
Di malam yang sunyi. Terlihat pria yang tampan, sedang duduk di dekat kolam renang, dan di bawah sinarnya bulan. Arga terus menatap bulan dan berharap bisa sepertinya.
Sudah menjadi kebiasaan Arga, termenung di bawah sinarnya bulan. Lalu merangkai sebuah kata-kata dan menjadikannya sebuah kalimat indah.
..."Huhh~ Menghembuskan nafas yang berat dan menatap ke arah bulan."...
..."Wahai bulan, aku ingin seperti mu."...
..."Mempunyai penerang di hidup mu."...
..."Kau bersinar, karena sinar nya matahari."...
..."Hingga dirimu, banyak yang menyukai."...
..."Aku juga ingin seperti mu."...
..."Saat kegelapan malam, kau bersinar menerangi langit malam."...
..."Namun, ada yang tak ku suka dirimu."...
... "Yang ada saat di pagi hari, namun tak di anggap keberadaan nya lagi....
... ...
..."Karena sinar nya mentari, mengalahkan sinar mu di pagi hari."...
..."Tapi aku membutuhkan mentari, sama seperti mu, yang membutuhkan nya juga."...
Kata-kata yang di lontarkan Arga, adalah isi hatinya yang sangat ingin mempunyai seseorang. Yang menyinari nya, agar bisa terlihat indah, seperti bulan. Namun dia juga tak ingin, jika sinar nya, berakhir hingga pagi sahaja. Kata yang penuh makna di hati nya, membuatnya tenang.
Berbeda dengan kebiasaan Naila, di malam hari. Biasanya dia hanya menghabiskan malam nya, di dalam kamar dan bermain handphone. Dia juga sering membuat novel, dan berharap bisa menjadi seorang penulis. Dia sangat malas untuk keluar kamar nya, karena tak ingin mendengar ocehan nenek nya lagi.
Badan nya yang kurus, dia dapatkan dari kebiasaan begadang nya tiap malam. Dia merasa malam sangat lah tenang, makanya dia memilih untuk menikmatinya.
Saat dia bermain hp, dia mendapatkan pesan dari sahabatnya, yang masih SMP. Dia sebenarnya sangat Ingin masih berada di SMP, tapi dia takut dengan nilai yang jelek dan umur yang tua, untuk tingkat kelas yang dia tempati. Dia takut di katakan anak bodoh, makanya dia sangat berkerja keras dalam belajar.
@Rahma my friend. 🎥 📞
P
Lu lagi apa
Yah seperti biasa.
Haha gimana sekolah lu
Aman nggak?
Aman lah, cuman
temen doang yang nggak
aman.
Emang napa temen lu?
Nyusahin?
Nggk. Gua males aja, gak
__ADS_1
punya teman yang asik.
Truss di kelas gua juga, ada
teman cowok gua yang super
ngeselin.
Haha. Siapa?
Ada pokoknya
Haha yaudah.
Eh gimana ada saingan
Gak?
Yah ada sih. Dikit.
Haha, udah gak
Papah. Lu harus
Tetep semangat ok.
Gua pamit dulu, pen tidur
Dahhh...
Dia memegang dada nya yang kesakitan, dan mencoba untuk menahannya dan mengatur pernafasan nya. Tangan nya mulai berkeringat, dia tidak tahu apa yang harus di lakukan. Dirinya sering menahan nya saja, tanpa memberi tahu siapa pun, begitu pun pada keluarganya, karena menurutnya percuma jika memberitahu kan nya. Tak akan ada tanggapan nya, palingan mereka akan mengatakan bahwa dirinya sangat lebay. Maka dari itu, dia memilih untuk diam saja dan menahannya sendiri. Setelah merasa enakan, dia pun mencoba untuk tidur lebih cepat, karena takut sakitnya akan tambah parah.
***
Matahari mulai terbit. Arga yang kebiasaannya, terbangun saat mendengar azan. Mulai melaksanakan sholat nya dan setelah sholat, dia turun ke dapur lalu menyiapkan makanan nya. Arga adalah anak yang mandiri, dia sangat pandai memasak. Dia sering belajar, dari almarhumah bibi nya(pembantunya) setelah masakannya sudah siap, dia pun sarapan dengan nikmat nya.
Dia menatap jam nya yang masih pukul 06:00, dia berfikir untuk datang ke sekolah lebih cepat, agar bisa sekalian mengajak Naila bersama nya. "Hmm gua mandi dulu ah, biar bisa sekalian bareng Naila. Hehe."
