Berubah Karena Jabatan CEO

Berubah Karena Jabatan CEO
kalo ke rumah sakit dianterin oleh Radit yah bro Dela nya


__ADS_3

Reno minta William ke ruangannya sebelum Reno berangkat ke luar kota, Reno minta William untuk membantu Dela di rumah sakit.


" Kamu tenang saja bro, saya pasti akan bantuin Dela kok, kan sudah bagian dari tanggung jawab saya juga." Ucap William yang sudah tahu jika dirinya lah yang diminta bantuan oleh Reno.


" Terimakasih yah bro, oh yah kalo ke rumah sakit dianterin oleh Radit yah bro Dela nya, saya tidak ingin Dela sendirian ke rumah sakit, dan pulangnya tolong di jemput juga yah, saya tidak tenang jika Dela kemana mana sendirian." Ucap Reno yang ingin memastikan Dela kemana pun pergi, ditemani oleh Radit


" Iyah bro, tenang saja, saya dan Radit tidak akan membiarkan Dela sendirian kemana mana kok, saya juga tahu kalo Dela tidak punya saudara disini, dan kamu yang Dela punya." Lanjut William yang tidak ingin Dela nyasar seperti dulu awal awal ada di kota Jakarta.


" Bagus deh, jadi saya tenang tinggalin Dela selama saya kunjungan kerja bro." Lanjut Reno langsung pegang berkas yang dibutuhkan


" Nah itu lebih baik bro, sudah sana jalan, jet pribadi sudah menunggu kamu, di bandara maaf yah saya tidak bisa anterin kamu karena banyak pekerjaan bro.". Lanjut William peluk Reno sebentar.


" Yah sudah deh, saya jalan dulu yah." Lanjut Reno, berusaha percaya jika Dela baik baik saja ditinggal beberapa hari untuk kerja.


Dilain sisi, Radit membaca chat dari William, jika William minta Radit untuk jemput Dela di rumah sakit karena Reno tidak ingin Dela pergi dan pulang sendirian, selama Reno perjalanan dinas beberapa hari ke luar kota.


" Beruntung sekali Dela di cintai oleh laki laki seperti Reno memastikan jika Dela baik baik saja, dan tidak membiarkan Dela kemana pun sendirian." Ucap Radit setelah membaca chat dari William, Radit pasang alarm sejam sebelum jemput Dela ke rumah sakit.


Dilain sisi, Dela keliling rumah sakit, memantau keadaan rumah sakit, masuk dari satu ruangan ke ruangan lain ditemani suster yang diminta Dela untuk temaninnya.


" Apa ada kekurangan disini? atau ada yang dibutuhkan tidak? supaya bisa disiapkan oleh staff nanti?" Tanya Dela setelah melihat kamar inap pasien


" Belum ada bu, semuanya masih lengkap Bu, soalnya pak Reno baru beli soalnya Bu" Ucap suster

__ADS_1


" Maaf Bu, maaf ganggu waktu kalian" Ucap pasien yang panik karena anaknya tidak kunjung ditangani


" Ada apa? apa yang bisa kita bantu?" Tanya Dela merasa tidak baik baik saja, melihat pasien yang nangis didepannya.


" Anda tidak sopan, menghampiri pimpinan rumah sakit, seharusnya yang anda datangin bagian admistrasi." Protes Suster yang merasa waktu kunjungan Dela terganggu


" Biarkan saja suster, ibu ini menghampiri kita pasti ada yang penting." Lanjut Dela berusaha santai, Dela pernah merasakan seperti ini saat bapak dan ibu nya masuk ke rumah sakit.


" Anak saya pingsan Bu, tidak kunjung ditangani oleh dokter jaga alasannya karena saya tidak bisa membayar biaya pengobatan bu." Lanjut Pasien yang panik anaknya masih dibiarkan, begitu saja oleh dokter jaga.


" Kita lihat kondisi anak ibu sekarang, kita tolong anak ibu baru kita bahas soal biaya pengobatan nya." Lanjut Dela, Dela awal ke Jakarta dalam kondisi pingsan karena korban kecelakaan bus, yang membuat Reno menolong Dela baru memikirkan biaya pengobatan. ( yang penasaran awal Dela ketemu dengan Reno, bisa baca di novel * Jangan lepas kan tangan mu sayang * )


" Baik bu, terimakasih banyak."Lanjut pasien yang ada didepannya Dela


Dela memerintah dokter jaga, untuk secepatnya menolong pasien, yang sudah menunggu selama dua jam tanpa ada penangan sama sekali. setengah jam kemudian dokter jaga langsung nunduk ketakutan saat keluar dari ruang UGD.


" Maaf kan saya Bu, anak ibu itu tidak bisa di tolong " Ucap dokter jaga, ketakutan karena pasiennya terlambat di tangani.


