Berpindah Rahim

Berpindah Rahim
Pernikahan yg di batalkan


__ADS_3

kini sudah beberapa hari semenjak kecelakaan Naila,dan kini kondisi Naila sudah membaik.karena adanya musibah mereka harus rela untuk mengundur hari pernikahan yg sudah mereka tentukan.


"Arga....maafyah jadi ngerepotin kamu terus...." ucap Naila dengan suara serak karena kondisi nya.


"hm... Naila... kamu gak boleh ngomong gitu.kamu itu calon istri aku,wajar kalo kamu aku jagain kamu suapin kamu ngerawat kamu." ucap Arga dengan lembut seraya memegang sendok bubur di tangannya yg sedang menyuapi Naila.


"makasih...." ucap Naila dengan haru.


"Naila....kamu tau gak? siapa papah kamu yg sebenarnya?"


mendengar pertanyaan dari Arga Naila hanya menggelengkan kepalanya lalu menunduk dengan tatapan sendu. Arga yg tak tahan melihat itu langsung memeluk nya dan mengelus kepalanya dengan lembut.


"udah....kamu gak usah sedih.Nanti bakal ada suprise buat kamu." ucap Arga menenangkan nya.


"hmm surprise apa?" tanya Naila.


"Ada pokoknya,kamu bakal tau kok nanti." jawab Arga seraya melepas pelukannya dan tersenyum pada Naila.


"ceklek...."


terdengar sebuah pintu yang terbuka,dan tampak seorang lelaki paruh baya berdiri di belakang pintu.


"loh paman..?" Arga menghampiri Lelaki paruh baya tersebut dan Salim padanya.


setelah itu mereka pun menghampiri Naila yg masih berbaring di ranjang.


"Nak Naila... bagaimana dengan keadaan kamu sayang?" tanya lelaki paruh baya itu seraya mengelus kepala Naila.


"baik om" Jawab Naila tersenyum pada nya."hmm aneh,mengapa aku merasa nyaman saat om ini mengelus kepala ku?" gumam Naila.


"hmm oh Iyah om,kata dokter...om udah bayar administrasi nya yah om?" tanya Arga.


"iyyah ga' itu kan tanggung jawab paman." jawab lelaki paruh baya tersebut yg tak lain adalah Arya Ar.


"hmm Iyah juga sih om." ucap Arga mengusap usap belakang lehernya.

__ADS_1


"haha...paman juga mau ngomong sesuatu sama kamu Ga'.kita bicara nya empat mata dulu." ucap Arya Ar dengan wajah serius.


"hmm mati gua...apa nih yg bakal di omongin paman Arya." ucap Arga yg dadanya berdegup kencang.


Mereka berdua pun berjalan keluar dari ruang inap, sebelum Arya Ar berbicara sejenak dia memandang ke arah Naila melalui jendela kaca dan tersenyum padanya.


"hmm Arga....paman... ingin kamu untuk membatalkan pernikahan ini." ucap Arya Ar dengan tatapan serius.


"A..Ap-apa paman?batalin?kenapa paman?" ucap Arga yg kini terlihat sedih.


"Arga... kalian masih kecil,dan juga paman tahu alasan kamu untuk menikahi Naila karena Naila keluar dari rumah nya dan kamu ingin tinggal bersamanya kan.Jadi paman mau kamu batalin,karena mulai saat ini Naila akan tinggal bareng paman.


paman juga ingin memindahkan Naila agar bersekolah di Amerika serikat saja,agar dapat dekat dengan paman." Tutur Arya Ar.


"nggak paman.aku tahu,paman ini papah nya.tapi aku gak bisa jauh dari Naila...aku sayang sama Naila paman...dia adalah matahari ku....aku mohon paman jangan pisahkan aku dengan nya." ucap Arga Seraya bersimpuh dan memeluk kaki Arya Ar.


"Arga...apa yg kamu lakukan? kamu tenang saja. Naila takkan menikahi lelaki selain dirimu.itu adalah janji paman dan papah mu dulu yg akan menjodohkan anak kita.tapi sempat tertunda karena paman tak tahu jika anak paman masih hidup." ucap Arya yg melepas tangan Arga dari kakinya.


"hiks..hiks...paman... baiklah...tapi aku ingin paman menanyakan pendapat Naila.apakah dia mau atau tidak." ucap Arga lalu berdiri kembali.


dia menarik nafasnya dan menghembuskan secara lembut."baiklah... paman juga akan memberi tahukan tentang siapa sebenarnya keluarga aslinya." ucapnya dengan tegas.