Setelah sarapan, dia langsung merapikan meja makan nya, lalu beranjak mandi dan bersiap-siap. Setelah semuanya selesai, dia pun berangkat dengan mobilnya, meninggalkan kediaman nya.
Arga kini sudah sampai depan gang rumah Naila dan melihat Naila yang sudah berdiri menunggu taksi lewat. Dengan sigap dia melajukan mobil nya, lalu berhenti di hadapan Naila, agar tak kedeluani oleh taksi. "Pagi cantik... Udah siap aja, hehe. Bareng yuk!" Ajak Arga dengan gombalan manisnya. Naila yang mendengar gombalan itu, hanya jutek memandang sinis pada Arga.
"Gak usah banyak bacot! Gua gak mau! Lu pergi aja duluan." Ucap Naila menolak dengan tegas. Arga yang sudah tahu, akan di tolak. Merencanakan rencana B nya, "eh lu udah liat roster bersih-bersih belum?" Tanya Arga.
Naila yang mendengar pertanyaan Arga. Sontak bingung, karena setahu nya, roster nya belum ada. "Gua belom liat. Emang roster piket nya udah ada?" Arga yang mendengar itu pun, mengambil kesempatan membohongi Naila dengan beralasan, sekarang adalah piket Naila. "Ih, parah lu. Lu tau gak, nih hari piket lu... temen lu kasian tahu, bersih-bersih sendiri. Dari pada lu telat nungguin taksi, mending barengan aja ama gua. Gimana?"
Naila melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 06:30. Dan jika dia masih menunggu, dia beneran bakal telat, untuk tugas piket. Dia pun pasrah, nerima ajakan Arga. "Yaudah gua mau."
Arga yang merasa udah berhasil membuat Naila ingin ikut dengan nya. Lalu mengunci pintu belakang, agar Naila nggak duduk di kursi belakang. Dan benar saja, Naila yang ingin duduk di belakang tidak bisa membuka pintu belakang mobil arga. "Eh, lu niat gak sih ngajak nya? Pintu lu ke kunci nih!" Seru Naila kesal, karena di permainkan.
Arga hanya tersenyum pada Naila, dan mengode nya agar duduk di depan. "Gak mau! Kalo lu gak buka, gua gak jadi ikut. Biarin aja gua nunggu taksi, biar pun telat!"
"Yaudah, nunggu aja. Di tawarin malah gak mau. bayy," ucap Arga lalu menjalankan mobilnya santay, berharap dia di tahan oleh Naila. Dia menjalankan mobilnya dengan sangat pelan dan melihat Naila, yang hanya terus berdiri dan diam di tempat. Tak sedikit pun, ingin menahan Arga.
Arga yang ngerasa udah gak ada harapan, memutuskan memundurkan mobil nya kembali. "Wihh... Beneran nih, gak mau ikut?" Ucap nya, dengan wajah penuh harapan. "Gak!" Ucap Naila jutek. Dan Arga pun memilih untuk menyerah"
__ADS_1
. "Yaudah! Nih gua buka, lu duduk di belakang aja." Seru Arga dengan wajah kesal. Naila pun mau, lalu membuka pintu mobil Arga.
***
Sesampainya di sekolah Arga memarkir mobilnya dan Naila pun turun dari mobilnya.Dan di saat Naila turun Tasya melihat nya dari kejauhan lalu menghampiri Naila"Eh Naila lu bareng siapa"belum sempat menjawab tiba-tiba Arga turun dari mobil nya.
tasya yang melihat Arga dengan ketampanannya kaget,kok bisa temennya bisa barengan sama cowok idaman satu sekolah."OMG lu bareng Arga?"dengan suara berbisik pada Naila"hmm Iyah"Tasya yg benar benar nggak nyangka memukul bahu Naila."seriusss??? Lu pacaran Ama dia???"Tasya yg benar benar kepo itu tidak berhenti bertanya pada Naila."Enak aja lu ngomong sembarangan,Dia supir gratis gua"Arga yg mendengar itu kaget yg di anggap supir gratis, begitu pun dengan Tasya.
"whattt??? Supir gratis gila lu,masa iyyyah ada supir gratis"Arga yg mendengar itu hanya terkekeh "iyyah kalo gak percaya tanya aja Ama orang nya sendiri"langsung berlalu pergi ninggalin Arga dan Tasya.Tasya yg bingung itu ingin bertanya pada Arga,dan saat dia menatap Arga.Arga hanya tersenyum lalu ikut menyusul Naila.