" Apa, tidak mungkin, anak saya baik baik saja." Teriak histeris ibu, yang tahu anaknya meninggal dunia. langsung lari masuk kedalam ruang UGD


" Setelah pemakaman selesai, kamu datangi saya, jangan kabur kamu jika kamu bisa profesional hadapi saya di ruangan saya" Tegas Dela tidak menyangka dihari pertama memimpin rumah sakit, ada masalah seperti ini.


" Baik bu" Lanjut Dokter jaga, Bener bener ketakutan, karena nasip karirnya diujung tanduk.

__ADS_1


Dela langsung ajak dokter jaga, untuk urus jenazah pasien yang meninggal dunia karena kelalaiannya. Dela bener bener tidak tahu jika ada masalah seperti ini, karena ini pengalaman pertama Dela melakukan kunjungan kerja dan memimpin rumah sakit.


" Walaupun saya kecewa, tapi saya harap rumah sakit ini, lebih mementingkan keselamatan nyawa pasien dengan kondisi kritis Bu, bukan mementingkan biaya pengobatan dulu Bu, karena nyawa manusia jauh lebih penting Bu dari pada jumlah uang Bu." Tegas ibu ibu yang anaknya meninggal dunia, karena keegoisan dokter jaga.


" Terimakasih Bu atas sarannya, kedepannya saya akan evaluasi kinerja suster dan dokter Bu. supaya tidak terjadi seperti ini lagi Bu, biaya pemakaman akan kami tanggung sepenuhnya, dan akan kami berikan uang duka sebagai tanda maaf kami Bu." Lanjut Dela, merasa lalai membina dokter untuk mementingkan kondisi pasien dari pada kepentingan biaya pengobatan


" Terimakasih Bu" Lanjut pasien yang marah dan kecewa, karena melihat Dela bersedia minta maaf dan menanggung biaya pemakaman anaknya berusaha memaafkan, walaupun hatinya berat.


Dokter jaga yang lalai, langsung mengurus pemandian jenazah dan siap siap dibawa ke rumah duka.


Dilain sisi, Reno merasa lega karena akhirnya sampai di tempat tujuan, Reno langsung telefon Dela memberitahu jika dirinya sampai dengan selamat.


" Tidak diangkat oleh Dela, apa Dela lagi sibuk yah dengan pekerjaannya hemm, baik lah istirahat dulu, nanti telefon Dela deh." Ucap Reno yang langsung merapihkan barang bawaannya


Dilain sisi, Dela memerintah kan seluruh dokter dan suster, untuk ke aula yang lagi tidak ada kerjaan sama sekali, Dela bener bener kecewa dengan kinerja dokter yang seenaknya.


" Saya kecewa dengan dokter Dino dokter jaga di ruang UGD, saya selalu bilang ke seluruh dokter dan suster, terutama di ruangan ruangan yang penting seperti itu, prioritaskan kondisi pasien, selamat kan keadaan mereka, jika sudah selesai ditangani baru ditanya baik baik, ke pihak keluarganya mengenai biaya pengobatan, selama pasien ada disini, jangan mencoreng nama baik rumah sakit ini karena kecerobohan satu orang saja. cabut ijin prakteknya dan mulai hari ini dokter Dino sudah tidak bekerja disini, yang bekerja disini orang orang yang punya hati nurani dan bisa profesional." Tegas Dela diakhir sambutannya, Dela sengaja nengor Dino didepan seluruh dokter, supaya jadi efek jera untuk semua dokter dan perawat di rumah sakit, untuk mementingkan keselamatan nyawa pasien dari pada uang.


" Saya minta maaf ke Bu Dela, karena kelalaian saya, dan sudah membuat nama baik rumah sakit ini, jadi jelek dan saya dengan ikhlas menerima keputusan Bu Dela untuk mencabut ijin perakter saya dan pecat saya dari rumah sakit ini " Ucap Dino berusaha ikhlas menerima keputusan Dela, Dino merasa menyesal sudah tidak bisa profesional tidak mementingkan kondisi pasien justru mengabaikan pasien karena biaya pengobatan yang harus di bayar dimuka.


" Yah sudah rapat ini selesai, saya tidak ingin ada kesalahan seperti ini lagi, silahkan ibu ibu dan bapak bapak kembali bekerja seperti biasa lagi." Lanjut Dela, Dela langsung meninggal kan ruang aula diikuti oleh bodyguard yang disiapkan oleh Reno untuk temani Dela kemana pun Dela pergi


Setelah Dela keluar dari ruang aula, membuat dokter dan suster ikut membubarkan diri dan kembali ke ruangan masing masing

__ADS_1


__ADS_2