Arga pun mengangguk dan tersenyum.Lalu Mereka pun kembali berjalan masuk ke dalam ruangan yang di mana terlihat seorang gadis di atas kasur rumah sakit dengan tatapan tanda Tanya.


"hmm Naila... begini,Emm kamu harus tahu tentang sesuatu yg penting. Yang selama ini kamu tak tahu." ucap Arya Ar lalu memberikan secarik kertas bertuliskan hasil DNA.


Naila pun mengambilnya dengan halus,lalu membaca dengan teliti isi kertas itu.


"deg..."


Sungguh betapa kagetnya,dia menatap pada lelaki paruh baya yg berada di hadapannya dengan tanda tanya besar. Dan lelaki paruh baya itu pun mengangguk dan tersenyum pada nya.


"Naila...kamu anak papah...kamu anak papah yg selama ini papah cari...." ucap lelaki paruh baya itu yg kini berlinang air mata.


"ba-ba.. bagaimana bisa om?" ucap Naila yg kini linglung.

__ADS_1


"hmm begini Naila, waktu itu......." Arya menjelaskan tentang kronologi bagaimana Naila dilahirkan oleh orang lain yg seharusnya bukan ibu nya. Dan hidup dalam kesengsaraan karena orang tua nya malah mengacuhkan nya.


"jadi begitu Naila....kalo kamu gak percaya,kamu bisa tes DNA lagi. papah gak bakal bisa bohong tentang ini" ucap lelaki paruh baya itu seraya mengelus pucuk rambut Naila.


Naila kini yg merasa keheranan sekaligus bahagia,tak dapat menahan air matanya yg kian menetes. Lalu Arya Ar pun memeluk buah hati nya itu dan ikut menangis bahagia juga begitu dengan Arga.


"lengkap sudah kebahagiaan mu Arya..." ucap seorang lelaki paruh baya yg baru saja datang dan melihat mereka yg semua nya menangis bahagia.


"haha, ngomong apa kau ya' kau lihat, Istri ku sudah tak ada.kasihan anakku ini tak dapat merasakan kasih sayangnya." ucap Arya Ar yg tersenyum.


"ohh iyyah yah...maaf Ar..aku lupa." ucap lelaki paruh baya itu dengan nada menyesal.


"nggak papah kok,Naila...kamu bisa anggep Tante ini seperti mamah kamu, lagian kan kamu juga bakal jadi istri Arga.


"hmm Iyah Tante...eh mamah maksudnya."


mereka pun tertawa mendengar ucapan Naila yg gugup.


"hmm Naila.... papah mau ngomong sesuatu, jadi gini...papah kan punya banyak perusahaan nih..dan ada di mana mana,salah satunya Indonesia.Tapi jumlah terbesar berada di Amerika sayang...jadi papah mau ngajak kamu buat pindah ke sana,dan tinggal bareng Papah...kamu mau mau kan?" ucap Arya pada putrinya semata wayangnya itu dengan tatapan penuh harap.


"hmm gimana yah pah...aku mau sih... cuman... papah harus kasih tau dulu nenek,sama kakek,mamah juga sekalian.nanti kalo mamah telfon aja yah... soalnya dia nya tinggal di Makassar." ucap Naila sendu.


Arga yg mendengar ucapan Naila hanya tertunduk lesu.Naila ternyata setuju untuk tinggal bersama papah nya.


"hmm yasudah. kalo begitu papah akan ngomong sama mereka." ucap Arya lalu Tersenyum pada anaknya.


"tapi... tunggu pah....soal pernikahan aku sama Arga gimana?" tanya Naila. Yg membuat senyum terukir di wajah Arga yg tadinya lesu.


"Emm...itu,kami para orang tua.setuju untuk membatalkan nya.dan...akan di adakan setelah kalian lulus SMA." jawab Arya Ar,di sertai Anggukan Aura dan Arya Na.


"oh...gitu yah..." ucap Naila mengangguk paham."Arga... kamu setuju nggak?" ucap Naila yg melihat Arga kembali tertunduk.


"hm A-aku...aku setuju kok... cuman...aku gak mau aja kalo kamu jauh banget dari aku." ucap Arga dengan nada lesuh.


"haha...kamu kayak ketinggalan zaman aja.sekarang kan udah canggih,bisa vc telefonan.kamu kayak orang jaman 90-an aja." ucap Naila yg tertawa di akhir kalimat nya.

__ADS_1


"hmm Iyah sih," ucap Arga yg pasrah. dengan keputusan tersebut.


__ADS_2