Berubah Karena Jabatan CEO

Berubah Karena Jabatan CEO
Jadi merepotkan kamu


__ADS_3

Dela yang pusing karena masalah dihari pertamanya bekerja, membuat Dela ingin jalan jalan sendirian di mall, saat tiba di lobi rumah sakit Dela kaget melihat Radit ada di rumah sakit apa lagi sendirian datangnya.


" Kamu mau ngapain kesini? siapa yang sakit Radit?" Tanya Dela penasaran karena tidak biasanya Radit  ada di rumah sakit sendirian


" Saya diminta ka Reno untuk antar kamu pulang dan anterin kamu kesini saat ka Reno masih ada diluar kota, karena ka Reno tidak mau kamu sendirian keluar rumah takut nyasar." Ucap Radit terus terang, Radit juga tidak ingin Dela nyasar, cuman karena lupa jalan ke rumah sakit.


" Ya ampun jadi merepotkan kamu Radit, selama saya disini kan sudah biasa ke rumah sakit, kampus, dan kantornya mas Reno. tentunya saya sudah hafal jalannya juga, tapi terimakasih karena kamu mau direpotkan oleh mas Reno selama perjalanan dinasnya." Lanjut Dela merasa tidak enak sudah  merepotkan Radit seperti ini, padahal Dela bisa pulang sendiri pakai jasa taxi online


" Santai saja Dela, yah sudah sekarang kamu mau kemana? mau langsung pulang atau mau jalan jalan dulua?" Tanya Radit, yang tidak merasa direpotkan oleh Dela, karena Reno selama ini sudah banyak membantu Radit.


" Ke mall yuk,temani saya makan disana, bosan juga kan makan sendirian dirumah. mau kan?" Tanya Dela, yang tidak biasa makan sendirian, karena selama ini makan selalu bersama Reno


" Boleh juga Dela, hayo kita makan banyak setelah seharian kita pusing dengan pekerjaan masing masing" Lanjut Radit yang tidak merasa direpotkan, apa lagi sekalian makan malam.


Dela langsung jalan duluan, disusul oleh Radit disebelahnya, pertama kalinya Dela makan berdua Radit, Dela cerita ke Reno melalui chat pribadi, jika sekarang Dela mau ke mall sekalian mau makan malam sebelum pulang.

__ADS_1


Dilain sisi, Reno merasa lega karena sudah selesai pekerjaan hari pertamanya, Reno mengeluarkan hanphone nya yang ada didalam saku jasnya untuk menghubungi Dela karena sudah rindu.


" Oh lagi makan bersama Radit, yah syukurlah setidaknya Dela tidak merasa sendirian selama saya ada di luar kota seperti ini" Ucap Reno berusaha santai, dan tidak cemburu karena membiarkan Dela makan malam bersama Radit berdua di mall


Reno melakukan vidio call dengan Dela, karena rasa rindu yang begitu besar untuk Dela karena seharian tidak melihat Dela.


" Hallo sayang, bagaimana pekerjaan bunda hari ini, apa ada kendala?" Tanya Reno saat saluran vidio call terhubung, Reno sudah tahu masalah di rumah sakit tadi, dan bangga karena Dela mampu menyelessaikan masalah dengan bijaksana, dan mengambil keputusan yang terbaik sebagai efek jera untuk dokter dan suster tidak mengabaikan keselamatan pasien cuman karena biaya pengobatan.


" Alhamdulillah berjalan dengan lancar ayah, walaupun ada sedikit masalah tadi tapi alhamdulillah sekali, bunda bisa menyelesaikannya dengan baik sayang" Ucap Dela disebrang telefon, Dela  merasa lega, karena bisa mengambil keputusan tegas, supaya tidak ada lagi yang seenaknya dengan nyawa pasien


" Dokter Dino mengabaikan pasien yang lagi pingsan sayang, hampir dua jam diabaikan sayang, kebetulan aku lagi keliling rumah sakit ada ibu ibu yang menghampiri aku dan menceritakan jika anaknya diabaikan oleh dokter Dino, aku ikut melihat kondisi anaknya yang sudah semakin kritis sayang, saat dibawa ke UGD ternyata anaknya sudah tidak bisa diselamatkan sayang, aku langsung mengadakan rapat dadakan di aula dihadiri seluruh dokter yang tidak ada praktek dan suster juga,untuk pecat dokter Dino supaya jadi efek jera untuk dokter dan suster yang seenaknya, selain itu aku juga cabut ijin prakteknya sayang. dan alhamdulillah masalah dengan orang tua pasien sudah selesai dan dokter Dino dengan ikhlas terima keputusan aku sayang, dia juga minta maaf dengan kelalaian dia hari ini." Cerita Dela haru, mengingat kejadian tadi


" Alhamdulillah sayang, keputusan bunda sudah tepat langsung pecat dokter Dino sayang, orang lalai seperti itu tidak pantas bekerja sebagai dokter dan suster, karena sudah dengan tega mengabaikan keselamatan orang lain sayang, ayah bangga dengan keputusan bunda hari ini" Lanjut Reno bangga karena Dela dengan berani langsung pecat karyawannya, tanpa harus memikirkan keluarga dokter Dino yang dikeluarkan begitu saja karena kesalahannya sendiri.


