
pagi pukul 7 keluarga Argantara dan Narendra kini sudah berada di depan rumah keluarga Narendra.Naila yg sudah pulih dan sudah bisa pulang langsung meminta untuk pulang keesokan pagi nya.
Sebenarnya Papah Naila yaitu Arya Ar meminta untuk tetap di rawat lagi selama 2 hari.Namun karena Naila yg sudah tak tahan di penjara putih pun memaksa untuk pulang.
"Nah... kita udah pulang..." ucap Aura tersenyum bahagia."iyyah mah akhirnya bisa pulang juga." ucap Naila dengan panggilan mamah karena Aura yg memaksa nya.
"hm iyyah,jadi sekarang kamu istirahat dulu...gak boleh kemana mana ok.." ucap Aura lalu tersenyum padanya.
"Iyah Naila...kamu istirahat dulu aja...jangan kemana-mana.kamu kan baru sembuh." sambung Arya Na.
"hmm Iyah deh..aku gak bakal kemana mana..." Ucap Naila mengangguk menurut apa yg di katakan oleh sepasang suami isteri di hadapannya itu.
"hmm oh Iyah pah...besok aku boleh yah ke sekolah...?" ucap Naila dengan wajah memelas."
"hmm gimana yah..." ucap Arya Ar lalu menoleh ke arah Arga yg sedang tertunduk lesu.
"yasudah Boleh untuk terakhir kalinya.Arga juga kan bakal jagain kamu....iyyah kan ga'?. ucap Arya Ar dengan senyum nya yg ingin menggoda Arga yg sedang murung
"eh..hmm Iyah paman...Arga bakal jagain Naila kok,untuk terkahir kalinya" ucap Arga dengan senyum masam.
sesuai dengan perkataan Naila kemarin Akhirnya mereka pun datang bersama-sama ke sekolah. Tidak hanya Naila dan Arga Arya Argantara pun selaku Ayah dari Naila ikut serta ke sekolah berniat untuk mengurus surat pindah Naila.
Arga yg sedari kemarin hanya lesu tanpa senyuman sedikit membuat Naila goyah untuk pergi meninggalkannya.Namun Arga membantahnya karena menurutnya itu untuk kebaikan Naila juga.Dia juga meyakinkan Naila akan terus sabar menunggu Naila.
Setelah Beberapa lama berada di sekolah dan juga Naila yg sudah berpamitan dengan teman temannya, akhirnya mereka pun pulang dengan senyum bahagia karena sudah berpamitan sekaligus mengurus surat pindah namun tidak dengan Arga saat ini.
Arga yg dari sekolah tampaknya sangat lesu dan murung seperti sedang memikirkan sesuatu.
Dia memandang ke jendela mobil dengan tatapan kosong nya.Yang membuat Naila kasihan padanya.
Naila yg tak tega melihat nya lalu memeluk tubuh belakang Arga dan mengucapkan."udah jangan di pikirin terus...aku bakal selalu kasih kabar kok." ucap Naila meyakinkan Arga.
Arga lalu berbalik menatap wajah Naila yg polos.Di meraih wajah nya dan mengusap pipi halu milik Naila dan tersenyum Padanya.
__ADS_1
"nggak,aku nggak mikir apa apa kok." ucap Arga tersenyum palsu.
"beneran?" ucap Naila.
"Iyah..."lalu Arga beralih mengusap kepala Naila dengan lembutnya.
"Arga...nanti kalo aku balik.aku pengen liat prestasi kamu." ucap Naila yg polos.
"hmm...gimana yah...." Arga bingung harus menjawab apa.tapj karena sangat menyayangi gadis di hadapannya itu dia pun mengangguk dan berjanji setelah Naila kembali dia akan memperlihatkan nilai tinggi nya dan berprestasi.