***
Sesampainya Naila di kelasnya dia mendapati kelas nya yg sudah bersih dan rapih lalu bertanya pada teman kelasnya"Mm sorry gua mau nanya yg piket hari ini siapa aja?"Zahra yg mendengar itu pun menyaut."Hari ini piket aku bareng mereka tuh yg di sana bertiga"
truss Naila pun bertanya lagi"ohh sama gua juga kan?"Zahra yg tak tahu hanya mengangkat bahu nya menandakan dia tak tahu.Zahra menunjuk roster piket bersih bersih
Dan Naila mu melihat roster piket, yg namanya tertera pada hari Rabu sedangkan hari ini adalah hari Selasa.Arga yg berada di belakang Naila yg sudah tahu bahwa Dia ketahuan membohongi nya.berniat ingin pergi tapi tiba Naila berbalik lalu melihat Arga yg tersenyum di belakangnya hanya menatap tajam padanya lalu duduk ke kursi nya."huh Arga sialan mau aja gua percaya"
mengoceh pada dirinya sendiri yg gampang di bodohi
Arga yg melihat Naila marah yah walaupun dia tidak memukul atau mencubit nya tapi sudah di pastikan Naila benar-benar marah kepadanya.Tiba tiba dia kaget ada yg memukul bahunya dan saat berbalik dia melihat guru nya lalu memberi salam"eh bapak, pagi pak"gurunya pun menjawab "pagi, sekarang kamu duduk"Dan Arga pun menuruti nya"siap pak"
Pelajaran di mulai dengan ketenangan Karena Arga tidak mengecoh lagi tetapi...."hei kamu ngapain tidur di pembelajaran saya"Arga pun kaget dan melihat guru nya"hehe maaf pak saya ngantuk"Guru pun menjewer telinga Arga"oh kamu ngantuk yaudah tidur di luar sana"Dan benar saja Arga benar benar keluar lalu meninggalkan kelas nya.Naila yg melihat itu hanya berkata"stresss".
Baiklah anak anak maaf tadi teman kalian mengganggu mari kita lanjutkan pembelajaran nya.
***
Setelah jam pembelajaran selesai Naila ke kantin namun saat ke kantin dia melihat Arga yg sedang berbicara dengan seseorang yg tak lain ayah nya"Pah aku mohon pah, papah gak usah keluar negeri,masa mamah keluar papah juga keluar".Naila yg mendengar panggilan papah itu mengerti bahwa orang yg sedang bersama Arga ada bokap nya"iyyaah maka dari itu papah mau nyusulin mamah kamu,kamu di sini aja nanti papah juga bakal cariin. Kamu pembantu biar ada yg nemenin kamu"Fadil pun menolaknya"gak usah gak ada yg bisa ngantiin posisi bi Inah lagian aku juga bisa mandiri"papah nya pun menerima keputusan anak nya"yasudah kalo kamu nggak mau,papah cuman minta jaga perilaku kamu.kalo sampai ada laporan tentang kamu lagi papah gak akan segan-segan mindahin kamu paham"Arga hanya terdiam mendengar ancaman itu dan papah nya pun meninggalkan nya begitu saja.
Arga yg sadar ada yg sedang memperhatikan nya bebalik dan melihat orang tersebut yang tak lain adalah Naila.Dia pun menegur nya"ngapain lu di situ nguping"Naila yg mendengar itu hanya pergi meninggalkan Arga dengan jutek.