" Iyah sayang, bagaimana pekerjaan sayang disana, apa mengalami masalah?" Tanya Dela melihat Reno ada di kamar hotel

__ADS_1


" Alhamdulillah lancar sayang, yah sudah selamat menikmati makan malamnya sayang, nanti telefon aku  lagi yah, jika sudah sampai rumah yah sayang" lanjut Reno, tidak enak jika terlalu lama ngobrol berdua bersama Dela, seperti mengabaikan Radit dari tadi ada disampingnya Dela.


"Oke siap dokter Reno, sampai ketemu nanti dokter sayang" Goda Dela sebelum mematikan telefonnya, dan masukin hanphone nya kedalam tasnya.


" Oh karena itu yah, tadi kamu terlihat sedih saat saya ketemu kamu di lobi rumah sakit tadi yah" Ucap Radit, tadi Radit lebih banyak diam membiarkan Dela ngobrol berdua bersama Reno tidak enak mengganggu waktu Dela dan Reno  pasti lagi kangen kangenan.


' Iyah Radit, saya sedih saja, ada yang meninggal dunia, karena tidak mendapatkan pertolongan karena bukan orang kaya, karena dulu awal saya kenal dengan mas Reno juga seperti itu, saya korban kecelakaan bus, dokter tidak langsung menolong saya, katanya pas mas Reno dan ka William mau pulang, melihat saya diabaikan oleh dokter, mas Reno marah karena ada pasien yang diabaikan karena tidak ada yang membayar biaya pengobatan sama sekali, dan dokternya langsung dipecat oleh mas Reno marah karena ada dokter yang seenaknya. oleh karena itu saya sedih seperti flasback ke diri sendiri di masa lalu, yang diabaikan oleh dokter karena tidak memiliki uang" Lanjut Dela terus terang, menceritakan pengalaman pertamanya ke kota Jakarta.


"Oh cerita soal kamu, saya sudah dengar dari ka William langsung, katanya kamu nekat merantau ke Jakarta tanpa membawa uang banyak yah, kamu dicopet saat kamu dibawa ke rumah sakit, ada yang mengambil uang kamu yang tidak banyak,dan kamu pakai amnesia lagi yah kan?" Tanya Radit, yang tidak bisa membayangkan Dela bisa menjalan kan kehidupan sendirian di kota Jakarta, apa lagi dalam kondisi amnesia.


" Iyah amnesia, untungnya mas Reno mau menampung saya untuk tinggal di apatermennya, selama saya sakit tinggal disana,dan mas Reno yang membiayai kuliah saya juga, lebih beruntungnya sih mas Reno memperlakukan saya sangat baik selama saya sakit, dan mau membantu saya ketemu paman saya, saat saya ingat semuanya, dan mas Reno tetep mau melanjutkan membiayai kuliah saya sampai selesai. akhirnya saya dan mas Reno punya perasaan yang sama membuat kita bisa jadian deh sampai sekarang menikah" Lanjut Dela, yang tidak menceritakan, jika Dela awalnya sempet dimanfaatkan oleh Reno untuk melakukan gulet panas tanpa ikatan sama sekali,selama amnesia dan disaat sudah sembuh Reno tanggung jawab untuk ajak Dela oprasi.


" Wow, pantesan saja kamu dan ka Reno bisa jadian yah, ketemu di rumah sakit dan sekarang bisa memimpin rumah saki lagi kan itu sih keren sekali loh Dela"Puji Radit, karena tidak menyangka jika Dela ketemu Reno dalam kondisi sakit, dan saat sembuh bisa dijadikan istri oleh Reno.


" Alhamdulillah Radit,yah namanya juga kan jodoh tidak tahu ketemu dimana dan dalam kondisi seperti apa kan, saya juga bersyukur bisa ketemu orang seperti mas Reno yang sebaik itu, membuat saya mencintai mas Reno karena kebaikannya bukan karena orang mampunya saja" Lanjut Dela sejujurnya tidak membayangkan ketemu jodohnya dalam kondisi sakit karena kecelakaan, dimanfaatkan dan dijadikan istri karena saling mencintai.

__ADS_1


Radit ngangguk mengerti, Radit kagum karena Reno tidak segan segan memberikan kebaikan luar biasa, untuk orang yang baru dikenalnya, apa lagi dalam kondisi sakit amnesia seperti yang dialami Dela dimasa lalu.


__ADS_2