"Iyah siap bos " ucap Arga
Setelah percakapan tersebut kini giliran Arya yg berbicara.Dia tadi ingin ngomong sesuatu tapi karena melihat mereka yg begitu mesra nya.Arya Ar pun mengurungkan niatnya.
Jadi di saat melihat mereka yg sudah hening dia pun mulai berbicara."hmm Naila...!" panggil nya pada putri kesayangannya itu
"Iyah pah.." jawab Naila.
"kamu kasih tau papah dong di mana tempat tinggal nenek kamu.soalnya papah mau langsung ke sana aja.penerbangan kita percepat jadi besok kita udah berangkat Ke USA." ucap Arya yg sekejap membuat Arga membulatkan matanya tersentak kaget.
"hmm...aku Sherlock aja pah." ucap Naila
"oh Iyah." ucap Arya Ar.
setelah Naila mengirim lokasi nenek nya mereka pun melaju ke lokasi, setelah sampai mereka pun turun dari mobil.Arya Ar menatap rumah itu dan berkata,"sungguh...apakah ini tempat mu besar nak?" ucapnya dalam hati.
Dia sungguh sangat terpukul dengan apa yg di lihatnya.anak hidup di lingkungan orang menengah ke bawah dan hidup sebagai broken home.Dia merasa telah gagal menjadi orang tua.
"pah...papah kenapa?" tanya Naila yg melihat Arya Ar melamun.
"hm nggak nak, papah gak papah."jawab Arya Ar Berbohong."yaudah yuk..." ajak Arya Ar.
"yuk...pah"
__ADS_1
setelah itu mereka pun berjalan ke arah pintu yg lusuh milik nenek naila. dengan wajah sendu Arya Ar pun mengetuk pintu itu.
"tok...tok... assalamu'alaikum..." ucap seorang lelaki paruh baya dari balik pintu.
Orang di dalam yg mendengar suara itu pun berjalan ke arah pintu dan membukanya.setelah membuka pintu tampak 2 sepasang muda mudi dan 1 lelaki paruh baya.
"loh Naila?ada apa?" tanya nenek Naila yg heran melihat Naila datang dengan seseorang yg tak di kenali nya.
"hm..anu nek itu..."Melihat Naila yg takut berbicara Arya pun mewakili nya.
"begini saya mau datang ngasih tau sesuatu yang penting Bu." ucap Arya dengan sopan.
"ouh gitu... yasudah ayo mari masuk." ucap nenek Naila mempersilahkan.
Dan mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu dengan kursi kayu.
"hmm jadi begini Bu,kenalin saya adalah ayah kandung dari Naila." Mendengar ucapan itu Nenek Naila sontak kaget.
"hah...?ayah kandung?" ucap nenek Naila bingung
"Iyah saya adalah ayah kandung dari Naila...jadi begini ceritanya...... nah jadi sebenarnya anak ibu itu tidak di hamili oleh siapapun tapi janin istri saya yg berpindah ke perut anak ibu.saya juga sudah melakukan pembuktian melalui tes DNA dan hasilnya 99% Naila adalah anak kandung saya dan Istri saya.
jika ibu tidak percaya.ini saya bawa hasil tes DNA nya." Arya menyerahkan kertas yg berisi hasil tes DNA antara dia Naila dan istri nya yg sudah terbukti merupakan ayah dan ibu.
"ini...?"
"Iyah Bu...itu sangat asli.dan saya juga tak mungkin untuk memalsukan nya." ucap Arya meyakinkan nenek Naila.
"tapi.. bagaimana bisa?" ucap nenek Naila heran.
"tak ada yg tak mungkin Bu jika tuhan yang berkehendak." ucap Arya mantap.
di saat mereka mengobrol tanpa di sadari datang lelaki yg tak lain adalah kakek Naila.wajah yg begitu sangar membuat Arga yg melihatnya ketakutan saat bertatapan langsung dengan nya.
__ADS_1
"Naila?ada apa ini?" ucap kakek Naila bingung atas kedatangan Naila.