"Yaehlah main pergi aja tuh cewek"Imbuh Arga dengan kesal nya
Naila yg mendengar percakapan Arga tersebut baru mengetahui kalo Arga selama ini tinggal sendiri dan mempunyai masalah dengan orang tua nya.melihat tatapan Arga tadi membuat Naila kasihan dengan Arga, bagaimana tidak dia paham dengan perasaan yg di alami oleh Arga.Naila yg terlamun sedari tadi di kaget kan oleh Zahra yg berada di belakang nya"hei Naila kok nggak ngajak sih ke kantin"Naila yg kaget itu pun mengusap dada nya pelan pelan "huh lu ngagetin aja"Kesal Naila pada Zahra "hehe maaf yah kamu sih ngelamun,oh iyyah kamu tau nggak Cowok yg sering ngeganggu in kamu masuk BK lagi loh"
Naila yang kaget dengan berita itu pun menebak bahwa pasti itu adalah Arga karena cowok yang sering mengganggu nya hanyalah Arga"hah kok bisa?"Zahra yg melihat muka panik Naila itu pun tertawa"kok lu ketwa sih gua serius nih"Zahra pun menjawab nya"dia tadi lempar in jendela makanya di panggil ke ruang BK"Naila yg mendengar itu sontak kaget padahal barusan tuh anak nggk ngapa ngapain "truss ngapain lu ketawa tadi"tanya Naila dengan tingkah Zahra"lagian kamu sih kayak panik gitu Padahal kamu kan orang nya jutek"Naila pun hanya menjawab "oh,yah nggak bingung gitu aja soalnya tadi barusan aku liat dia nggak ngapa ngapain bahkan baru abis ketemu Ama bokap nya"Zahra pun bertanya "hah serius???eh tadi aku pas ke sini liat cowok yah belum terlalu tua sih masih kayak anak muda gitu mirip Ama Arga jalan masuk ruang BK"Naila pun kaget dan yakin bahwa Arga seperti sengaja melakukan nya
Dia yg penasaran langsung berlari ke depan ruang BK
Dan benar saja sesampainya di sana dia melihat Arga yg sudah di tampar oleh ayah nya lalu di dorong.Dia sangat kasihan melihat Arga yg di hantam Habis habisan papah nya tapi Arga hanya memeluk berulang kali papah nya.Naila bingung apa yg di lakukan orang gila itu yg di maksud adalah Arga."stress tuh orang bukan nya ngelak malah meluk papahnya"Setelah papah nya Arga memukuli Arga dia pun menarik kerah baju milik Arga"kamu yah anak nggk berpendidikan yg tiap hari nya nyusahin orang tua kamu tahu nggak hah?kamu mulai dari SD sampai sekarang nggak ada berubah nya.kamu nggk cape tiap hari masuk ruang BK,malu malu in kamu"mendorong kembali Arga.Arga yg tersungkur hanya diam.
"Pak saya minta jika anak saya berbuat kesalahan lagi silahkan bapak hukum sepuasnya saya nggak peduli lagi dan saya mohon jangan pernah hubungin saya lagi, soalnya saya sibuk"Arga yg mendengar kata-kata itu tersebut pikiran nya kosong telinga nya berdengung merasakan kekosongan yg amat dalam Tiba tiba dia berdiri lalu memeluk papah nya"pahh aku mohon pah jangan tinggalin aku"Memeluk papah nya dengan tetesan air mata"udah papah nggk mau dengerin kata kata kamu lagi.Kamu tahu kenapa mamah kamu gak balik lagi ke Indonesia,dia muak dengan anak seperti kamu mamah kamu malu tiap hari ke sekolah seperti apa yg papah lakuin sekarang.Mulai hari ini papah akan pergi keluar negeri dan papah akan kembali jika sikap kamu udah berubah."Arga yg mendengar itu menarik tangan papah nya lalu bersujud"pliss pah jangan pergi aku janji gak bakalan ulangin lagi lah aku janji"papah nya hanya melihat nya dan diam lalu melepaskan tangan Arga"pak tolong saya titip anak saya"Arga yg merasa kalimat yg paling dia benci itu terucap dari mulut ayah nya mengingat kembali saat ibu nya pergi bekerja"Bii saya titip anak saya yah"Arga tertunduk lesuh tak tahu apa yang harus dilakukan"baik pak saya akan mendidik Arga dengan baik"papah Arga pun mengangguk lalu meninggalkan Arga.
Naila yg melihat Arga seperti itu merasakan sesak yg dalam, bagaimana tidak dia senasib dengan Arga yg tak pernah merasakan kasih sayang orang tua nya.yang sedari kecilnya hanya tinggal bersama neneknya.Tanpa dia sadari air mata nya menetes.Arga yg menaikkan kepala nya lalu melihat Naila di jendela dengan air mata di pipinya tapi tiba-tiba Naila pergi bersama Zahra yg datang menarik nya.seketika Arga pun tersenyum dan di benak nya"akhirnya gua bisa luluhin lu walau dengan cara seperti ini."
