada di perut seseorang yang pernah kamu tabrak tanpa sengaja,dan kemungkinan janjinya berpindah." ucap nenek itu.laura pun hanya saling menatap dengan suaminya heran dengan ucapan tak masuk akal itu.


"bagiamana bisa nek?" tanya Laura heran.


"haha tak ada yg tak mungkin di dunia ini, ketika Allah sudah berkehendak," ucap nenek itu tersenyum padanya,"percayalah kalian akan di pertemukan suatu saat nanti," lanjut nenek lalu berjalan meninggalkan mereka yg dengan tatapan heran.


"push...."


"ah...apa yg aku pikirkan mana mungkin itu nyata?" ucap Arya yg kini hanya tertunduk lemas.


kita kembali di waktu di mana Naila kecelakaan dan di rawat Arya Ar yg tadi mengingat kenangan nya bersama mendiang istrinya sangat sangat merasa sedih.


di pikiran nya penuh dengan pertanyaan,yg membuat kepala nya sangat sakit.


"huh....apa aku harus mempercayai ucapan nenek itu yah?,ini juga merupakan amanah mendiang Istri ku,sampai sampai dia memotong kuku dan rambutnya di saat terakhir nya, untuk ku agar suatu saat bisa menemukan anak ku itu.karena ku pikir selama ini aku tak pernah berhubungan dengan siapa pun selain mending Istri ku." ucap Arya Ar dalam hatinya.


"Ar...kamu mikirin apa?kok gelisah gitu?" tanya lelaki paruh baya yg berada di hadapannya saat ini.


"ah.. tidak ada,aku hanya berfikir tentang masalah perusahaan ku," jawab nya berbohong.


"ohh...aku kira kau sedang memikirkan tentang golongan darah mu yg cocok itu, jujur...aku sangat berharap anak itu adalah anak mu," ucap lelaki paruh baya itu.


"yah...aku juga berharap itu ya' cuman...aku bingung dari mana asal usul nya kali begitu?kau kan tau,aku hanya sekali beristri dan tak pernah menyentuh wanita lain selain diri nya." ucap Arya Ar.

__ADS_1


"tapi... bukan kah kau pernah memberitahukan ku tentang seorang nenek yg mengatakan bahwa anak mu hanya berpindah rahim?kau cek saja."


kini Arya Ar menunduk dia mengingat kembali di saat terakhir Istrinya.


"pah..aku mohon,temukan anak kita,dia pasti menderita hidup tanpa seorang ayah...atau mungkin... ibunya akan membuangnya karena tak tahu siapa ayahnya." ucap Laura.


"ini.....ini adalah rambut dan kuku ku,jika masih kurang untuk melakukan tes DNA ambil tulang ku juga," ucap wanita itu yg kini menetes kan air mata Seraya memberikan sebuah bungkusan kecil.


Kini Bungkusan itu di ambil dari dompet Arya Ar.dia menatap bungkusan itu sendu."hanya ini yg kau tinggalkan Laura.." ucap nya.


"Ar...kamu harus yakin, pasti anak mu adalah anak itu," ucap Arya Na menepuk bahunya.


"hmm yah...."


Mereka pun bersama untuk pergi melakukan tes DNA.merekan yg kini merasa deg degan mengeluarkan sebuah kertas dalam amplop hasil tes DNA tadi.


"bruk,"


Arya Ar tersungkur dengan berpangku pada lututnya seakan tak percaya."Arya.....dia anak ku Arya....dia anakku...." ucapnya dengan tangisan bahagia.


"oh yah.... Selamat Ar kamu berhasil menemukan nya."


Arya Ar kini memandangi kertas itu,dia baru sadar Nama Naila ada Argantara di belakangnya "Naila Aura putri Arya argantara?" Arga bingung siapa yg memberikan nama ini,nama ini adalah nama yg pertama di sebut kan oleh mendiang istrinya yaitu Aura putri Arya argantara beda nya hanya ada Naila.


Dia mencoba mengingat kejadian di mana dia berkunjung di sebuah rumah sakit Jakarta,dan saat itu istri nya mampir ke sebuah ruangan yg berisi bayi.


"pah... lihat deh...dia mirip dengan Wajah ku waktu bayi....andai anak ku masih dalam kandungan,pasti dia juga sudah lahir." ucap Laura sendu memandangi seorang bayi dalam kotak kaca.


"kak...maaf saya ingin mengambil anak saya," ucap seorang gadis muda.laura sangat kaget mendengar itu bagaimana bisa seorang gadis muda yg masih berumur belasan sudah mempunyai anak?


"oh... apakah ini anak mu?" tanya yg tersenyum pada gadis itu.


"hmm Iyah kak" jawab gadis tersenyum juga.


"saya sangat suka melihat anak mu, siapa namanya?"


Gadis itu hanya tertunduk dan tersenyum masam,"hmm dia belum mempunyai nama,ayah nya tak mengakuinya saya bingung harus menamainya siapa" ucap gadis itu lembut


"apa..! mengapa ayah tak mengakuinya? sungguh kasian anak mu ini." ucap Laura yg sangat kasihan melihat bayi itu.


"hmm....saya gak tau kak...tiba tiba saya hamil...dan saat itu saya masih berpacaran dengan nya.untuk menutupi rasa malu,dia hanya akan menikahi saya,dan akan meninggalkan saya ketika sudah melahirkan," ucap gadis itu yg tersenyum masam.


"kasihan sekali kamu...hmm bagaimana kalo saya saja yg menamainya?" usul Laura pada gadis itu.


"hmmm boleh kak, terserah kakak," ucap nya lembut.


"hmm baiklah,gimana kalo Aura putri Arya argantara saja." ucap Laura tersenyum.


"baiklah kak,saya akan menamainya dengan nama yg di sebut kan." ucap gadis itu,di sertai senyuman.


"baik kalo begitu saya pergi dulu,ini untuk anda sedikit rezeki," ucap Laura lalu memberikan beberapa lembar uang.


"terimakasih kak," ucap nya menerima uang itu.


kini Arya baru tahu,dari ingatan itu,100% kepercayaan nya sudah yakin bahwa Naila adalah putrinya.

__ADS_1


__ADS_2