***
"Eh naila lu nangis?"Naila mendengar itu tersadar pipi nya basah dan di pun cepat cepat melapnya"hah ng nggak gua gak nangis tadi gua abis cuci muka jadi basa pipi nya"Zahra yg mendengar itu hanya percaya begitu saja"ohh"Dan Naila pun mengangguk "yaudah kita ke kelas"ajak Naila agar Zahra tidak bertanya lagi pada nya"yaudah ayok"
Saat di kelas Naila masih memikirkan Arga.Dia sangat kasihan pada Arga,tapi di lain sisi juga mengatai nya bodoh"gua gak abis fikir tuh anak kok pintar banget sih,cara dia minta perhatian itu salah"pikir dalam benak nya.Tiba tiba dia punya ide buat bantuin Arga baikan Ama ortu nya"hmm gimana kalo gua ajarin tuh anak buat belajar, eh bentar ngapain gua urusin dia ?. urusan gua aja gak kelar kelar. Huh..... Yaudah deh gak papah kalo gua gak bisa bahagia yg penting gua bisa bahagiain orang lain"
Tiba tiba pintu kelas nya terbuka dan terlihat Arga yg bonyok habis di hantam Ama bokap nya.Dia berjalan sempoyongan dan duduk di kursi nya.Saat ingin tertidur dan meletakkan tangannya di meja dia melihat kertas yg bertuliskan"sekarang lu naik ke atap sekolah gua mau ngomong sesuatu"dan tertulis Nama yg tak lain Naila.Dan terlihat Naila yg berdiri dan ingin beranjak pergi,dan Arga pun menyusul nya.
Setelah sampai di atap sekolah Arga melihat Naila yg sudah duduk menunggu nya.Naila yg sudah menyadari kedatangan Arga menatap nya lalu menyuruh duduk di hadapannya"ngapain lu di situ berdiri sini cepetan"Arga pun menuruti nya dengan duduk di hadapan Naila.
"Lu mau ngomong apa?"sebelum menjawab pertanyaan Arga Naila mengeluarkan kota P3K yg dia ambil dari ruang UKS."udah lu jangan banyak ngomong sini luka gua obatin"Arga yg mendengar itu pun sontak kaget kok bisa dia bisa bisanya mau ngobatin luka nya.dia pun memegang dahi nya lalu mengecek suhu dahi Naila juga yg normal"lu sakit?"Naila hanya diam lalu mulai mengobati luka Arga"lu kalo mau sembuh diem"Arga pun terdiam dan nggk nyangka cewek yg dingin parah sekarang ngobatin luka nya.
"Oh Iyah lu kalo mau cari perhatian tuh jadi anak teladan bukan malah sebaliknya belajar bikin ortu lu bangga bukan bikin mereka jadi marah"Arga yg mendengar itu pun tiba-tiba terkejut dengan apa yg di katakan Naila yg seolah mengetahui apa yg di rasakan arga.wajah nya memerah dan jantung nya berdebar"eh kok jantung gua malah jedag jedug sih,ini gua kenapa sih".
Selesai Naila mengobati luka nya dia pun ingin beranjak pergi namun tiba-tiba tangan nya di tarik oleh Arga"stop gua... nggak bisa belajar"Naila melepas tangannya dari tangan Arga lalu berkata "kenapa lu gak bisa belajar,lu aja yg males bukan ga bisa belajar"Arga pun ingin mengambil kesempatan ini sekaligus membantu nya"yaudah kalo gitu lu mau gak bantuin gue buat belajar".
Naila yg mendengar itu hanya menolak mentah-mentah "gak"Arga pun maksa dengan cara membayar Naila"yaudah gua gaji deh anggep aja lu itu guru les gua gimana mau gak?"Naila berpikir sejenak,dia memang tidak bisa Menolak dia saat ini membutuhkan uang untuk membiayai hidupnya.Dan merasa pekerjaan ini cukup ringan dia pun mau menerima nya"yaudah gua mau dengan syarat lu harus gaji gua satu juta Lima ratus per bulan"dan Arga pun menyetujuinya"oke sepakat"Naila yg mendengar itu kaget padahal dia hanya main main dengan perkataan nya menurut nya itu terlalu banyak utnuk nya"eh eh gua cuman becanda lima ratus ribu aja perbulan"Arga pun tersenyum dan berkata "haha gak papah kok jangan kan satu juta Lima ratus sampai tiga juta aja gua maok"Naila yg mendengar itu pun kaget dna baru mengingat Arga kan anak orang kaya"yaudah terserah lu "Arga yg mendengar itu pun tersenyum yg merasa dia sudah menemukan matahari nya yang bisa menyinari bulan nya yg gelap.
__ADS_1
🌹 MAAF JIKA ADA SALAH KATA DALAM KETIKAN🌹
MOHON TINGGALKAN JEJAK